Tampilkan postingan dengan label Agribisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agribisnis. Tampilkan semua postingan

Ide Bisnis | Bisnis Kripik Kulit Pisang

Pisang merupakan buah yang banyak mengandung vitamin C, A, mineral, serat dan kandungan gizi lain yang bermanfaat untuk tubuh. Orang sudah banyak mengakui kelezatan dan kandungan gizi pada buah pisang. Namun belum banyak yang melirik kelezatan kulit pisang. Selama ini orang hanya menikmati buahnya saja.

Kulit pisang merupakan hasil samping dari pemanfaatan pisang yang dapat dijadikan makanan ringan seperti keripik kulit pisang. Walaupun kulit pisang merupakan hasil samping, namun kandungan gizinya tak kalah dari buahnya. Kulit pisang mengandung serat yang cukup tinggi, vitamin C, B, kalsium, protein, dan karbohidrat.
Hasil penelitian tim Universitas Kedokteran Taichung Chung Shan, Taiwan, memperlihatkan bahwa ekstrak kulit pisang ternyata berpotensi mengurangi gejala depresi dan menjaga kesehatan retina mata. Selain kaya vitamin B6, kulit pisang juga ternyata banyak mengandung serotonin yang sangat vital untuk menyeimbangkan mood. Selain itu, ditemukan pula manfaat ekstrak pisang untuk menjaga retina dari kerusakan cahaya akibat regenerasi retina.
Manfaat kulit pisang dapat dinikmati dalam keripik kulit pisang. Hal ini menjadi peluang bisnis baru. Para pengusaha keripik pisang tidak perlu ragu untuk memanfaatkan kulit pisang menjadi olahan keripik kulit pisang. Kelezatan keripik kulit pisang tak kalah dengan keripik pisang. Untuk memberikan variasi rasa, taburkan bumbu tabor pada keripik kulit pisang. Pilih bumbu tabur aneka rasa untuk memberikan sensasi rasa yang berbeda.
Kriuk – kriuk keripik kulit pisang dapat dikemas dalam kemasan plastic PP (Poliprophilen). Pilihlah plastic PP dengan ketebalan yang cukup agar produk tetap renyah. Pengemasan sebaiknya menggunakan sealer (penyegel), jangan menggunakan lilin. Berilah label pada kemasan plastic. Sebaiknya label tidak dimasukkan dalam kemasan sehingga kontak langsung dengan produk. Hal ini dilakukan untuk menjaga sanitasi dan higienitas produk.
Berikut adalah cara pembuatan keripik kulit pisang :
Bahan
1.    Kulit pisang
2.    Air kapur
3.    Garam
4.    Gula
5.    Tepung
Cara pembuatan :
1.    Siapkan kulit pisang dan cuci hingga bersih.
2.    Buat larutan kapur dengan mengambil setengah sendok teh kapur ke dalam 1 liter air.
3.    Rendam kulit pisang dalam larutan air kapur selama 20 menit.
4.    Buat larutan garam dengan mengambil satu sendok teh garam dan dilarutkan dalam satu liter air.
5.    Kemudian rendam kulit pisang dalam larutan garam selama 20 menit
6.    Buat larutan gula dengan mengambil 3 sendok makan gula dan dilarutkan dalam satu liter air.
7.    Rendam kulit pisang dalam larutan gula selama 20 menit.
8.    Jemur kulit pisang hingga kering (8 jam) .
9.    Goreng kulit pisang kering hingga kuning kecoklatan.
10. Jika menginginkan penggorengan dengan tepung, lakukan kembali langkah nomor 4-7 dan masukkan kulit pisang
dalam adonan tepung.
11.  Setelah terlihat keripik pisang mulai berwarna kuning, angkat dari penggorengan dan tiriskan.
12. Sajikan keripik kulit pisang dengan minuman hangat sebagai hidangan di sore hari.


Sumber : informasi-budidaya.blogspot.com/search/label

Cara Perbanyakan Adenium

Ada berbagai cara membiakkan Adenium. Jaman dahulu kita tentu sudah akrab dengan tanaman Kamboja Jepang. Sebenarnya kamboja Jepang itu adalah sama dengan tanaman adenium. Jenis yang sudah tersebar luas ini tidak bisa berbiji karena bunganya tidak bisa menghasilkan biji sehingga perkembangbiakannya hanya dengan cara vegetatif.

Kemudian muncullah jenis-jenis baru yang datang dari pengembang dari Thailand ataupun Taiwan . Jenis baru ini tentu adalah hasil silangan dari berbagai macam jenis adenium. Jenis-jenis baru ini-pun diberi nama sesuai keinginan penyilang yang tentunya didasarkan pada ciri-ciri tertentu.

a. biji
Perkembangbiakan dari biji merupakan cara untuk mendapatkan jenis-jenis adenium baru. Adenium dari biji menunjukkan bonggol yang membesar, tidak seperti perbanyakan cara vegetatif.


b.sambung

Cara yang paling banyak dipakai untuk memperbanyak adenium hibrida adalah dengan cara sambung/grafting. Batang bawah berasal dari biji yang bonggolnya bagus dengan batang atas dari jenis hibrida yang dikehendaki. Setelah beberapa waktu, bekas sambungan akan menghilang dan jadilah tanaman baru yang bagus.

Batang bawah biasa dipilih yang berumur 9-12 bulan, namun batang bawah yang lebih besar juga bisa dipakai dengan menyambung di setiap cabangnya. Kandungan energi di bonggol akan memberi pertumbuhan yang baik dan sehat bagi batang atas sehingga cara sambung ini mempunyai tingkat kesuksesan tinggi.

Sambungan model v adalah yang paling sering dipakai karena memiliki tingkat keberhasilan yang paling tinggi, meski bisa juga dilakukan dengan model rata. Panduan menyambung adenium secara step by step dapat dilihat di halaman tips & trik.

