5 Kesalahan Umum Investor Muda

5 Kesalahan Umum Investor Muda


Apapun keterampilan itu, sebaiknya dipelajari dan dilakukan selagi muda. Demikian pula dalam berinvestasi. Membuat kesalahan adalah lumrah saat mempelajari sesuatu yang baru. Namun ketika berhubungan dengan uang, kesalahan itu dapat menimbulkan konsekuensi serius. “Investor yang sudah memulai semenjak muda pada umumnya memiliki fleksibilitas dan rentang waktu yang cukup untuk mengambil risiko dan melakukan pemulihan finansial akibat kesalahan berinvestasi,” ujar Wayne Pinsent, konsultan www.investopedia.com
Pinsent menyarankan untuk mengesampingkan beberapa kesalahan berikut, agar para investor muda dapat terbantu untuk meningkatkan kemampuannya “bertarung” di lantai bursa.
1. Menunda
Menunda adalah kebiasaan yang buruk. Kebiasaan ini bisa sangat merusak investasi ketika pasar bergerak begitu cepat. Ide investasi yang baik tidak selalu mudah didapat. Oleh karena itu, segeralah bertindak ketika muncul sebuah ide yang bagus seusai melakukan riset, dan sebelum pasar mengetahui. Investor muda pada umumnya cenderung tidak segera bertindak karena takut atau merasa belum berpengalaman. Padahal, kehilangan ide bagus dapat menyebabkan dua skenario buruk pada investor muda.
• Investor tersebut akan terlalu yakin pada opininya, dan terus membeli aset meskipun tak ada jaminan akan berhasil.
Boleh jadi investor tersebut telah membangun argumen dengan tepat, bahwa harga aset yang sebelumnya $25, akan naik menjadi $50. Tapi ketika harga aset tersebut benar-benar meningkat menjadi $50 sebelum dia sempat membeli, maka ia akan terdorog untuk merevisi target harga aset tersebut menjadi $60 demi merasionalkan pembeliannya.
• Investor tersebut segera mencari aset pengganti.
Sebagaimana contoh sebelumnya, investor yang terlambat membeli aset yang harganya melonjak dari $25 menjadi $50, cenderung akan segera berusaha mendapatkan aset lain yang harganya diperkirakan juga akan melonjak. Akibatnya, investor tersebut akan terburu-buru membeli aset, tanpa melakukan riset yang memadai, dengan harapan dapat mengganti “kesempatan” yang telah hilang
2. Berspekulasi bukanlah berinvestasi
Investor muda mempunyai keuntungan dalam kehidupan berinvestasinya. Usia investor akan sangat mempengaruhi pilihannya dalam mengambil risiko. Investor muda dapat memilih investasi dengan hasil yang lebih tinggi dengan mengambil risiko yang lebih besar. Jika mengalami rugi, investor muda masih mempunyai waktu untuk memulihkan kerugiannya dari akumulasi pendapatannya. Kondisi ini kerap menjadi alasan bagi investor muda untuk melakukan spekulasi, padahal seharusnya tidak demikian.
Para investor muda dan pemula cenderung berspekulasi, bila tak benar-benar memahami proses investasi. Spekulasi kerap menjadi identik dengan judi, bila seorang investor tidak mempunyai alasan yang tepat untuk membeli, dan hanya melihat bahwa nilai suatu aset mempunyai kesempatan meningkat. Hal ini dapat berdampak serius, karena ada banyak investor profesional yang menunggu untuk mengeruk keuntungan dari investor dengan sedikit pengalaman.
Daripada berspekulasi dan berjudi, investor muda sebaiknya berinvestasi di perusahaan dengan risiko agak tinggi namun mempunyai potensi menanjak dalam jangka panjang. Karena para investor yang sudah menjelang pesiun cenderung memilih perusahaan yang mapan, maka para investor muda sebaiknya mengambil kesempatan sekaligus risiko, membeli saham-saham perusahaan dengan kapitalisasi kecil namun bertumbuh.
Spekulasi yang berujung kerugian besar dapat mencederai investor muda sehingga mempengaruhi pilihan investasinya di masa depan. Kondisi ini cenderung akan menyebabkan kapok berinvestasi atau beralih ke aset-aset bebas risiko yang tidak sesuai dengan usia mereka.
3. Terlalu banyak leverage
Leverage mempunyai manfaat sekaligus mudarat. Investor dapat meningkatkan leverage dengan menggunakan berbagai instrumen keuangan, termasuk meminjam modal, demi meningkatkan imbal hasil investasinya. Masa terbaik bagi investor untuk dapat menambah leverage pada portofolionya, adalah saat masih muda. Investor muda mempunyai kesempatan lebih panjang untuk pulih dari kerugian dari akumulasi pendatannya. Namun demikian, mirip dengan berspekulasi, leverage bisa menghancurkan portofolio yang bagus sekalipun.
Investor muda mungkin mampu mengatasi dampak penurunan 20-25% pada portofolionya tanpa menjadi patah arang. Namun penurunan 40-50%, dapat menyebabkan leverage dua kali lebih besar sehingga terlalu berat untuk dikelola. Konsekuensi penurunan seperti itu mirip dengan dampak kerugian akibat spekulasi: investor muda menjadi patah arang, atau sangat menghindari risiko sepanjang hidup investasinya.
4. Tidak cukup bertanya
Jika harga saham yang dimiliki melorot, investor muda cenderung berharap agar harga saham tersebut segera naik lagi. Namun kondisi ini seringkali tak terjadi, harga saham malah semakin turun. Salah satu faktor penting dalam memutuskan bentuk investasi adalah dengan bertanya mengapa? Bila suatu aset diperdagangkan dengan harga separuh dari nilai wajarnya, tentu ada alasan dan menjadi tanggung jawab si investor untuk mencari tahu. Investor muda yang belum pernah mengalami perangkap dalam berinvestasi, cenderung akan mengambil keputusan tanpa terlebih dahulu berusaha mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan transaksi yang akan dilakukannya.
5. Tidak berinvestasi
Seorang investor memiliki kesempatan terbaik untuk mencari hasil tertinggi dan mengambil risiko lebih besar jika mempunyai rentang waktu yang panjang. Investor muda memiliki rentang waktu yang panjang, sehingga mampu bertoleransi dengan risiko yang lebih besar. Orang muda juga cenderung kurang berpengalaman mengelola uang. Akibatnya, mereka sering tergoda untuk fokus pada upaya-upaya yang dapat sesegera mungkin mengambil manfaat dari uang, tanpa berusaha fokus pada tujuan jangka panjang. Membelanjakan uang pada saat ini ketimbang menabung dan berinvestasi dapat membentuk kebiasaan buruk dan akan berdampak pada masalah tabungan dan dana pensiun.
Investor muda sebaiknya mengambil keuntungan dari usia mereka dan berusaha meningkatkan kemampuannya dalam mengambil risiko. Lebih dini melakukan investasi akan sangat membantu menentukan keragaman investasi sepanjang hidupnya. Namun ada banyak risiko yang akan ditemui para investor tak berpengalaman, saat mengambil keputusan. Kesalahan-kesalahan umum yang disebutkan di atas, diharapkan akan membantu para muda dalam mempelajari investasi sejak dini dan mencapai karir investasi yang bernas di kemudian hari.

Sumber: http://www.ipotnews.com
http://ipotindonesia.wordpress.com/2012/02/21/5-kesalahan-umum-investor-muda/