Tampilkan postingan dengan label kiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kiat. Tampilkan semua postingan

Jeli memilih model agar bisnis tepat sasaran

KIAT BERBISNIS


Jeli memilih model agar bisnis tepat sasaran

JAKARTA. Banyak cara meraup cuan dari dunia maya. Jika jeli, ada beragam model bisnis online yang sudah jalan dan sebagian bisa ditiru dengan sedikit perubahan, atau sekadar menjiplak. Meski semuanya menjanjikan keuntungan, belum tentu realisasinya semudah itu.
Setiap model bisnis punya cara penanganan berbeda. Para pionir mungkin bakal menikmati keberhasilan sekaligus risiko kegagalan di awal. Tapi, para penjiplak model bisnis juga tidak kalah besar risikonya jika tidak mampu menunjukkan sesuatu yang beda dari model bisnis yang sudah ada.
Berikut ini garis besar tiga model bisnis online yang sudah sering digunakan dan sebagian sukses dan bertahan.
Jualan produk
Bisnis paling jamak di dunia maya adalah berjualan. Produknya terserah Anda, mulai buku elektronik, aplikasi perangkat lunak (software), produk elektronik, hingga barang bekas. Prinsipnya, Anda harus jeli melihat kebutuhan pasar. Paling gampang memang meniru jenis yang sudah sukses. Tapi, Anda juga bisa membidik ceruk pasar yang belum tergarap pemain lain.
RajaGPS.com contohnya. Menurut Arianto Furiady, Direktur RajaGPS.com, saat mendirikan bersama beberapa teman sekitar tahun 2008, modalnya hanya Rp 500.000 untuk membuat situs penjualan alat navigasi GPS (global positioning system) buatan China. "Tantangannya merawat dan merapikan toko serta rajin
mengunggah foto barang baru dan info lengkapnya," ujarnya.
Jika ingin lebih murah lagi, tak perlu membuat situs khusus. Anda bisa memanfaatkan beberapa situs mal online seperti BliBli.com, Ebay.com, Plasa.com, atau beberapa situs jejaring sosial seperti Multiply.com. Beberapa dari mereka mematok fee transaksi ke anggotanya. Tapi, ada juga yang gratis.
Mau lebih murah atau tanpa biaya lagi? Coba manfaatkan modal memiliki jaringan seperti Facebook, Twitter, atau komunitas (Yahoogroups.com), Anda juga bisa memulai bisnis ini dengan modal kecil. Targetnya sudah jelas, Anda juga sudah dikenal atau dipercaya.
Bisnis iklan
Model bisnis online yang cukup marak juga adalah mengincar pengiklan. Beberapa yang terkenal antara lain model iklan baris, paid to click (PTC), paid per click (PPC), paid to survey (PTS), affiliate marketing, dan paid to review (PTR).
Selain harus bermodal situs, entah blog atau website dengan nama domain khusus, Anda juga harus memastikan pengunjung situs cukup banyak. Beberapa situs jejaring sosial seperti Multiplay dan mal online seperti TokoBagus.com mendongkrak jumlah pengunjung untuk mengincar pengiklan besar. "Saingan utama kami adalah Kaskus.us dan Tokobagus.com," ujar Daniel Tumiwa, Country Manager Multiply Indonesia.
Pendapatan dari model bisnis PTC, PPC, PTS, dan PTR didapat dari jumlah klik iklan dalam situs. Di PTC dan PPC, pengiklan akan membayar Anda sesuai jumlah klik, Anda juga harus membayarkan sebagian lagi ke pengeklik. Tarif PTC di Indonesia sekitar Rp 10–Rp 300 untuk tiap klik iklan.
Affiliate marketing juga hampir mirip. Bedanya, inti sistem ini membantu memasarkan suatu produk tanpa harus membeli produk tersebut. Anda berdiri di tengah-tengah antara penjual dan pelanggan.
Sementara mekanisme PTS dan PTR, Anda seperti punya toko jasa survei dan review (ulasan) produk. Anda membayar setiap pelanggan yang memberikan ulasan atau survei dari form Anda sediakan. Keuntungan jasa ini biasanya datang dari mitra atau perusahaan penebar survei dan pemilik merek besar. Anda bisa menetapkan fee setiap survei atau review dari pemasangan iklan.
Unggah dan unduh
Belakangan juga marak model bisnis online yang menyediakan fasilitas unggah dan unduh data, termasuk penyimpanan fail (file) atau dokumen. Contohnya, 4Shared, Rapidshare, dan Ziddu.com.
Fitur standar memang digratiskan. Tapi, jika ada pelanggan yang ingin lebih, ada tarif yang harus dibayar. Ada produk premium jasa penyimpanan file yang mematok tarif US$ 6,5 sampai US$ 90 per bulan selama satu tahun atau tergantung dari lamanya berlangganan.
Selain modalnya besar lantaran harus menyewa server, saat ini, model bisnis ini sedang tertekan oleh aksi melawan pembajakan. Situs seperti ini dianggap pendukung pembajakan.
Memegang prinsip bisnis
Meski model bisnis online beragam, ada beberapa prinsip yang benar-benar harus Anda pegang saat memulai. Pertama, tak melanggar etika atau hukum. Kedua, apa pun bisnisnya, jika Anda serius, harus ada modal. Bisnis online tak harus bermodal besar. "Tetapi jika Anda berpikir mau berbisnis tanpa modal, itu tidak bagus," ujar Daniel Tumiwa.
Ketiga, keseriusan dan keuletan. Ketekunan dalam mengelola dan membesarkan bisnis sifatnya wajib. Bisnis tak bisa besar sendiri. Anda harus membesarkan dan merawatnya. Keempat, gunakan semua bentuk pemasaran alias platform dalam berbisnis, mulai jejaring sosial, aplikasi telepon genggam, hingga media cetak atau televisi.
Pendiri sekaligus orang nomor satu di TokoBagus.com Arnold Sebastian Egg menambahkan, jika ingin sukses di bisnis ini, ada tiga hal penting lain yang harus diperhatikan. "Mendengarkan user, menampung keinginan user, dan menjaga hubungan dengan user," ungkapnya.