Dibutuhkan waktu 10 sampai 30 hari agar sambungan menyatu. Jangan lupa melepas tali sambungan agar tidak menganggu penyerapan makanan ke batang atas. Setelah beberapa saat, cabang baru dapat muncul dari batang bawah, cabang ini sebaiknya dipangkas agar tidak mengganggu.


c. stek

Cara ini sangat sering digunakan karena kemudahannya. Namun tingkat keberhasilan tumbuhnya kecil karena mudahnya terjadi pembusukan. Dengan cara ini sulit didapat bonggol yang bagus, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai besar bonggol adenium yang berasal dari biji. Dahulu cara ini yang biasa dilakukan untuk memperbanyak kamboja jepang (adenium varietas “ Singapore ”) yang notabene mandul. Cara ini masih dilakukan untuk varietas-varietas yang murah. Namun untuk jenis hibrida sepertinya cara ini hanya dilakukan saat terpaksa saja, yaitu dimana tidak ada batang bawah yang bagus padahal ada batang atas yang terlanjur dipotong.

Cara-nya sederhana saja, potongan batang yang akan di-stek dipangkas daunnya. Setelah itu oleskan zat perangsang akar pada bekas potongan. Setelah satu malam diangin-anginkan baru ditancapkan pada media tanam. Biarkan media sedikit lembab, tidak basah, tidak pula kering. Setelah beberapa lama akar akan muncul diikuti dengan tumbuhnya tunas.



d. cangkok

Mencangkok dilakukan untuk mengurangi kegagalan yang biasa terjadi dengan cara stek. Dengan mencangkok, akar akan tumbuh lebih dulu baru ditanam, sehingga tanaman dapat langsung menyerap unsur hara dari tanah. Namun diperlukan tenaga ekstra untuk melakukan pencangkokan, sehingga cara ini jarang dipakai.

Pertamakali harus dipilih batang yang sudah cukup tua, ditandai dengan batang yang berwarna coklat, bukan hijau. Dipilih batang yang tua karena batang yang muda sangat rentan patah dan sukar untuk dikupas kulitnya secara benar. Hal ini terjadi karena batangnya yang masih lunak dan sulit dicari letak kambiumnya sehingga pengupasan kulit bisa tanpa sengaja terlalu dalam.

Cara mencangkok seperti mencangkok tanaman berkambium pada umumnya. Kulit dikupas melingkar batang sampai terlihat kambiumnya, kambium tersebut lalu dihilangkan dengan cara dikerok sampai kambiumnya tidak bersisa. Kemudian bekas kupasan itu ditutup dengan media tanam. Media tersebut harus selalu lembab untuk memastikan akar akan tumbuh. Setelah 2 bulan maka akan tumbuh akar yang cukup sehingga cangkokan siap dipindah menjadi tanaman tersendiri.

Link Sumber

Pembuatan Biskuit Ubi Jalar

Bahan :
Ubi 200 g, terigu 200 g, mentega 60 g, baking powder 1 sdt, gula halus 2 sdm, susu kental manis 1/4 gelas.

Peralatan :
Baskom plastik, pengaduk, oven, loyang, kompor.

Pengolahan :
1. Ubi direbus kemudian dihaluskan.
2. Campurkan terigu, baking powder, ubi dan mentega cair. aduk, lalu uleni adonan hingga halus.
3. Masukan gula halus dan susu pada adonan tadi, aduk lagi hingga adonan rata. Jika masih lengket beri terigu sedikit demi sedikit.
4. Adonan dibentuk/dicetak sesuai selera. atur di dalam loyang yang sudah diolesi mentega.
5. Panggang dalam oven selama 15 menit.
6. Keluarkan dari oven dan dinginkan.
7. Biskuit siap dikemas.

Sumber

Pembuatan Bubuk Sari Buah jeruk

Bahan :
Buah jeruk segar, air bersih, kaporit, tepung gula, flavor jeruk.

Peralatan :
Pisau, panci/waskom, bak porselin, alat pencuci/spray wash, pemeras bergerigi, mesin pengepres, saringan kasar, nampan tahan karat, ruang hampa udara, lemari pendingin, lemari pengering, alat penggiling, penyaring halus, plastik.

Pengolahan :
1. Buah jeruk disortir.
2. Buah jeruk direndam dalam air yang mengandung kaporit 2 gr per m3 selama 30 menit.
3. Buah jeruk yang telah direndam dicuci dg menggunakan air yang mengalir agar sisa kaporit dan kotoran yang melekat pada kulit terbuang.
4. Kemudian buah dibelah dua dan diperes dengan menggunakan alat pemeras.
5. Sari buah dicampur dengan air masak perbandingan 1 : 1.
6. Sari buah dituang dalam nampan untuk diuapkan. Penguapan dilakukan dalam ruang dingin hampa udara yang bertekanan 15 kg/cm2 atau 15 atm, dengan titik didih penyulingan antara 35-45 derajat celcius.
7. Sari buah yang pekat selanjutnya didinginkan dan dibiarkan mengendap dalam ruang pendingin dengan suhu 0 derajat celcius selama 3 hari.
8. Sari buah diambil dan endapan kotor dipisahka.
9. Sari buah bening selanjutnya dituang lagi diatas nampan dan disuling kembali dalam ruang hampa udara.
10. Selanjutnya diendapkan kembali dalam ruang pendingin selama 3 hari di ruang pendingin dan endapannya dipisahkan.
11. Cairan kental yang telah bersih selanjutnya didinginkan dalam almari pendingin yang bersuhu 5 derajat celcius selama 3 hari. kemudian diuapkan dalam lemari pengering pada suhu sekitar 50 derajat celcius.
12. Padatan yang terbentuk dihancurkan dengan menggunakan mesin penggiling.
13. Hasil gilingan diayak untuk mendapatkan ukuran yang seragam.
14. Sari jeruk dicampur dengan gula dan flavor jeruk kemudian dikemas dalam wadah steril.

Link sumbernya di sini

Nugget Jamur

Bahan :
Jamur 1kg, 300 g roti tawar, susu cair 500 ml, bawang bombay 150 g, margarin 4 sdm, kuning telur 4 butir, tepung panir 300 g, putih telur 4 butir, minyak goreng 1 kg, bawang putih 4 siung, merica 1 sdt, garam 1 sdm.

