Tampilkan postingan dengan label Lobster. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lobster. Tampilkan semua postingan

Budidaya Lobster Air Tawar


Lobster Air Tawar merupakan udang yang tren masa kini, baik bagi penikmat kuliner maupun petani ikan. Karena Pemeliharaan lobster air tawar sangatlah mudah dan tidak harus memiliki keahlian khusus seperti budidaya  lainnya, memang untuk lobster air tawar ini yang terpenting ada minat untuk mengerjakannnya saja dengan oksigen yang cukup didalam air dan pakan yang cukup tidak berlebihan maka lobster akan tumbuh sempurna dan bongsor. Lobster air tawar dapat dikasih makan pada pagi dan sore hari, untuk pembersihan kolam dan pensortiran paska panen dapat dilakukan pada waktu libur.

Teknik Budidaya Lobster air Tawar Masa Pembenihan dan Pembesaran


Budidaya lobster air tawar sangat cepat dan gampang. Orang awam pun dapat melakukannya sendiri baik dalam skala usaha kecil maupun besar. Dengan sedikit modal dan kemauan yang kuat, setiap orang dapat membudidayakan lobster air tawar.Lobster air tawar tidak mudah stres dan tidak mudah terserang penyakit. Asalkan kebutuhan pakan, kualitas air, dan kebutuhan oksigen terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Asalkan kebutuhan pakan, kualitas air, dan kebutuhan oksigen terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.  Jika dilihat dari iklim dan siklus musimnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk melakukan budi daya lobster air tawar sepanjang tahun. Lobster air tawar yang umumnya bertelur 4–5 kali dalam setahun dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain kondisi iklim yang sangat mendukung, sumber pakan alami bagi lobster tersedia cukup banyak di alam dan mudah diperoleh. Dengan pakan alami tersebut, lobster akan tumbuh dengan cepat.

Lobster air tawar biasanya hidup di danau, rawa atau sungai. Umumnya tempat hidup (habitat) lobster air tawar memiliki ciri-ciri khusus, seperti sungai yang tepinya dangkal dan bagian dasarnya terdiri atas Lumpur, pasir dan bantuan.
Suhu untuk pertumbuhan lobster adalah 26 – 310 C. dengan kandungan oksigen terlalut (02) 3-5 ppm, dan PH 6 – 8,5. sebetulnya ini tidak berpengaruh terlalu besar harus mengikuti patokan diatas, cara yang sangat sederhana misalkan untuk kolam yang akan diisi air hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 1 hari 1 malam dengan tambahan supplayan oksigen terlarut seperti pompa  gunannya agar ph air menjadi naik atau stabil dikisaran 7 dan oksigen terlalut akan naik sampai 4-5 ppm dan untuk suhu tidak udah dipikirkan karena sudah sesuai dengan iklim  di Indonesia ini.  Media persembunyian juga harus ada agar gunanya mengurangi tinggat bertemunya lobster dengan yang lain. Karna lobster memiliki sifat kanibalisme yang tinggi ini bisa kita hindari dengan memberi paduan tempat persembunyian yang banyak seperti batu bata roster, genteng, pipa paralon yang dapat disesuaikan dengan ukuran lobster, paranet angrek atau karung. Dll kami akan menyertakan beberapa gambar bapak agar dapat mengetahui.

Pakan Budidaya Lobster Air Tawar


Untuk anakan yang baru menetas dapat diberikan makan cacing sutra, cacing beku, kutu air beku, pellet yang halus dll. Pada umumnya apapun makan dapat dimakan oleh lobster air tawar karna di habitat asalnya apapun yang ada diperairan akan dimakannya. Bila ingin berkembang gunakankanlah cacing karena mengandung protein yang lebih banyak sehingga menyokang pertumbuhan si lobster.
Untuk anakan lobster yang berukuran 5 inci dengan jumlah telur kurang lebih 400 butir dapat menghabiskan sekitar 2 liter cacing (Rp 10.000/liter) untuk makan perbulan. Dengan waktu 2 – 3 bulan dapat mengahasilkan bibit ukuran 2 inci Up. 
Untuk bibit lobster air tawar berukuran 2 inci masuk pembesaran untuk pembesaran lobster konsumsi dengan pembesaran 5 – 6 bulan pada perinsipnya sama bisa kita berikan apa saja, Untuk pakan Lobster gunakan protein segar sebagai menu utama dan pellet lobster atau sayuran sebagai menu selingan. Protein segar pun sangat bervareasi mulai dari cacahan ikan sampai empela usus, jeroan dan keong mas. Faktai keong mas ternya memiliki kandungan protein yang sangat lengkap dan gizi yang banyak dan mudah dicari atau dikembangbiakan. Pembesaran dapat menekan biaya untuk pakan sampai menjadi 0 %. Budidaya apapun biaya paling besar yaitu penyediyaan pakan, kalau biaya pakan bisa ditekan sampai 0 % dana investasi bisa digunakan untuk penunjang lainnya. Tanpa mengurangi dari kelezatan lobster itu sendiri. Suatu proses lobster bisa tumbuh sehat dan bongsor adalah tersedianya air yang cukup, oksigen terlarut yang cukup agar bisa merubah zat-zat makan menjadi daging dan pakan yang berprotein segar. Maka lobster akan tumbuh cepat dan dapat mempersingkat waktu pemanenan.