Sumber:
http://personalfinance.kontan.co.id/news/jeli-memilih-model-agar-bisnis-tepat-sasaran/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Mesti pintar cari tambahan dan mengatur keuangan

KIAT KOCEK

Mesti pintar cari tambahan dan mengatur keuangan

Mesti pintar cari tambahan dan mengatur keuangan JAKARTA. Kebutuhan hidup bulanan terpenuhi, tak punya cicilan utang, dan mempunyai alokasi dana untuk investasi, tentu menjadi dambaan sebagian besar orang. Untuk mewujudkan itu semua, jelas, pemasukan harus lebih gemuk dari hitung-hitungan pengeluaran. Bagi karyawan, baik swasta maupun pemerintah, kenaikan gaji menjadi jalan keluar yang diharapkan untuk memperbesar porsi pemasukan.
Perencana keuangan menyebut, idealnya kenaikan gaji setidaknya dua kali besaran inflasi tahun tersebut. Jadi jika prediksi inflasi tahun ini 4,5%, idealnya kenaikan gaji karyawan adalah 9%. Lantas apa yang harus dilakukan jika kenaikan gaji di bawah inflasi?
Jika perusahaan memang mentok tak bisa mengatrol kenaikan gaji sesuai inflasi, jangan buru-buru memutuskan pindah kerja. Masih ada pilihan lain: Anda mengatur ulang arus pemasukan dan pengeluaran. Pasalnya, mencari pekerjaan baru dengan harapan mendapatkan gaji lebih pun tak semudah membalikkan telapak tangan.
Evaluasi keuangan
Perencana keuangan dari One Consulting M. Andoko menyarankan agar Anda mengamankan keuangan dulu. Mau tak mau, Anda harus lebih mengencangkan ikat pinggang dan mengerem gaya hidup yang menguras finansial. “Pengeluaran itu kontrolnya ada pada diri kita sendiri,” katanya.
Pengeluaran yang bisa ditekan, misalnya, adalah biaya makan. Jika biasanya Anda membeli makan siang, tak ada salahnya, kini lebih sering membawa bekal sendiri.
Biaya transportasi juga bisa diperhitungkan untuk dikempiskan. “Kalau biasanya ke kantor naik mobil sendiri, sekarang bisa bareng dengan teman sehingga biaya bensin dan tol bisa diatur bersama,” kata Mike Rini Sutikno, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi.
Perencana keuangan dari TGRM Financial Planning Services Taufik Gumulya menjelaskan, rumus dasar pengelolaan keuangan keluarga yang sehat adalah cicilan utang tak lebih dari 30% dan besaran investasi 10% dari total penghasilan bulanan. Semakin kecil persentase cicilan utang dan semakin besar persentase investasi, tentu makin baik. Dengan mengetahui rumusan tersebut, Anda bisa mengukur sejauh mana tingkat kesehatan keuangan Anda.
Menambah penghasilan
Selain mengendalikan pengeluaran, para perencana keuangan juga menyarankan Anda mulai mencari sumber pendapatan baru di luar pendapatan utama. Berikut detail saran dari para perencana keuangan itu:
Melirik keranjang investasi
Sebaiknya, Anda mencari keranjang investasi untuk investasi jangka pendek saja atau sampai tiga tahun. Meski dari sisi return, biasanya, kalah jauh ketimbang keranjang investasi jangka menengah dan panjang, setidaknya, risikonya tidak besar dan relatif lebih likuid.
Anda tentu tak ingin duit yang Anda benamkan justru ajrut-ajrutan nilainya bukan? Padahal duit tersebut diharapkan bisa dicairkan sewaktu-waktu jika diperlukan untuk menambal penghasilan utama yang tak maksimal.
Pilihan keranjang investasi para perencana keuangan adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, dan obligasi ritel. “Investasi tersebut masih bisa diandalkan untuk menghasilkan return di atas 7% atau di atas target inflasi 4,5%,” kata Andoko. Untuk besaran investasinya, Taufik tetap bilang 10% dari penghasilan.
Kerja tambahan
Mencari pekerjaan sampingan juga bisa menjadi alternatif Anda mencari pendapatan tambahan. Saran Andoko dan Mike, carilah pekerjaan tambahan yang sesuai dengan kegemaran. Tujuannya agar Anda tak terlampau tegang melakoninya. Maklum, dengan mencari pekerjaan tambahan, otomatis, Anda harus membagi konsentrasi lebih banyak lagi. Jangan sampai, gara-gara kerja tambahan, pekerjaan utama lalu dilakukan asal-asalan.
Misalnya, Anda hobi fotografi. Maka, tak ada salahnya Anda menawarkan jasa fotografi di waktu senggang, misalnya, saat akhir pekan. Atau, bagi Anda yang mempunyai gairah besar dalam pendidikan, mencari pekerjaan tambahan dengan memberikan kursus, les privat, hingga mengajukan diri menjadi pengajar tamu di sebuah instansi pendidikan pun bukan hal yang mustahil. Begitu pula, Anda yang hobi dengan komputer, bisa saja membuka jasa servis komputer.
Bisa dibilang, upaya untuk mencari kerja tambahan tersebut tak butuh modal besar. “Hanya memanfaatkan keahlian yang ada saja,” kata Mike.
Membuka usaha
Untuk Anda yang mau repot, membuka usaha bisa menjadi pilihan mencari nafkah tambahan. Namun, para perencana keuangan mengingatkan, risiko pilihan ini sangat besar. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mencoba membuka usaha. “Sebanyak 90% pengusaha pemula mengalami kegagalan ketika membuka usahanya,” kata Taufik.
Indikator kegagalan usaha, menurut Taufik, yakni jika hingga enam bulan usaha tak kunjung mendatangkan untung. Atas dasar itulah, Taufik mengatakan, idealnya seorang pengusaha yang akan membuka usaha setidaknya memiliki tiga kali modal. Jadi ketika usaha gagal hingga bulan keenam, dia masih bisa meneruskan usaha hingga setahun ke depan.
Mengenai modal, para perencana keuangan menyarankan agar Anda mengutamakan pinjaman lunak, seperti dari keluarga atau teman. Jika tak memungkinkan, bisa saja mengambil pinjaman dari bank. “Tapi harus dihitung benar tentang kemampuan mencicil. Jangan sampai justru menggerus pemasukan utama bulanan,” wanti-wanti Mike.
Sementara untuk usaha yang dikembangkan, para perencana keuangan menyarankan agar Anda mempelajari benar usaha yang dipilih; termasuk mempelajari cara pemasaran yang jitu dan melihat potensi pengembangannya.
Kalau tak mau repot, membeli waralaba bisa jadi pilihan yang menyederhanakan kerepotan tersebut. Soalnya, pemilik waralaba biasanya sudah mempunyai penghitungan rinci tentang proyeksi pendapatan dan balik modal. “Tapi, tetap harus selektif saat memilih waralaba karena tak semua waralaba menjanjikan keuntungan seperti yang tertuang dalam perencanaan keuangan mereka,” kata Andoko.
Para perencana keuangan juga berpesan, Anda harus total mengelola usaha itu meski hanya usaha sampingan. Siapa tahu dengan keseriusan Anda, usaha tersebut justru menghasilkan pendapatan lebih besar dari pendapatan utama.
Menyewakan properti
Kalau kebetulan rumah Anda cukup besar atau Anda memiliki lebih dari satu rumah, menyewakan rumah bisa dilakukan. Bahkan, Taufik mengatakan, jika Anda mempunyai tabungan lebih yang bisa digunakan sebagai uang muka untuk membeli properti, membeli properti untuk disewakan juga bisa Anda pertimbangkan. Dengan catatan, setelah uang digunakan untuk membeli properti, masih ada dana cadangan lebih dalam di brankas.
Agar gampang dilirik penyewa, saran para perencana keuangan, pilihlah lokasi yang strategis. Jika berada di tempat yang strategis, kemungkinan besar, Anda bisa menyewakan dengan harga yang cukup tinggi. Potensi kenaikan harganya pun baik. “Tentu yang diharapkan uang sewa bisa menutup cicilan rumah dan menyisakan hasil untuk pendapatan tambahan,” kata Taufik.
Sekarang pilihan ada di tangan Anda. Mana sumber pendapatan tambahan yang akan Anda pilih?
#Pertimbangan finansial jika mencari kerja