Peralatan :
Panci, loyang, plastik tahan panas, kertas aluminium, pengaduk, wadah plastik, dandang, wajan, susuk, serok, penghalus bumbu, cobek, pisau, sendok, penjepit.

Pengolahan :
1. Rendam roti tawar dalam air susu, kemudian haluskan dengan sendok.
2. Bawang bombay di cincang halus kemudian ditumis dengan margarin.
3. Campurkan no 1 dan no 2.
4. Jamur digiling kemudian dicampur dengan campuran 1 dan 2, kuning telur, bumbu halus, aduk rata.
5. Masukan adonan ke dalam loyang yang telah diolesi margarin, ratakan, kukus selama 30 menit.
6. Setelah dingin, potong sesuai selera.
7. celupkan potongan tadi kedalam putih telur, gulingkan dalam tepung panir.
8. Goreng di atas api kecil.
9. Nugget siap dikemas.

Link Sumbernya di sini

Dendeng Jantung Pisang Plus Mujair

Bahan :
Jantung pisang siam/klutuk, ikan mujair, gula merah, gula putih, bawang merah, bawang putih, asam jawa, ketumbar, lengkuas, garam

Peralatan :
Timbangan, baskom, ember, panci, rak penjemur, nyiru, talenan, pisau,

Pengolahan :
1. Jantung pisang dibuang kelopak terluarnya (3-4 lembar), lalu dicuci bersih.
2. Jantung pisang diiris tipis searah serat jantung pisangnya.
3. Rebus jantung pisang dalam air mendidih selama 45 menit.
4. Tumbuk jantung pisang sampai halus.
5. Ikan mujair disiangi dan diambil dagingnya, lalu dihaluskan kemudian dicampur dengan jantung pisang.
6. Bumbu dihaluskan kemudian dicampurkan ke dalam adonan jantung pisang.
7. Adonan di cetak di atas alas plastik membentuk lembaran setebal 3 mm.
8. Hasil cetakan dijemur hingga kering.
9. Setelah kering kemudian digoreng selama 3 menit.
10. Dendeng jantung pisang ditiriskan dan siap dikemas.

Sirup Jahe

Bahan :
Jahe segar, gula pasir, kayu manis, sereh, putih telur, garam, air bersih.
Sumber Gambar

Peralatan :
Ember, bak pencuci botol kemasan, jam, gelas ukur, timbangan, panci, mangkok kocokan, alat pemarut, sendok, kain saring, kompor, botol, tutup botol, karet perapat, plastik segel, corong, pisau dapur, alat pemasang tutup botol.

Pengolahan :
1. Jahe segar dicuci dengan air bersih berulang kali sampai semua kotoran lepas.
2. Parut jahe dengan menggunakan parutan manual atau parutan listrik.
3. Hasil parutan di peras untuk mendapatkan sari jahe.
4. Rebus bubuk kayu manis, sereh, dan garam.
5. Kocok putih telur, tambahkan segelas sari jahe, aduk rata. Hasil kecokan tersebut dituang ke dalam sisa sari jahe.
6. Jika rebusan bumbu telah mendidih, campurkan sari jahe yang telah ditambah putih telur. Biarkan adonan mendidih selama 15 menit. Buang buih yang timbul dengan menggunakan saringan.
7. Larutan jahe dan bumbu disaring dengan saringan tepung. Selanjutnya disaring ulang dengan menggunakan kain saring.
8. Larutan yang tersaring dipanaskan lagi dan ditambah gula pasir sampai semua gula larut dan mendidih.
9. Masukan larutan dalam keadaan panas ke dalam botol yang telah disterilisasi kemudian tutup dengan alat penutup botol.
10. Botol yang telah berisi sirup direndam dalam air mendidih selama 30 menit.
11. Setelah dingin botol dibeli label dan tutupnya disegel.

Sumber

Sirup Belimbing

Bahan :
Buah belimbing, gula pasir, putih telur, air bersih.

Peralatan :
Ember, bak pencuci botol kemasan, jam, gelas ukur, timbangan, panci, mangkok kocokan, blender, pisau, talenan, pengaduk kayu, sendok, kain, penyaring, kompor, botol, tutup botol, karet perapat, plastik segel, dandang, corong, alat pemasang tutup botol.

Pengolahan :
1. Buah belimbing yang telah masak dicuci dengan menggunakan air bersih, kemudian dihancurkan dengan menggunakan blender.
2. Bubur buah belimbing diperas untuk mengambil sarinya kemudian disaring untuk memisahkan ampasnya.
3. Kocok putih telur, campurkan dengan 1/2 sari belimbing tadi. setelah tercampur rata dicampur kembali dengan sisa sari buah belimbing.
4. Rebus sari buah di atas kompor, tambahkan gula pasir sambil diaduk-aduk sampai semua gula larut. buang buih yang timbul dipermukaan larutan.
5. Diamkan larutan selama 24 jam.
6. Setelah itu, sirup disaring dengan menggunakan kain saring.
7. Panaskan kembali larutan sampai hampir mendidih kemudian masukan kedalam botol yang telah disterilisasi. Tutup botol dengan menggunakan alat penutup botol.
8. Panaskan botol di dalam air mendidih selama 30 menit. Setelah itu botol diangkat dan diletakan pada posisi terbalik selama 15 menit. Jika terjadi rembesan berarti tutup tidak rapat, maka harus diganti dan dipasteurisasi ulang.
9. Selanjutnya tutup diberi segel.

sumber

Resep Biki Sale Pisang

Bahan :
Pisang ambon, natrium bisulfit, air bersih

Peralatan :
Timbangan, pisau tahan karat, talenan, panci, sendok, pengaduk, nampan, kayu penggiling, alat pengering, kantong plastik, sealer.

Pengolahan :
1. Pisang dicuci dengan air bersih kemudian dikupas kulitnya.
2. Rendam buah pisang dalam larutan natrium bisulfit selama 10 menit, kemudian ditiriskan.
3. Keringkan buah pisang dengan alat pengering surya selama satu hari.
4. Setelah pengeringan satu hari, pisang dipipihkan dengan menggunakan kayu penggiling sampai ketebalan 0.5 cm.
5. Lempengan pisang dikeringkan lagi sampai lempengan pisang tidak saling melekat atau kadar airnya sekitar 15%.
6. Sale pisang siap dikemas dengan menggunakan plastik.