Semoga Sukses budidaya Lobster, mau tau tips lainnya? klik dsni


Riset Penanganan | Transportasi Ikan Hidup Air Tawar | Transportasi Lobster Air Tawar

RISET PENANGANAN DAN TRANSPORTASI
IKAN HIDUP AIR TAWAR

    Budidaya Lobster air tawar yang mulai berkembang di beberapa daerah telah menyebabkan pergeseran usaha yang tadinya diperuntukan untuk ikan hias bergeser kearah konsumsi.  Hal ini disebabkan karena budidaya lobster cukup mudah, pertumbuhannya relatif cepat, cita rasanya yang spesifik, harganya yang mahal tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa tahun kedepan lobster air tawar menjadi produk unggulan.   Seperti halnya lobster air laut, lobster air   tawar diperdagangkan dalam keadaan hidup.  Selama ini lobster baru diperdagangkan antar daerah  di P. Jawa, namun apabila produksi lobster sudah melimpah tidak tertutup kemungkinan lobster tersebut akan di ekspor.  Negara yang sudah berhasil membudidayakan lobster air tawar secara intensif dan mengekpornya  adalah Australia dengan tujuan pasar Eropa dan Amerika.
    Dalam rangka mendapatkan teknologi transportasi lobster air tawar dan gurami telah dilakukan serangkaian penelitian yang terdiri dari   kajian fisiologis lobster air tawar pada suhu dingin sebagai dasar untuk transportasi sistem kering, kajian sistem penampungan lobster air tawar dan gurami, kajian pengaruh pemberokan pra transportasi dan pembugaran pasca transportasi lobster air tawar dan gurami, kajian kemasan media kering serta ujitransportasi lobster air tawar dan gurami. 
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dingin dapat menyebabkan menurunnya aktifitas dan metabolime lobster, yang diperlukan dalam transportasi lobster hidup.  Suhu terbaik yang dapat digunakan sebagai suhu shock dalam transportasi lobster hidup adalah suhu 12oC.  Shock pada suhu ini menghasilkan kondisi aktivitas lobster yang diam (imotil) lebih lama, sehingga memiliki peluang yang lebih baik dibandingkan suhu 15oC.  Shock suhu 12oC secara langsung selama 45 menit menghasilkan kelulusan hidup 100%  setelah lobster dikemas selama 6 hari dan tetap sehat setelah pembugaran kembali. 
    Penampungan lobster dengan menggunakan rak penampung bertingkat dengan sistem aliran tertutup dapat menampung lobster lebih dari  2 minggu tanpa mengganti air.  Kualitas air selama penampungan masih menujukkan mutu air yang baik, yaitu pH, oksigen terlarut, amonia, nitrit dan CO2 masih dibawah ambang batas yang ditetapkan dalam sistem penampngan.  Pada Gurami Ikan mampu bertahan dalam sistem penampungan rak bertingkat dengan media air yang telah diberi NaCl 0.8% hingga 1 minggu masa penampungan. Selama penampungan ikan tetap bugar dan mau makan walaupun mutu air menurun.  Perlakuan dengan kepadatan 1 : 25 memberikan hasil lebih baik terhadap kondisi ikan bila dibandingkan dengan perlakuan kepadatan 1 : 17
Pada lobster air pemberokan justru menyebabkan penurunan kelulusan hidup air tawar.  Lobster air tawar yang ditransportasi tanpa perlakuan pemberokan menghasilkan tingkat kelulusan samapi 100%., sedangkan lobster yang diberi perlakuan 2 dan 3 hari kelulusan hidupnya turun menjadi 96 dan 98%.   Pada Gurami pemberokan 1 hari pra transportasi menghasilkan mortalitas  paling rendah dibandingkan ikan gurami yang tidak diberok dan yang diberok selama 2 dan 3 hari.  Namun pembugaran 24 jam pasca transportasi menghasilkan tingkat mortalitas hingga 85%
    Dalam transportasi lobster  sistem kering media merupakan faktor utama dalam menentukan tingkat kelulusan hidup lobster.  Media tersebut harus memiliki daya serap air yang besar, mampu mempertahankan suhu rendah dalam waktu relatif lama serta kondisi media yang stabil. Hasil penelitian terhadap beberapa jenis media spon, sabut kelapa dan  batang pisang kering, sponsmerupakan media yang paling baik.  Uji transportasi lobster hidup sistem kering dengan media spon busa selama 72 jam, kelulusanhidup lobster  sebesar 100% dengan kondisi lobster yang masih aktif saat dibugarkan  sedangkansabut kelapa dan batang pisang  menghasilkan kelulusanhidup 95%. 
Uji transportasi lobster dengan menggunakan metode shock langsung pada suhu shock 12oC, waktu shock 45 menit, lobster tanpa diberok  dan dikemas dengan menggunakan  media spons  lobster air tawar dapat ditransportasikan selama 7  hari dengan kepadatan 6 ekor/mika, dengan kelulusan hidup 88% atau selama 6 hari dengan kelulusan hidup 97% dan tetap sehat setelah dibugarkan kembali.  Dengan demikian apabila teknologi ini diterapkan untuk transportasi lobster hidup, maka lobster dapat diekspor ke Eropa atau amerika dengan kelulusan hidup yang tinggi. Pada ikan gurami uji transportasi selama 18 jam dengan menggunakan media larutan NaCl 0.8% dengan perlakuan pemberokan 1 hari menghasilkan kelulusan hidup 100%  dengan kondisi ikan masih sehat.