Jika pada akhirnya Anda memutuskan untuk mencari pekerjaan baru, para perencana keuangan menyarankan agar Anda bisa melakukan negosiasi yang baik dari sisi finansial. Tujuannya tak lain adalah agar Anda mendapatkan gaji lebih besar daripada yang didapat sebelumnya sehingga keuangan Anda bisa lebih sehat.
Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno menyarankan, besaran gaji yang sebaiknya Anda perjuangkan adalah 20% lebih tinggi dibandingkan gaji yang diterima sebelumnya. Tentu saja, Anda juga harus mencari informasi tentang potensi kenaikan gaji per tahun serta indikator apa saja yang menentukan kenaikan tersebut.
Perencana keuangan One Consulting M. Andoko mengingatkan, ketika menghitung peningkatan gaji, sebaiknya, Anda juga memasukkan bonus di luar gaji bulanan dan tunjangan hari raya (THR). Jadi, besaran gaji bulanan Anda adalah jumlah semua uang yang diterima dalam setahun dari perusahaan dibagi 12. “Soalnya ada perusahaan yang mungkin gajinya tak terlalu besar tapi sering memberikan bonus,” kata Andoko beralasan.
Di luar gaji, sejumlah fasilitas pun harus menjadi pertimbangan. Sebut saja tunjangan kesehatan, dana pensiun, serta uang makan dan transportasi. Semakin jauh jarak rumah Anda ke perusahaan yang baru, biaya transportasi akan semakin mahal. Artinya, bisa saja, Anda nombok. Oh, iya, pertimbangkan pula berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk diangkat sebagai karyawan tetap.
Anda tentu tak mau berlama-lama menjadi karyawan magang dan menerima gaji tak sampai 100%. Sementara, ekspektasi Anda adalah mendapatkan gaji yang nilainya bisa memperkecil rasio cicilan utang dan memperbesar rasio investasi.

Sumber:
http://personalfinance.kontan.co.id/news/mesti-pintar-cari-tambahan-dan-mengatur-keuangan