Sumber

Ide Bisnis | Bisnis dan Budidaya Lobster Air Tawar

Tiga setengah tahun yang lalu saya dan Om Nip-Nip terjun menggeluti bisnis terbaru saat itu, yaitupembesaran lobster air tawar. Waktu itu kami tertarik karena info bisnis terbaru tersebut banyak diulas di berbagai media.

Di internet, di koran hingga di tabloid perikanan dan pertanian lobster air tawar menjadi primadona.Iklan di majalah-nya pun termasuk gencar.

Bahkan ada seorang trainer sekaligus penulis buku lobster air tawar yang beken dan sering muncul di TV mengulas bahwa bisnis LAT-nya (singkatan dari lobster air tawar) sudah menghasilkan keuntungan sekian puluh juta.


Tapi informasi terakhir yang saya dapatkan, belakangan ini dia sudah tidak lagi menggeluti bisnis lobster air tawar. Malahan ia muncul dengan bisnis barunya. Saya nggak tahu dikemanakan semua indukan lobster air tawarnya sekarang. Digoreng semua kali, ha..ha..ha..

Dan dulu isunya, dengan perawatan yang cukup mudah, lobster air tawar mampu mempunyai nilai jual 120 ribu hingga 200 ribu per kilo. Fantastis! Tapi kenyataannya, setelah 2 tahun kami menjalani trend bisnis ini, kami hanya mampu menjual di sebuah restoran di Jogja hanya dengan harga 100 sampai 125 ribu per kilo.

Ukurannya terbilang besar, 8 ekor per satu kilonya. Masalahnya, untuk mencapai ukuran segitu membutuhkan waktu yang sangat lama dengan biaya yang terhitung tinggi.

Kami juga menemui fakta bahwa pertumbuhan pasar lobster air tawar ini berjalan sangat lambat sekali. Dua kolega kami dari kota besar pun hanya mampu menjual antara 50-300 kilo per bulannya. Sebuah angka yang sangat  kecil untuk ukuran komoditas perikanan.

Karena pertumbuhan pasar yang lambat, banyak pebisnis lobster air tawar yang gulung tikar. Termasuk para trainer dan “suhu-suhu” kami yang mengajari kami bagaimana cara budidaya LAT yang baik.

Apalagi orang yang hanya coba-coba untuk berbisnis indukan dan bibit. Bablas…! Mereka termakan dengan mitos bahwa budidayanya bisa dilakukan di teras rumah dengan hanya menggunakan akuarium atau kolam semen. Selain itu, mereka juga diiming-imingi apabila membeli bibit dari trainernya, lobster hasil panennya akan dibeli.

Kenyataannya, nol besar. Ironisnya, salah satu “suhu” atau guru kami akhirnya tidak bisa menyediakan LAT sejumlah yang kami pesan. Padahal dulu janjinya, ia akan membeli semua lobster yang diternakan oleh anak didiknya.

Katanya ia tahu pasar yang membutuhkan lobster air tawar. Justru terbalik posisinya sekarnag. Kami yang akhirnya membeli LAT dari petani-petani di Jogja termasuk suhu kami tersebut. Kami juga yang akhirnya tetap bertahan sampai akhirnya kami mampu menjualnya.

Akhirnya untuk mencari kesimpulan kelangsungan bisnis baru ini, kami memutuskan untuk melakukanriset konsumen untuk mengetahui preferensi mereka terhadap lobster air tawar. Riset pasar ini melibatkan 30 responden dari berbagai macam latar belakang yang mempunyai kebiasaan makan seafood di restoran.

Metode riset pasar yang kami pilih adalah wawancara perorangan. Pemilihan sample respondennya menggunakan sistem refferal sampling atau snowball sampling. Lobster yang kami uji cobakan untuk dinikmati responden adalah ukuran 15-20 ekor per kilo, disajikan 5 ekor per porsinya.

Dari riset pasar tersebut kami tarik kesimpulan bahwa urutan keinginan konsumen untuk membeli masakan dari jenis udang-udangan adalah kesegaran udang, rasa dagingnya, ukuran atau banyaknya daging dan terakhir harga.

Untuk rasa LAT, konsumen mempersepsikan lebih tinggi dibanding dengan jenis udang yang lain, seperti galah,vanamei dan tiger. Tingkat keinginan konsumen untuk mencoba kembali juga termasuk tinggi.

Ketika ditanya dengan tanpa memperhatikan harga pilih mana antara lobster air tawar dan udang kesukaannya, 60% lebih menjawab memilih lobster air tawar. Pada pertanyaan harga, jawaban mereka bervariasi. Mulai 25-35 ribu, 35-45 ribu, 45-60 ribu dan diatas 60 ribu. Kemudian 50% memilh angka 35-45 ribu, 30% memilih 25-35 ribu dan sebagian kecil memilih 45-60 dan diatas 60 ribu.

Akhir dari kesimpulan riset pasar kami adalah, keunggulan kompetitif lobster air tawar terletak pada rasanya yang lebih manis dan kenyal. Target untuk segmen pasar-nya adalah para pecinta seafood yang membelanjakan minimal 50 ribu untuk sekali makannya.

Dan menurut pengamatan kita, biasanya para pedagang makanan akan memberikan harga 2 kali lipat dibanding dengan harga mentahnya. Jadi lobster air tawar ukuran 15-20 ekor bisa dijual ditingkat konsumen antara 60-75 ribu per kilo. Dengan demikian harga ditingkat petani antara 50-65 ribu per kilonya.

Cuman repotnya, untuk tren bisnis ini serapan pasarnya masih kecil karena tingginya harga yang dipatok oleh pembudidaya lobster air tawar. Yaitu sekitar 85-100 ribu untuk ukuran 15 ekor per kilo. Padahal menurut hasil riset kami, tren bisnis lobster air tawar kemungkinan tidak akan bisa menggaet pasar yang massal jika harga yang ditawarkan jauh diatas harga udang pesaingnya.

