SEMINAR NASIONAL TENTANG PERMASALAHAN BUKU TEKS IPS-GEOGRAFI


Judul pada posting ini masih terkait dengan seminar nasional yang diselenggarakan oleh jurusan Geografi Universitas Negeri Malang (UM) pada Minggu, 18 Desember 2011 di aula FMIPA UM. Seminar itu dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas tentang "Aplikasi Pendekatan Spasial dalam Pendidikan Geografi" oleh Prof. Dr. Hartono, DEA, DESS yang materinya sudah disajikan dalam posting sebelumnya. Sedang sesi kedua membahas tentang permasalahan buku teks IPS-Geografi yang dilaksanakan setelah pelaksanaan shalat dhuhur. Pada sesi kedua tersebut, Prof. Dr. Edy Purwanto menyampaikan paper yang berjudul "Permasalahan Buku Teks IPS-Geografi (Hasil Analisis terhadap Buku Teks Geografi)".

Paper tersebut mengetengahkan banyaknya ditemukan kesalahan data, konsep, generalisasi,dan penggunaan bahasa dalam buku teks pelajaran Geografi. Hasil analisis teks Geografi, baik SMP maupun SMAmenunjukkan bahwa buku-buku tersebut ditulis dan dicetak tanpa mengukutiprosedur yang semestinya sebagai buku yang peting dan menyangkut hajat orangbanyak, siswa, guru, dan tentu saja orangtua siswa. Buku teks tersebut ditulisoleh para penulis (tanpa editor—ada buku yang mencantumkan editor dari sarjanateknik), tanpa diseminarkan, tanpa diujicobakan, dan langsung dicetak. Sebagai solusinya, Prof. Dr. Edy Purwanto, dkk. menyusun buku teks Geografi untuk SMP/MTs kelas VII. Pada kesempatan terpisah, Drs. Budi Handoyo, M.Si, salah satu dosen Geografi UM yang ikut menjadi tim penyusun buku teks mengatakan bahwa akan disusun pula buku teks Geografi untuk SMA/MA pada kesempatan yang akan datang.


Walaupun paper tersebut mengupas habis tentang buku teks IPS-Geografi, ternyata paper tersebut juga banyak terdapat kesalahan-kesalahan dalam proses pengetikannya. Beberapa contoh kesalahan tersebut di antaranya: 
Tertulis                     Seharusnya
- benrikut                 - berikut
- daerak                   - daerah
- manjadi                  - menjadi
- psoduksi                - produksi
- diimformasikan       - diinformasikan
- tertu                       - tentu
- konngkrit                - kongkrit
- Munulu                   - Manalu
dan beberapa kata yang lain
Selain itu masih ada pula penulisan yang tidak konsisten, misalnya pada suatu kalimat ada penulisan di samping (di sebagai kata depan, ditulis terpisah), namun pada penulisan yang lain ditulis bersambung (di sebagai imbuhan) sehingga tertulis: disamping, dll. Isi selengkapnya dari paper ini dapat disimak dengan mengklik:
Unduh

Materi tersebut di samping ditulis dalam bentuk paper, ditulis pula dalam bentuk presentasi yang menggunakan Microsolf PowerPoint. Jika pembaca menginginkan dalam bentuk presentasi dapat diunduh dengan mengklik:
Unduh