Kiat Amankan Aset dari Inflasi

Views :537 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 19 Februari 2012 16:01
Ini dia bahaya yang diam-diam yang akan menggerogoti kekayaan Anda: inflasi. Bayangkan, ketika Anda berpikir tabungan Anda akan aman-aman saja berada di bank, sejatinya bahaya inflasi tetap mengintai. Perhitungannya sederhana saja. Bila inflasi dalam setahun mencapai 10 persen, bandingkan dengan bagi hasil yang Anda peroleh di bank. Boleh jadi, angkanya masih jauh dari 10 persen dalam setahun.
Mulai cemas? Sebenarnya tidak perlu bila kita mau mulai melirik instrumen investasi. Yang paling sederhana dan terbilang paling kuno adalah emas. Budi Raharjo, perencana keuangan independen dari One Consulting, mengungkapkan bahwa emas adalah salah satu bentuk investasi pelindung nilai. Maksudnya, kenaikan harga emas atau logam mulia (LM) biasanya lebih tinggi dari inflasi per tahun. Dengan begitu, LM bisa dilirik untuk menjadi tabungan masa depan karena sangguh mengalahkan inflasi. Tapi, jangan juga buru-buru borong LM.
Investasi, ungkap Budi, perlu berdasarkan pertimbangan matang dan pengetahuan cukup. Jangan jadi investor emosional yang ikut-ikutan karena sedang tren, ucapnya.
Memang, LM bisa menjadi investasi jangka panjang. Namun, investasi yang berlebihan di LM juga bisa merugikan. Maksud Budi, bukan dalam bentuk menumpuk LM. Ada beberapa produk turunan emas yang membutuhkan pengamatan lebih jeli, sambung dia.
Produk emas yang bersifat spekulatif sebaiknya dihindari. Ini karena produk spekulatif mengandung risiko utang berlebihan hingga mungkin tidak terbayar. Yang harus diketahui, harga LM berkembang mengikuti kondisi pasar juga politik dan ekonomi di dalam maupun luar negeri. Faktor yang memengaruhinya beragam hingga sulit memprediksi harga LM secara spesifik di bulan atau tahun tertentu.
Pembelian produk LM yang spekulatif ini membuat calon pemiliknya jadi berharap bahwa harga LM akan naik di kemudian hari sehingga utangnya bisa terbayar sebab kenaikan harga LM itu.
Selain emas, masih ada lagi instrumen investasi yang tidak kalah menarik untuk dicermati: reksadana. Menurut perencana keuangan Safir Senduk, reksadana adalah jenis investasi surat berharga yang sangat cocok bagi masyarakat menengah dan bawah sekalipun. Produk investasi ini adalah pecahan dari saham, sehingga pembeliannya pun bisa lebih sedikit. Ini artinya membeli reksadana tidak harus harus 500 lembar atau satu lot seperti pada saham.
Membeli surat berharga dengan jumlah yang kecil seperti reksadana, hanya membutuhkan investasi yang kecil. ''Dengan uang hanya Rp 200 ribu masyarakat sudah bisa melakukan investasi dengan membeli reksadana,'' ujarnya.
Produk investasi surat berharga, tutur Safir, kurang mendapat perhatian di masyarakat. Hal ini karena sebagian besar masyarakat masih menilai produk investasi ini hanya bisa dilakukan orang-orang kaya. ''Paradigma inilah yang harus diubah,'' jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan konsultan investasi dari PT Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno. Menurutnya, reksadana lebih diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah karena tidak memerlukan dana yang besar, seperti instrumen investasi lain. Dengan reksadana investor mempunyai berbagai macam jenis surat berharga.
Hanya dengan dana minimal kurang dari Rp 500 ribu, masyarakat sudah bisa membeli unit penyertaan reksadana. Bahkan, secara teori dengan dana Rp 100 ribu pun masyarakat sudah bisa membeli reksadana.
Namun dengan jumlah dana yang minim, pengembalian (return) investasinya juga akan minim, kata Mike. Sedangkan masyarakat yang memiliki kelebihan dana, tuturnya, ada baiknya memahami pilihan instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan deposito. Sebab keuntungan yang didapat akan lebih besar dari reksadana. Bahkan bila berinvestasi di saham, apabila emitennya membukukan keuntungan maka investor akan mendapatkan deviden di setiap tahunnya. Modal minimal yang dibutuhkan untuk memulai investasi ini adalah Rp 5 juta, jelas Mike.
Jadi, jangan mau dikalahkan dengan inflasi. Mari mulai jadi investor, walaupun kecil-kecilan.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/index.php/bina-usaha/49-rencana-bisnis/14553-kiat-amankan-aset-dari-inflasi.html

Modal Non-Uang untuk Bisnis yang Solid

Views :471 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 18 Februari 2012 15:34
business-communityApa yang terlintas dalam pikiran Anda saat kata “modal” diucapkan? Uang mungkin adalah salah satu jawaban yang  sering terpikirkan saat topik modal disinggung. Akan tetapi perlu Anda ketahui bahwa kata modal itu sendiri tidak melulu  hanya seputar uang.

Pengertian “modal” ada bermacam-macam. Namun secara garis besar ada 4 macam modal yang diperlukan seorang entrepreneur dalam membangun bisnis yang solid.

Modal Ekonomi

Modal ekonomi bisa dibagi dua jenis, yaitu modal dana dan modal fisik. Modal ekonomi yang dipertimbangkan bukan saja yang sudah dimiliki tetapi juga yang masih tersimpan dalam bentuk potensi. Modal ekonomi potensial misalnya dapat diperoleh dari mempunyai modal sosial, di antaranya dengan memanfaatkan jejaring sosial di dalam keluarga, teman, maupun jejaring bisnis. Untuk memulai usaha umumnya modal ekonomi yang digunakan dari dana sendiri, keluarga atau teman dekat.


Modal Sosial

Istilah yang lain untuk merujuk pada modal sosial ialah hubungan, relasi, atau koneksi. Ada tiga jenis hubungan sosial yang perlu diperhatikan secara seimbang, yaitu hubungan dalam jejaring yang tertutup dan erat yang menghasilkan  kepercayaan, hubungan yang longgar yang memberikan akses kepada informasi, kesempatan, dan sumber daya baru, dan hubungan dengan pengambil keputusan di masyarakat. Hubungan jenis yang terakhir dimaksudkan untuk mendapatkan perijinan dan kesempatan untuk memanfaatkan peluang.