Dan satu lagi, jika terjun di bisnis ini, kita harus berjibaku untuk mengedukasi pasar karena komoditas LAT adalah produk pioner. Itupun dengan catatan, harga yang ditawarkan adalah 75 ribu sampai di tangan konsumen.

Inti dari sharing pengalaman kami di atas adalah jika dikemudian hari anda mendapatkan tren peluang bisnis baru atau peluang investasi menguntungkan, anda harus berhati-hati jika ingin terjun di dalamnya. Anda harus benar-benar pelajari bisnis tersebut. Lihatlah produk tersebut dari sudut pandang konsumen. Apakah produk bisnis baru tersebut bisa diterima oleh jenis pasar yang anda bidik atau tidak.

Jangan terburu-buru untuk terjun di dalamnya. Buatlah rencana bisnis yang matang karena dengan rencana bisnis yang matang tersebut, insya Allah anda akan bisa melihat “lubang-lubang” dan “rambu-rambu” di trend bisnis baru tersebut.

Ngomong-ngomong, apakah ada dari anda, para pembaca setia DokterBisnis.Net ini yang sudah pernah menggeluti tren bisnis baru pembesaran atau pembenihan lobster air tawar?

SUmber : dokterbisnis.net

Ide Bisnis | Bisnis Budidaya Ikan Gabus Malas

Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah: kabos (Mhs.) ,aruan, haruan (Mly.,Bjn),  bogo (Sd.),kocolan (Btw.),  kutuk (Jw.),bayong, bogo, licingan (Bms.),  dll. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti snakehead murrel, common snakehead , striped snakehead ,chevron snakehead, dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah ( Channa striata ).
Peluang usaha budidaya ikan gabus terbuka bagi siapa saja yang ingin mengembangkan usaha perikanan. minimnya pasokan tak seimbang dengan besarnya permintaan dari konsumen ikan gabus, maka harga ikan gabus pun terbilang cukup mahal.