KATA PENGANTAR


    Penelitian Transportasi Hidup Ikan Air Tawar ini merupakan penelitian lanjutan dari tahun sebelumnya (Tahun ke 2)  yang biayanya dibebankan pada DIPA No 0657.0?032-11.0/XI/2006 tanggal 31 Desember 2005.  Ada 2 kegiatan dalam penelitian ini yaitu penanganan dan transportasi hidup lobster air tawar  serta  penanganan dan transportasi hidup gurami.  Untuk memperoleh paket teknologi transportasi lobster air tawar hidup beberapa penelitian telah dilakukan antara lain kajian fisiologis suhu dingin untuk memperoleh metode shock, suhu dan waktu shock terbaik untuk penanganan lobster sebelum ditransportasi, kajian  penampungan lobster  untuk memperoleh informasi sistem penampungan terbaik,   pemberokan lobster serta kajian media kering sehingga diperoleh informasi waktu pemberokan dan media pengisi terbaik yang dapat digunakan untuk transportasi lobster hidup.  Dari hasil percobaan sebelumnya kemudian dilakukan uji transportasi untuk mendapatkan informasi  tingkat kepadatan dan waktu transportasi.  Sedangkan pada gurami penelitian dilakukan dengan sistem basah untuk melihat pengaruh pemberokan, penampungan dan uji trasnportasinya.  Walaupun pada awalnya  penelitian ini berjalan agak tersendat, karena langkanya bahan baku untuk lobster air tawar  (ukurannya masih terlalu kecil), namun pada akhirnya penelitian ini dapat diselesaikan.  Kekompakan  dan kerja keras tim peneliti merupakan kunci dalam penyelesaian penelitian ini.  Dari hasil penelitian  ini nantinya akan disusun paket teknologi transportasi hidup terutama untuk lobster air tawar yang sekarang ini budidayanya sedang berkembang dengan pesat.  Budidaya lobster air tawar ini perlu mendapat perhatian  dari pemerintah  khususnya Dirjan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan.  Lobster air tawar dapat dijadikan produk unggulan,  mengingat budidayanya mudah, pertumbuhannya relatif cepat, citarasanya yang spesifik, harganya yang mahal serta pasarnya masih sangat terbuka.   Untuk itu dorongan  kearah pengembangan yang lebih besar perlu dilakukan.  Dengan adanya paket teknologi lobster air tawar diharapkan lobster air tawar bisa diekspor ke berbagai negara seperti halnya Australia sehingga  dapat menghasilkan devisa.   Laporan teknis ini masih jauh dari sempurna untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan untuk perbaikan selanjutnya.