Modal Manusia

Yang dimaksud dengan “modal manusia” ialah potensi yang ada pada diri seorang individu dan kelompok orang. Ada yang mengartikan lebih fokus ke modal individual. Modal yang berada dalam diri seseorang manusia tidak memiliki wujud konkret. Ada yang mengelompokkannya menjadi 3 kategori yaitu pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

Modal Industri

Istilah ini dapat dirumuskan lebih spesifik menjadi modal tentang pengetahuan atas suatu bidang usaha. Setiap bidang atau jenis usaha memiliki karakteristiknya sendiri, yang berupa peraturan yang tertulis maupun tidak untuk menjadi anggota di bidang usaha tersebut, tingkat kompetisi dan halangan untuk masuk dan keluar dari bidang tersebut.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/index.php/bina-usaha/52-pembiayaan-/14524-modal-non-uang-untuk-bisnis-yang-solid.html

Meramu hobi jadi hoki

KIAT BISNIS

Meramu hobi jadi hoki


Meramu hobi jadi hoki JAKARTA. Novita sudah lama ingin memiliki usaha sendiri. Bahkan, ia telah memiliki dana yang cukup untuk memulai bisnis sendiri meski nilainya tidak besar. Wanita yang bekerja di sebuah perusahaan perdagangan umum ini pun sudah menetapkan bahwa ia akan membuka toko online.

Yang menjadi masalah, sampai sekarang, Novita masih tidak tahu produk apa yang mau ia tawarkan. Ia sempat mempertimbangkan beberapa jenis bisnis yang dirasa menarik, mulai dari jualan barang hingga jasa. Namun, ia tidak yakin bisa menjalankan bisnis tersebut.

Novita bukan orang satu-satunya yang kebingungan dalam menentukan bisnis apa yang akan dijalankannya. Banyak orang yang bingung memutuskan bisnis apa yang sebaiknya dia jalankan. Masalahnya, kalau asal menjalankan bisnis, bisa-bisa bisnisnya malah gagal.

Mencari ide bisnis yang bisa dijalankan memang susah-susah gampang. Menurut para pelaku bisnis yang sudah mapan, ide bisnis bisa ditemukan di sekitar Anda. "Ide berbisnis itu bisa dari hobi, kemampuan, atau pengalaman," kata Yudhi Dwinanto, Direktur Utama Kraukk Indonesia, pengelola www.kraukk.com.

Berikut sumber yang bisa jadi pertimbangan Anda untuk menentukan ide dan model bisnis.

Hobi
Kalau Anda kebetulan menekuni hobi yang produktif, kenapa tidak sekalian mencoba membisniskan hobi Anda tersebut? Selain mempermudah Anda dalam memulai bisnis, tentunya, Anda otomatis sudah mengerti seluk-beluk bisnis yang akan dilakoni.

Dengar saja kisah Elyufial Persansa Dien, pendiri toko kamera online www.daldigital.net. Pria yang akrab disapa Elyudien ini memilih menekuni bisnis ini lantaran ia sendiri memiliki hobi fotografi.
Elyudien mendapatkan ide membuka toko online yang menjual peralatan dan aksesori fotografi setelah ia kerap mengalami kesulitan mencari aksesori untuk keperluan fotografi. "Lama-lama, saya kepikiran kenapa enggak buka toko sendiri saja," kenang dia.

Pada 2007 silam, ia mulai menjajakan alat-alat fotografi melalui online. "Saya pilih online karena pehobi fotografi itu tersebar di seluruh Indonesia," tutur Elyudien. Di 2008, pria ini resmi membuka toko www.daldigital.net.

Selain hobi fotografi, Elyudien juga hobi jalan-jalan. Bela kangan, ia juga membisniskan hobinya yang satu ini. Ia membuka www.daladventure.com, toko online yang melayani paket wisata petualangan.
Kelebihan menjalankan bisnis yang dimulai dari hobi, si pebisnis jadi lebih tahan banting dan bisa menjalankan bisnis ini dengan passion. "Kalau bisnis dari hobi, sepahit apa pun bisa kita telan," tutur Elyudien.

Keahlian
Menekuni bisnis berdasarkan keahlian yang Anda miliki bisa menjadi satu alternatif lain. Contoh gampangnya, kalau Anda mengerti seluk-beluk kendaraan bermotor dan piawai mengutak-atik mesin, Anda bisa mencoba membuka bengkel.

Anda tidak harus memiliki keahlian sendiri, lo. Kalau Anda mengenal orang lain yang memiliki keahlian yang bisa dikembangkan menjadi bisnis, Anda bisa mengajak orang tersebut mengembangkan bisnis bersama-sama.

Hal tersebut dilakukan oleh Yudhi ketika merintis www.kraukk.com, yang menjual makanan seafood olahan. Yudhi mendapat ide memulai bisnis ini setelah menjajal udang tempura olahan salah seorang temannya. Lantaran rasanya yang enak, pria berstatus sarjana hukum ini pun memutuskan untuk menjajakan produk temannya tersebut.

Dengan menekuni bisnis sesuai keahlian yang dimiliki, Anda bisa membuat produk atau jasa yang berkualitas. Ini salah satu kunci keberhasilan. Lihat saja yang dialami Yudhi. Produk olahan seafood yang dijajakan Yudhi laris manis.

Buktinya, awalnya Yudhi hanya memasarkan satu produk, yakni udang tempura. Kini, kraukk.com sudah memiliki 22 jenis produk. "Sekarang dalam seminggu, kami bisa menjual sekitar 100 kilogram dari berbagai jenis," tutur Yudhi.

Pengamatan dan pengalaman

Sudah jamak diketahui, kita bisa mengamati kondisi di sekitar untuk menemukan ide berbisnis. Ambil contoh kisah Bagus Utama, pendiri situs www.rajakarcis.com. Pria yang pernah bekerja di perusahaan teknologi informasi ini mendapat ide memulai bisnis penjualan tiket secara online lantaran melihat di Indonesia masih belum ada ticket box yang melayani penjualan secara online.

Padahal di Malaysia, Filipina, dan Singapura, bisnis serupa sudah berkembang. Bagus pun memanfaatkan peluang ini untuk menggarap bisnis ticket box secara online.