Ikan gabus malas bila sudah masuk ke restoran maka harganya bisa mencapai Rp 250.000,00 – Rp 300.000,00 untuk satu porsi dengan ukuran 0,8 kg -1 kg. Cara budidaya ikan gabus malas dapat anda simak di bawah ini.
** Kebiasaan Hidup Ikan Gabus di Alam
Benih ikan gabus tampak seperti serombongan ikan cere (Lebistes reticulates) di kolam. Gabus malas ini berasal dari Kalimantan, Sumatera, Malaysia, dan Thailand. Ikan ini hidup di sungai, rawa dengan kedalaman 40 cm, dan menyukai perairan yang dangkal.
Ikan  ini cenderung memilih tempat yang gelap, berlumpur, berarus tenang, atau wilayah bebatuan untuk bersembunyi. Di Indonesia, ikan ini ditemukan di Palembang, Muara Kompeh, Gunung Sahilan, Jambi, Danau Koto, Sungai Russu, Bua-bua, Banjarmasin, Sintang, Montrado, Batu Pangal, Smitau,Danau Boran, Pontianak, Sungai Kapuas, Serawak dan Ternate, Sungai Cisadane, Bengawan Solo, dan beberapa sungai besar lainnya.
1. Kebiasaan makan
Di alam, ikan gabus menangkap makanan yang jaraknya sangat dekat. Dengan bentuk mulut yang sangat lebar, bukan halangan bagi ikan ini untuk mengenyangkan perutnya.
ikan gabus termasuk golongan karnivora. Jenis pakan yang disukai adalah cacing, ikan-ikan kecil,  atau organisme lainnya, asalkan masih hidup. setiap harinya ikan ini bisa menyantap pakan ini dalam jumlah yang besar .
2. Kebiasaan berkembang biak
Di alam, ikan gabus kawin pada musim penghujan di tempat yang berpasir bersih. Ikan ini kawin secara berpasangan. Telurnya akan diletakkan di dasar atau ditempelkan pada substrat, pinggiran batu, atau akar pokok kayu yang bersih. Telurnya akan tampak seperti kabut atau kapas yang sangat lembut dan halus yang menempel pada substrat.
** Pengenalan Jenis
Awalnya, ikan gabus malas adalah hama yang mengusik ketenangan ikan-ikan peliharaan di kolam, sama seperti belut. Namanya sesuai dengan kebiasaan hidupnya. Ikan ini hampir-hampir tidak bergerak saking malasnya. Oleh karena itu, ikan ini harus diberi pakan hidup agar bereaksi. Ikan gabus malas dikenal juga dengan nama betutu.
Ikan ini memiliki sisik tipe ctenoid. Artinya, bentuk sisik kecil2 dan menyelimuti sekujur badannya. Pada bagian kepala sisik, terdapat moncong, pipi, dan operculum. Bagian operculum sisik ini lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya. Sirip dubur lebih pendek dari sirip punggung kedua. Ikan ini mudah dibedakan dengan ikan lainnya karena mempunyai warna tubuh cokelat kehitaman. Pada bagian punggungnya berwarna hijau gelap, sedangkan warna bagian perutnya lebih terang. Bagian kepala memiliki tanda berwarna merah muda.
Panjangnya bisa mencapai 45 cm. Badannya berbentuk bulat panjang. Mulutnya lebar, Sirip ekor berbentuk membulat (rounded) dengan kulit tubuh dihiasi belang-belang kecokelatan.
** Pemijahan di Kolam
1. Konstruksi kolam
Luas kolam pemijahan bervariasi antara 200 M2, tergantung ketersediaan lahan. Kolam berbentuk persegi panjang dengan letak pintu pemasukan dan pembuangan berseberangan secara diagonal. Tujuannya agar kolam bisa memperoleh air dari saluran langsung dan pembuangannya pun bisa lancar. Debit air kolam minimal 25 liter/menit. Pergantian air yang kotinyu akan berpengaruh positif terhadap proses pemijahan.
Bila lahannya sempit, bisa dibuatkan bak semen berukuran 2 mX 1 m x 1 m untuk pemijahan induk betutu secara berpasangan. Namun, bila mau memijahkan beberapa pasang di lahan terbatas bisa dibuat kolam tembok berukuran 4 m X 2 M X I M.
2. Persiapan kolam
Untuk kolam pemijahan seluas 200 m2, disiapkan induk yang rata-rata berukuran 300 g sebanyak 35-40 pasang. Sementara untuk kolam kecil, dengan luas 8 m2, dapat dimasukkan induk sebanyak 3-4 pasang.
Sebelum induk dimasukkan, kolam pemijahan dilengkapi dengan sarang pemijahan berupa segitiga yang dibuat dari asbes. Ukuran panjang segitigiga 30 cm yang diikat dengan kawat dan diberi pelampung untuk mengetahui keberadaannya.
Induk dimasukkan ke dalam kolam pemijahan setelah kolam terisi air setinggi 40-45 cm. Selama proses pemijahan, sebaiknya kolam memper*oleh pergantian air secara kontinyu. Proses pergantian air secara kontinyu ini terbukti mampu merangsang pemijahan hampir semua jenis ikan secara alami.
3. Pemijahan
Tingkah laku pemijahan ikan gabus meliputi 5 tahap, yaitu membentuk daerah kekuasaan, membuat sarang pemijahan, proses kawin, memijah dan meletakkan telurnya pada sarang, dan menjaga telurnya.
** Memilih Induk
Induk ikan gabus umumnya dikumpulkan dari alam sebab perlu waktu yang lama dan pakan yang sangat banyak untuk menghasilkan induk di kolam.
Ciri induk  ikan gabus yang berkualitas
Betina : Badannya berwana lebih gelap.Bercak hitam lebih banyak. Papila urogenital berbentuk tonjolan memanjang yang lebih besar. membundar, warnanya memerah saat menjelang memijah. Ukurannya lebih kecil dibandingkan yang jantan pada umur yang sama.Berbadan sehat.Dewasa.
Jantan : Badannya berwana lebih terang.Bercak hitam lebih sedikit.Papila orogenital berbentuk segitiga, pipih, dan kecil.Pada umur yang sama ukurannya lebih besar daripada betina.Berbadan sehat.Dewasa.
** Penetasan Telur dan Perawatan Benih
Telur ikan betutu berbentuk lonjong, transparan. Ukurannya sangat kecil, kira-kira hanya bergaris tengah 0,83 mm. Telur tersebut melekat pada dinding sarang. Setelah kontak dengan air selama 10-15 menit, membran vitelinya akan mengembang terns dan panjang telur meningkat sekitar 50 % hingga telur berukuran 1,3 mm.
Penetasan telur dilakukan di akuarium dengan mengangkat sarang pemijahan yang telah berisi telur. Sebuah sarang pemijahan bisa ditempati oleh sepasang induk, tetapi bisa juga ditempati beberapa ekor induk. Kapasitas akuarium sebaiknya minimal 60 liter. Untuk menjamin proses penetasan, diberi aerasi agak kuat, dan ditetesi beberapa tetes
Malachytgreen atau Metilen blue untuk mencegah jamur (fungi). Telur yang terserang jamur akan tampak putih berbulu dan sebaiknya segera disifon agar tidak menulari telur yang lain.
Jumlah telur dalam setiap sarang berkisar 20.000- 30.000 butir. Telur tidak menetas dalam waktu yang bersamaan. Biasanya, penetasan berlangsung 2-4 hari. Setelah telur menetas, kekuatan aerator dikurangi. Adapun persentase telur yang menetas antara 80—90%.
** Pendederan
Pendederan dimaksudkan untuk memelihara larva yang baru menetas dan sudah habis kuning telurnya (yolk sack) ke dalam kolam untuk memperoleh ikan yang seukuran sejari (fingerling). Pendederan biasanya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu pendederan I dan pendederan II.
Pendederan I dilakukan di dalam bak atau kolam yang lebih kecil, berukuran 5 m x 2 m dengan kedalaman 1 m. Kolam ini dipasangi hapa dengan ukuran mata 500 mikron (0,5 mm) yang berukuran 100 cm x 75 cm dan tinggi 60 cm.
Banyaknya hapa yang dipasang tergantung benih yang akan ditebar. Kepadatan penebaran di dalam hapa pada pendederan I yaitu 30.000 ekor /m2 atau 3o ekor/liter air. Jadi, ke dalam bak tersebut dapat ditampung sebanyak 100.000-150.000 ekor larva, hasil dari 3-5 buah sarang, dengan kedalaman air 50 cm. Lama pemeliharaan di dalam pendederan I ini yaitu 2 bulan. Dengan pakan yang disuplai dari luar, akan dihasilkan benih seukuran 1-2 cm dengan tingkat hidup mencapai 20%.
Untuk pendederan II, dibutuhkan kolam yang luasnya 50 m2 dengan ukuran 5 m x 10 m dan kedalaman kolam 0,7 meter. Kolam dipupuk dengan kotoran ayam sebanyak 0,5-1,5 kg /m2, tergantung dari kesuburan kolam. Lama pemeliharaan di pendederan II yaitu 4 bulan dan akan dihasilkan benih ikan berukuran 10 cm (30-50 g) dengan tingkat kehidupan bisa mencapai 100%.
** Pembesaran
Pembesaran dimaksudkan untuk menghasilkan betutu berukuran konsumsi. Kolam yang dibutuhkan seluas 200-600 m2.usahakan  kolam memperoleh air barn dengan konstruksi pematang kolam dari tanah dengan terlebih dahulu dipastikan tidak bocor. Idealnya, kolam
dengan pematang yang ditembok. Di dalam kolam ditempatkan beberapa tempat persembunyian berupa ban bekas atau dawn kelapa karena ikan gabus menghendaki lingkungan yang agak remang-remang.
terlebih dahulu kolam dipupuk dengan kotoran ayam dengan dosis 0.5-1.5 kg/m2. Kolam diairi dengan air yang sudah lewat saringan. Untuk benih berukuran 100 g dapat ditebarkan 20 ekor/m2, sedangkan yang berukuran 175 g dapat ditebarkan sebanyak 8 ekor/m2. Dalam tempo 5 bulan, benih yang beratnya 100 g dapat tumbuh menjadi 250 g/ekor, sedangkan yang berukuran 175 g dapat mencapai berat 400 g/ekor selama 6 bulan.