Harus memiliki nilai tambah

Tentu saja, sekadar menemukan ide dan model bisnis yang cocok dengan Anda tidak lantas membuat bisnis Anda sukses. Ada beberapa hal lain yang harus perhatikan bila ingin memulai bisnis online. Pertama, setelah menentukan bisnis apa yang akan Anda jalankan, Anda tetap harus mempelajari potensi pangsa pasar bisnis yang akan Anda jalankan. "Pastikan pasarnya ada," saran Elyudien.

Dari situ, Anda nanti juga bisa mengenali karakter pasar yang Anda incar. Setelah itu, Anda bisa menentukan, bagaimana dan lewat media apa sebaiknya Anda memasarkan produk atau layanan Anda.

Kedua, bisnis online yang Anda jalankan harus unik dan memiliki nilai tambah. "Bisnis online bisa berjalan kalau produk memiliki keunikan dan nilai tambah," papar Amir Karamoy, pengamat wirausaha serta Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI).

Keunikan dan nilai tambah ini bukan cuma bisa ditambahkan pada produk, lo. Kalaupun produk yang Anda jajakan terbilang generik, Anda bisa memberikan nilai tambah melalui layanan Anda.
Ambil contoh Kraukk.com. Toko online yang memajang slogan 'Seafoodnya Indonesia' ini menawarkan layanan antar gratis pada pelanggan di Jabotabek. "Kami membuat kemasan khusus untuk menjaga agar produk tetap beku bila dikirim ke luar kota," ujar Yudhi.

Beda lagi dengan Daldigital.net. Menurut Elyudien, ia memberi nilai tambah dengan cara memberikan konsultasi kepada pelanggan yang ingin membeli produk untuk keperluan fotografi, gratis. "Kebetulan saya hobi fotografi, jadi saya punya pengetahuan di bidang ini," jelasnya.

Ketiga, ada baiknya Anda mengasah kemampuan bisnis Anda. Jangan lupa, setiap bisnis memiliki karakter yang berbeda. Dengan memantapkan kemampuan pemasaran, Anda akan lebih mudah memasarkan produk atau layanan yang ditawarkan, meskipun bisnis yang Anda lakoni sesuai dengan ide dan kemampuan Anda.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memantapkan pengetahuan pemasaran. "Bisa dengan mengikuti seminar atau kelas bisnis dan pemasaran," kata Amir mencontohkan. Selain itu, Anda juga bisa belajar dari buku-buku bisnis dan pemasaran.
Yang paling penting untuk diingat, Anda harus mampu menjaga kepercayaan pelanggan. "Mendirikan bisnis online itu harus sabar dan harus bisa menumbuhkan kepercayaan konsumen," tegas Elyudien. Sudah siap berbisnis?

Sumber:
http://personalfinance.kontan.co.id/news/meramu-hobi-jadi-hoki

8 Kiat Siapkan Keluarga untuk Arungi Dunia Entrepreneurship

Views :1164 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 13 Februari 2012 14:41
Saat Anda memulai sebuah bisnis baru , seluruh anggota keluarga Anda akan terpengaruh dan pengaruh ini tidak selalu berupa dampak positif tetapi bisa juga negatif.  Menjadi seorang entrepreneur merupakan sebuah perjalanan yang menguras tenaga dan waktu. Bisa jadi kehidupan yang Anda jalani sebagai entrepreneur membuat keluarga ikut merasakan tekanan yang berat. Masalah ini diperparah saat anggota keluarga bersikap kurang mendukung dan memusuhi  upaya pendirian usaha baru Anda. Inilah mengapa Anda harus bersikap dan berprilaku profesional sejak pertama kali menjalankan usaha. Keluarga  Anda harus berikan rasa hormat,dukungan dan kepercayaan yang Anda butuhkan agar bisa berhasil.


Meskipun terkesan berlawanan dengan intuisi bisnis, mulailah dengan memiliki sebuah strategi keluar (exit strategy). Hal ini dikatakan oleh Don Schwerzler, seorang pakar bisnis keluarga dan pendiri The Family Business Institute yang berkantor pusat di kota atlanta, Georgia, AS. Dengan kata lain, Anda harus sudah memiliki ancang-ancang bila di masa depan bisnis keluarga yang Anda jalankan akan  diwariskan dari gerenasi ke generasi atau apakah Anda merencanakan untuk pensiun dalam waktu 25 tahun mendatang dan menjual bisnis tersebut pada orang lain. Atau akankah anak-anak Anda saling berbagi aset bisnis jika dijual atau setelah Anda meninggal suatu saat nanti meskipun mereka kelak tak akan bekerja dalam perusahaan yang Anda dirikan? Tak ketinggalan pula Anda harus pikirkan apa yang akan Anda lakukan jika Anda harus bercerai? Anda bisa mulai menyusun rencana jika salah satu kemungkinan itu terjadi. Anda harus menandatangani sebuah perjanjian resmi dan kesepakatan jual beli, demikian papar Schwerzler.

Hal ini mungkin terdengar seperti sebuah upaya perencanaan dan pendokumentasian yang sia-sia saja tetapi Anda tidak pernah tahu bahwa hal itu akan membuat Anda menyesal di masa datang. Akan ada banyak masalah terlepas dari kemungkinan apakah Anda memiliki anggota keluarga yang bekerja dalam sebuah perusahaan. Misalnya, bagaimana jika pasangan Anda memberikan Anda dana untuk modal, apakah uang itu akan dianggap pinjaman usaha? Atau apakah jika pasangan Anda bekerja  secara cuma-cua atau memberikan kontribusi dalam upaya penyempurnaan ide bisnis yang ada. Setelah perusahaan mulai menghasilkan laba, akankah Anda mengembalikan dana yang diberikan oleh pasangan Anda? Akan  lebih mudah jika semua itu dituangkan dalam dokumentasi tertulis yang sah secara hukum.

Jika memang Anda berniat menyiapkan anggota keluarga Anda agar lebih familiar dengan dunia yang akan Anda tekuni, cara-cara berikut ini bisa Anda pertimbangkan untuk gunakan:

Berikut adalah beberapa hal yag bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan anggota keluarga dengan lebih baik dalam menghadapi dunia entrepreneurship yang penuh dengan tantangan.


Dapatkan dukungan keluarga saat mulai berbisnis
Para pakar UMKM mengatakan bahwa tekanan yang utama dalam sebuah rumah tangga yang salah satu atau beberapa anggota keluarganya menjalani profesi sebagai entrepreneur ialah saat anggota keluarga tidak memiliki ekspektasi atau harapan yang sama  dengan yang dimiliki anggota keluarga yang menjadi entrepreneur terkait dengan arah bisnis. Tekanan akan meninggi jika anggota keluarga non-entrepreneur merasa bahwa entrepreneur dalam keluarga mereka hanya berhalusinasi akan mencetak sukses dan laba besar dengan usaha mereka sekarang. Mereka mungkin mentolerir bisnis Anda di fase awal tetapi rasa benci kemudian akan berkembang seiring berjalannya waktu. Jika pasangan Anda tidak yakin bahwa bisnis Anda itu serius, Anda akan berpeluang besar untuk menemui konflik dalam hubungan Anda berdua. Misalnya saja saat Anda harus membeli peralatan untuk bisnis, pasangan Anda harus memahami bahwa pembelian itu adalah kebutuhan dan tidak menganggapnya sebagai suatu pemborosan.


Susun strategi untuk keuangan rumah tangga
Anda harus bersiap dengan keluarga Anda. Akan ada waktu saat Anda akan menderita kerugian, kata Augustus McMillan, seorang konsultan bisnis di Baltimore. Jika pasangan Anda memiliki penghasilan yang memadai untuk menutup pengeluaran rumah tangga, ia mungkin tidak akan terlalu keberatan jika Anda mengalami masa-masa sulit seperti itu. Bila itu tidak mungkin/ tidak disetujui pasangan, cobalah menabung hingga jumlah yang cukup (setidaknya untuk pengeluaran selama setahun sebagai jaring pengaman). McMillan mengatakan,” Sebagian besar keluarga cenderung hidup di atas kemampuan mereka daripada menyesuaikan dengan kondisi keuangan mereka yang sebenarnya. Anda harus pastikan bahw asemua pengeluaran rutin keluarga bisa dilunasi sembari Anda membangun bisnis baru yang solid”.


Pahami pengorbanan apa yang dilakukan keluarga

Penting untuk mendapatkan pemahaman dari keluarga Anda disertai persetujuan mereka mengenai apa yang setiap anggota keluarga harus korbankan (seperti hiburan, liburan, makan di luar dan barang-barang mewah). McMillan menyarankan bahwa kita harus mengetahui sejauh mana Anda akan menggunakan sumber daya keluarga dan aset dalam kondisi yang penuh risiko  dalam bisnis baru Anda, seperti penggunaan rumah keluarga sebagai jaminan untuk pinjaman bisnis atau menggunakan tabungan pensiun Anda. Jika bisnis baru gagal di tengah jalan, tabungan keluarga bisa habis tersedot, rumah Anda disita, dan bahkan dana pendidikan untuk kuliah anak-anak Anda saat pensiun nanti bisa ludes sama sekali. Tentunya itu bukan situasi yang ignin Anda aalami bukan?

Berbicara dengan terbuka pada anggota keluarga
Jika Anda memiliki sebuah bisnis rumahan, bicarakanlah dengan orang yang tinggal dengan Anda, bisa saja pasangan atau saudara Anda. “Mereka mungkin tak tahu sama sekali apa yang sedang terjadi atau seberapa beratnya Anda bekerja setelah mereka meninggalkan Anda di rumah”,” kata McMillan. “Anda tak mau mengarang cerita mengenai apa yang Anda sedang kerjakan. Jadi ajaklah mereka untuk berdiskusi tentang pekerjaan Anda sebagai entrepreneur.Jika Anda mendapatkan seorang klien baru, kemajuan baru dalam bisnis, atau prospek baru yang menjanjikan, jangan lupa untuk berbagi berita itu dengan mereka, meski pada dasarnya mereka tak terlibat secara langsung dengan bisnis yang Anda lakukan sehari-hari. Kita tak tahu kapan ajal menjemput, jadi pastikan keluarga kita mengetahui kondisi sebenarnya bisnis Anda dan apa yang harus dilakukan setelah musibah terjadi.


Adakan pertemuan keluarga rutin
Sama seperti sistem manajemen  profesional untuk bisnis, “Saya rekomendasikan bagi entrepreneur untuk mengadakan sebuah sistem komunikasi yang baik dan solid,” ujar Schwerzler. Anda sebaiknya mengadakan pertemuan keluarga yang terjadwal di tempat yang nyaman untuk berbicara dari hati ke hati.Hindarilah terputusnya komunikasi antara Anda dengan keluarga.

Ajarkan anak-anak Anda mengenai bisnis
Bersikaplah terbuka dan jujur dengan anak-anak Anda mengenai masalah bisnis. jelaskan pada mereka konsep-konsep seperti cash flow, uang yang masuk dan keluar dari perusahaan. Namun jangan paksa mereka untuk bekerja dalam perusahaan, kata McMillan. Memperkenalkan anak-anak sejak dini dengan cara dan seluk-beluk berbisnis dan entrepreneurship bisa menjadi bagian pendidikan yang terbaik bagi mereka dan berguna di masa datang. Libatkan anak-anak dalam diskusi tentang aspek bisnis yang mereka sukai.

Susun rencana bisnis keluarga
Idealnya, Anda ingin menyusun 3 buah rencana: sebuah rencana bisnis keluarga di mana anggota keluarga menentukan semua tujuan keseluruhan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan semua tujuan itu; sebuah rencana individu yang membantu setiap anggota keluarga menentukan tujuan pribadinya sendiri dan bagaimana untuk menyeimbangkan semua kebutuhan itu dengan kebutuhan perusahaan baru dan keluarga; dan rencana bisnis perusahaan yang membahas tentang masalah-masalah seperti kepemilikan dan kendali manajemen, keterlibatan keluarga dalam bisnis, dan arah manajemen bisnis secara umum.