Sumber : peluangusaha-oke.com

Perlukah Pencatatan & Pembukuan Usaha dalam Beragribisnis


Usaha  dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mencapai kesejahteraan, yakni dalam memenuhi kebutuhan materil & spiritual dimana kebutuhan materildapat dipenuhi melalui perolehanpendapatan (income), sementara kebutuhan spiritual dapat terpenuhi apabila pelaku agribisnis dapatmemenuhi kebutuhan & kepuasan konsumen. Untuk itu agribisnis harus dikelola secara benar agar kinerja usahamempunyai tingkat efisiensi yang tinggi. Hal ini dapat diukur melalui analisisusaha / bisnis dari data-data yang tercatat. Ya..tentu saja diharapkan secara lengkap.

Pencatatandan pembukuan usaha dalam agribisnis merupakan bentukpengukuran tertulis dari tingkat keberhasilan usaha. Maka dari itu dua hal ini mutlak diperlukan.
Nah apa pula sebenarnyaperbedaan dari keduanya. Mari kita bahas.

Pencatatan usaha sendiri merupakan serangkaian kegiatan untuk mencatat semua aktivitas
usaha yang dapatdigunakan sebagai bahan laporan, sementaraitu Pembukuan usaha merupakan suatu rangkaiankegiatan dalam mencatat semua perubahan atau transaksiyang telah dilakukan  baik menyangkutuang atau barang-barang berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan gunakelancaran usaha tersebut

Lantas, apa saja jenisdan macam pencatatan usaha tersebut? Berikut penjelasannya saya tuangkan secaradetail.

Macam-macam Pencatatan Usaha

1. Pencatatan Data Inventaris, yaknimencatat seluruh inventaris yang dimiliki suatuperusahaan agribisnis pada waktu tertentu; menilai masing-masing inventarisuntuk membantu dalam menetapkan kekayaan (assets) dan hutang (leabilities);membandingkan nilai inventaris pada tahun sekarang dengan tahun sebelumnya;sebagai bahan untuk membuat pencatatan neraca (balance sheet) untuklaporan  usaha.
  
2. Pencatatan Data Produksi,merupakan mencatatkegiatan-kegiatan dalam proses produksi, yaitu: tenaga kerja yg digunakan; jumlah produksi; bagian produksi yangdikonsumsi sendiri dan membandingkan jumlah produksi saat ini dengantahun-tahun sebelumnya.

Produksiusaha pertaninan selalu dicatat dalam satuan. Pencatatan dalam bentuk fisikmerupakan ciri dari catatan ini yang menunjukkan jumlah produksi; jumlah bahan/ sarana produksi yang digunakan serta memberikan keterangan untuk persiapansuatu perencanaan usaha. Dalam jangka pendek, catatan produksi ini sangatpenting untuk memilih tanaman / ternak / komoditi apa yang baik untukpengembangan usaha.

Beberapajenis pencatatan ini antara lain :
-         Catatan Produksi Tanaman.yang dicatat dalam buku sederhana tentang jenis komoditi, lahan /  tempat, biaya produksi/input &produksi/output.
-         Catatan Pengolahan Tanah yang mencatat tentang waktu, alat, tenaga kerja dan biaya-biaya            yang dikeluarkan.
-         Catatan Ternak yaknipencatatan-pencatatan tentang peningkatan  produktifitas         dan  untuk seleksi.
-         Catatan Tenaga Kerja yang dapatdibuat harian, jumlah tenaga kerja, jenis (Laki-laki, perempuan, anak-anak),biaya tenaga kerja (keluarga / upahan)     dan peralatan yang digunakan.
-         Catatan Pakan yakni volumepakan yg diberikan harus dicatat dengan tepat karena pakan merupakan bagianyang terbesar untuk kebutuhan ternak
-         Catatan Pemakaian Produksi Usaha yaitu berisi catatan pembelian & penjualan produksi usaha,jumlah pemakaian. Perubahan pada inventaris perlu tercatat dengan baik.

3. Pencatatan Data Keuangan
Macam macamnya adalah
-         Catatan bukti transaksibisnis, merupakan dokumen asli bahan utama berupa “ slip “ ataubukti-bukti penjualan; penerimaan; cek; faktur-faktur; kartu jam kerja;rekening; dsb.
-         Jurnal, adalah catatan semuatransaksi bisnis dalam urutan kronologis, perkiraan berjalan (runningaccount) dari transaksi kegiatan sehari-hari. Disebut juga sebagai catatanawal untuk    bisnis (book of originalentry).
-         Buku Besar , disebut jugaperkiraan / rekening (account).  Perkiraanadalah: catatan terpisah untuk setiap kategori informasi, misal:mengenai aktiva (assets); kewajiban / pasiva (leabilities);informasi tentang pendapatan dan beban. Pemindahan dari jurnal ke buku besardisebut pemosan (posting) dan untuk jangka yang teratur.


Pembukuan Usaha
1. Neraca, merupakan ikhtisardari semua hak milik hutang dan penanaman modal yang telah dilakukan olehpemilik dalam bisnis. Neraca terdiri dari 3 komponen, yaitu: komponen yangmenggambarkan kekayaan (assets/aktiva); yg menggambarkan semua hutang (leabilities/ pasiva); selisih antara kekayaan dan hutang (nilai bersih / saldo).
-  Assets lebih besar dari hutang : saldo positif danmerupakan kekayaan bersih perusahaan (owner’s equity).
-  Hutang lebih besar dari assets : maka nilai bersihdisebut saldo negatif (perusahaan defisit).
 - Saldo disimpan disebelah neraca yang jumlahnya lebih kecil,untukmenjadikan neraca seimbang.

 Bentuk neraca
a.  Bentuk Staffel  (satu halaman), dimana daftar harta (kekayaan), hutang  dan  modal  tersusun secara berurutan dari atas kebawah.
b.  Bentuk Skontro (duahalaman), dimana daftar harta (kekayaan) sebelah kiri / debet,daftar hutang dan modal di sebelah kanan/ kredit.