Schwerzler mengatakan rencana keluarga digunakan untuk mengarahkan perusahaan dan mengelola ekspektasi, terutama jika Anda berencana untuk memasukkan anak Anda dan pasangan mereka kelak dalam bisnis.

Seimbangkan kehidupan keluarga dengan kehidupan wirausaha
Menjalankan bisnis dan mengelola rumah tangga bisa terasa sukar.Setiap orang memiliki tingkat komitmen yang berbeda untuk setiap kewajiban tersebut. Namun sangat penting untuk Anda agar menghabiskan waktu dengan pasangan dan anak dan diri sendiri, demikian saran Schwerzler. “Saat Anda mulai berbisnis, akan ada sumber daya yang terbatas. Uang begitu terbatas. Waktu menjadi sngat berharga. Anda harus rela bekerja dalam jam kerja yang tak teratur dan panjang. Tingkat tekanan begitu tinggi saat Anda mengharapkan laba datang tetapi kenyataannya tidak demikian.”

McMillan mengatakan entrepreneur baru tidak bisa menyadari berapa jam yang mereka habiskan untuk membangun sebuah bisnis yang sukses. Apakah 70 jam per minggu, 80 jam per minggu? Tak ada yang pasti mengenai hal itu.

Anda tak bisa mempertahankan mentalitas pegawai yang masih melekat. “Bukan pekerjaan yang akan mengejar Anda, tetapi Anda-lah yang mengejar pekerjaan itu!” demikian kata McMillan. Saat dulu Anda bekerja sebagai karyawan, Anda hanya habiskan 40 jam kerja setiap minggu, itu berarti waktu sisanya yang dihabiskan untuk hal lain seperti waktu bercengkerema dengan keluarga akan dikorbankan untuk membangun bisnis. Anda harus menetapkan jadwal agar tetap bisa bersama keluarga dan hubungan sosial lainnya yang diperlukan agar keseimbangan hidup terus terjaga.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/index.php/tips-bisnis/37-advise/14358-8-kiat-siapkan-keluarga-untuk-arungi-dunia-entrepreneurship.html

Beberapa kiat agar bisa meraih sukses dlm bisnis dan hidup

Agar Sukses di Bisnis dan Hidup Views :338 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 07 Februari 2012 08:34
successSiapapun mengimpikan bisa meraih sukses dalam kehidupannya. Sukses dalam meniti bisnis maupun sukses dalam kehidupan pribadi. Namun umumnya, kedua hal tersebut kadang tak selaras. Bila sukses di bisnis, biasanya kehidupan pribadi berantakan dan begitu pula sebaliknya. Lalu, bagaimana kiat agar kehidupan pribadi dan bisnis bisa sama-sama mencapai puncak keberhasilan?

Berikut tipsnya.

Tujuan
Sebelum hal lainnya, Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki tujuan dari apa yang Anda lakukan, entah itu dalam hidup maupun dalam bisnis. Anda juga perlu mengetahui secara pasti, apa kelebihan serta kekurangan Anda, sebaik menetapkan tujuan yang ingin raih dalam hidup.

Dengan benar-benar memahami kelebihan serta kekurangan yang dimiliki, Anda bisa memilih tujuan yang realistis serta mudah tercapai, dalam level personal dan subyektif. Hal ini juga bisa membawa pengaruh yang positif bagi kepribadian Anda.

Merencanakan
Bagaimanapun juga menetapkan tujuan tidaklah cukup. Anda juga perlu untuk merencanakan serta menyusun langkah-langkah dalam menggapai tujuan tersebut secara terperinci. Ketika menyusunnya, pastikan Anda telah memasukkan setiap langkah yang tercetus, keahlian yang bisa dipelajari serta hal lainnya seperti target waktu yang dibutuhkan.

Tekun
Kerja keras merupakan kunci penting untuk meraih sukses. Anda mungkin berbakat dan mempunyai skill tapi jika Anda tak memiliki keinginan untuk bekerja keras dan ketekunan untuk meraih tujuan, kesuksesan bisa menyingkir dari kehidupan Anda.

Patut diketahui, tak ada yang mudah diraih dalam hidup ini dan kesuksesan baik dalam hidup maupun bisnis akan memerlukan sesuatu yang sangat besar. Bila Anda sudah mau menerima kenyataan bahwa ketekunan dan kerja keras merupakan faktor penting, Anda harus memahami bahwa hanya karena tujuan yang ingin Anda raih terlihat sulit bukan berarti Anda harus menyerah.

Optimis
Miliki selalu sudut pandang positif. Perspektif sangat penting untuk tetap berada dalam jalur. Ingatlah, Anda akan menghadapi serangkaian masalah yang tak jarang membawa Anda pada jurang kegagalan serta kekecewaan ketika ingin menggapai tujuan dan impian meraih sukses. Satu-satunya cara agar Anda bisa bangkit dari keterpurukan adalah dengan memiliki rasa optimistik yang tinggi.

Belajar
Terbukalah pada hal-hal baru dan jangan sungkan untuk mempelajarinya. Anda bisa saja merugi atau kehilangan laba dalam jumlah besar tetapi apa yang Anda simpan dan miliki dalam otak Anda merupakan hal berharga dan tak seorangpun bisa mengambilnya dari Anda. Inilah salah satu alasan mengapa belajar merupakan faktor esensial dalam hidup.

Proses pembelajaran dalam hidup dan bisnis tak hanya membuat Anda kaya secara finansial tapi juga kaya dalam hal wawasan, yang mampu memberi keuntungan saat Anda ingin mengambil keputusan di masa depan. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/14975-agar-sukses-di-bisnis-dan-hidup.html