2. Laporan Laba-rugi, adalahringkasan dari semua penerimaan ditambah keuntungan dikurangisemua pengeluaran ditambah kerugian, sama dengan pendapatan bersih/ kerugian bersih dalam jangka waktu tertentu, contoh terlampir.
Laba merupakantolok ukur utama atas efisiensi manajemen.

3. Laporan arus tunai, disebut jugalaporan arus sumber dan pemakaian uang, catatan keluar masuknya uang oleh transaksi-transaksikeuangan selama waktu tertentu, terdiri;

a.     Arus masuk tunai .
sumber berasal dari hasil-hasil penjualanproduk dan pembayaran-pembayaran dari pemerintah (dana subsidi); hasilpenjualan barang-barang produksi; pendapatan dari sumber luar pertanianseperti:       bunga modal, deviden danupah; penjualan kertas berharga; pinjaman dan   modal milik pribadi dariluar perusahaan agribisnis.

b.     Arus keluar tunai .
sumber berasal dari biaya operasional; investasimodal seperti:    tanah, bangunan dsb;pembelian kertas-kertas berharga; pembayaran hutang uang; pengeluaran uangtunai untuk konsumsi, pajak,   pembayarandeviden, bunga; penarikan modal milik pribadi untuk   hadiah dan liburan,dsb.

Belajar dari Pelaku Agribisnis Dadakan di Pasa Pabukoan


Oleh : ICHSAN KURNIAWAN

Ketika bulan Ramadhan memang bulan yang penuhrahmat. Betapa tidak, selain secara rohani merupakan salah satu bulan sakralyang menyediakan kesempatan/ momen meningkatkan derajat diri di mata Allah,memperbaiki hubungan sesama manusia (hambluminannas) serta mensucikan diri darisegala dosa yang pernah dilakukan di masa dahulu. Ketika bulan suci datang, selainhal tersebut bulan ini juga memberikan rahmat lain. Kehadiran pasapabukoan di bulan Ramadhan telah membuka peluang bisnis dadakan,termasuk bidang agribisnis. Pasa pabukoan sendiri yakni pasar dadakan yangmenjual beragam jajanan baik segar maupun olahan. Istilah pasa pabukoan sendirimerupakan istilah urang awak (orang Minang) dalam menyebut pasar kaget ini yangditemui merata di mana pun di Indonesia.
Seperti kita ketahui bahwa agribisnis tersebutdidefinisikan sebagai semua aktifitas mulai daripengadaan sarana produksi sampai dengan pemasaran produk yang dihasilkan olehusahatani dan nelayan serta agroindustri yang saling terkait satu sama lain. Jadi azaz agribisnis sendiri mulai daripenyediaan sarana produksi, kegiatan usaha tani sendiri, pengolahan hasilhingga penyediaan jasa layanan.
Bila kita perhatikan, di pasa pabukoan memangmacam ragam jualan yang disajikan. Walaupun pasa pabukoan memang lebih identikdengan jenis-jenis bubur misalnya saja cindua, bubua campua, kampiun, dalimo danlain-lain. Namun saat ini yang namanya pasa pabukoan telah menawarkan lebih darisekedar bubur-buburan. Varian panganan pilihan mulai dari samba (lauk),gorengan, kue-kuean hingga aneka minuman seperti jus buah juga ikut nimbrung.
Disini lah peluang agribisnis dadakan bisa kitalihat cukup terbuka karena bisa dipastikan pasa pabukoan ini jarang sekalilengang. Banyak pilihan peluang yang bisa dilirik berkait dengan sektorpertanian atau peternakan yang selama ini masih dilakukan pedagang tulen. Artinyaselama ini jarang sekali keluarga petani atau peternak juga melakukan kegiatan off-farm(khususnya pengolahan hasil). Petani atau keluarga tani kita cenderung berkutatpada proses menghasilkan produk pertanian sampai panen saja (on-farm).Pola ini yang menjadi tuntutan dalam mensejahterakan petani saat ini bahwapetani dituntut punya naluri bisnis, bukan hanya sebagai pelaku usaha tani.
Kita ambil contoh saja pedagang buah keliling yanghanya mengambil keuntungan jualan dengan melakukan jasa  pengupasan dan pemotongan terhadap buah sepertinenas, sawo atau pepaya. Buah misalnya pepaya yang sedianya dibeli sehargatujur ribu rupiah, nilainya di tangan pedagang buah keliling bisa menjadi enambelas hingga dua puluh ribu rupiah. Hal yang sama juga bisa kita dapati padapedagang jus buah. Hanya dengan memberikan sentuhan tambahan terhadap buahseperti wortel, pepaya maupun jeruk, nilai ekonomisnya bisa meningkat duasampai tiga kali lipat.
Kalau kita cermati, di luar bulan ramadhan sendirisebenarnya mulai maraknya pedagang makanan olahan hasil pentanian tersbut.Beragam produk yang ditawarkan bisa kita lihat di pasar-pasar dan ini jugatergantung kreatifitas masing-masing. Sebut saja beragam produk tersebutseperti pisang keju, jamur crispy, tiram goreng (tireng) dan beragam minumanseperti tebu panggang atau pun macam-macam jus buah.
Terlepas dari bulan Ramadhan atau tidak,sebenarnya peluang tersebut tetap terbuka. Namun memang menuntut kemauan dankekreatifitasan keluaraga petani dalam melakoninya.
Dan hal ini sejalan dengan harapan pemerintah ProvinsiSumatera Barat khususnya Kabupaten Agam melalui banyak program terkaitpertanian seperti Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP), Pengembangan UsahaAgribisnis Pedesaan (PUAP), Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Usaha Mikro danKecil dan lainnya yang juga disinkronkan dengan beberapa dinas terkait bahwa semualebih dititik beratkan bagaimana merangsang gairah petani dalam kegiatan agribisnissecara menyeluruh dan tidak terpaku hanya pada on-farm. Dengan penambahan jamkerja efektif petani kita dari 3,5 jam/hari menjadi 8 jam/hari dengan minimal 3jenis usaha, maka diharapkan penghasilan petani dapat meningkat dan akhirnyapensejateraan petani dapat diwujudkan.