by SLANK
Sang kancil curi laser discnya
Pak tani lupa pasang alarm
Untung TV warnanya nggak ilang
Untung Mobil BMW nya juga nggak dibawa
Kapan-kapan ? semua itu akan terjadi
Entah kapan ? para petani hidup bagai orang di kota
Nggak mungkin, nggak mungkin
Semua itu akan terjadi
103 tahun mungkin
Nggak mungkin, nggak mungkin
Semua itu terjadi
100 tahun lagi mungkin
Petani bajak sawah pake traktor
Kerja rutin kontrol sawah
Numpak harley ngitung laba panen pake komputer
Ngirim order beras pake helikopter
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan
Potret Panen
Panen tiba petani desa
Memetik harapan
Bocah bocah berlari lincah
Dipematang sawah
Padi menguning lambai menjuntai
Ramai dituai
Riuh berlagu lesung bertalu
Irama merdu
Senja datang mereka pulang
Membawa harapan
Pesta pora hama dilumbung
Nyanyikan tralala
Balai reot bambu rapuh
Menyambut tubuh
Penat raga
Sarat peluh luruh
Mata belum sempat pejam
Terbayang cemas
Gaung hama
Semakin mengganas
Memetik harapan
Bocah bocah berlari lincah
Dipematang sawah
Padi menguning lambai menjuntai
Ramai dituai
Riuh berlagu lesung bertalu
Irama merdu
Senja datang mereka pulang
Membawa harapan
Pesta pora hama dilumbung
Nyanyikan tralala
Balai reot bambu rapuh
Menyambut tubuh
Penat raga
Sarat peluh luruh
Mata belum sempat pejam
Terbayang cemas
Gaung hama
Semakin mengganas
Teknik Pembuatan MOL Keong Mas ( Siput Murbay )
Selain pembuatan MOLsabut kelapa dan MOL rebung bambu, sebagai bahan dasar pembuatan MOL juga dapatdipakai siput murbay (keong mas). Bagaimana pula teknik pembuatan MOL ini.Berikut paparannya.
a. Alat dan bahan
-Ember atau kaleng cat ukuran 25 liter
-5 kg keong mas yang masihhidup/segar
-Gula merah 1 kg atau cairan tebu 1 liter
-Slang plastic dan botol aqua
-Air kelapa 10 liter
b. Cara membuatnya
-Keong mas di tumbuk hingga halus masukan pada ember
-Campurkan gula merah yang lebih dulu dihaluskan/cairan tebu
-Tambahkan 10 liter air kelapa dan aduk hingga rata
-Tutup rapat denganplastik dan berikan slang plastic sambungankan pada botol aqua yang telah berisikan air
- Fermentasikan selama 15 hari
c. Cara penggunaannya
-Pengomposan : Dengankosentrasi 1 : 5 ( 1 liter cairan MOLditambah dengan 5 liter air ) tambahkan 1 ons gula merah, adukrata dan siramkan pada bahan organik yang mau dikomposkan.
-Penggunaan pada tanaman : Dapat disemprotkan pada berbagai tanamandengan konsentrasi 400 cc dicampur dengan 14 liter air,disemprotkan padapagi/sore hari
-Disemprotkan pada umur 10,20,30,40,hari setelah tanam
Mikro organisme lokal (MOL ) Rebung Bambu
by ICHSAN KURNIAWAN
Pembuatan MOL ditujukantak lain dan tak bukan sebagai komposer yang membantu pelapukan bahan organik,sebagai sumber energi serta zat pengatur tumbuh pada tanaman. Setelah mengenalpembuatan MOL I-V serta MOL Sabut kelapa, sekarang mari kita lihat bagaimanapula teknik pembuatan MOL dengan bahan dasar rebung bambu.
Alat dan Bahan yang kita butuhkan adalah :
- Ember atau kaleng bekas cat ukuran 25 liter
- 2 buah Rebung bambu kurang lebih 3 kg
- Air beras 5 liter
- Slang plastic dan botol aqua
- Gula merah 1.5 ons
Cara membuatnyasebagai berikut :
-Rebung bambu ditumbuk halus atau di iris –iris masukan pada ember atau kaleng bekas cat
-Tambahkan gula merah yang telah dihaluskandan aduk sampai rata
-Tutup rapat ember adan berikan slangplastic yang disambungkan dengan air yang berada pada botol aqua dan biarkanselama 15 hari
Cara penggunaanya :
- Sebagai katalisator dalam pengomposan : dapat digunakan sebagai decomposer dengan konsentrasi 1 : 5 ( 1 liter cairan MOL ditambah dengan 5 literair ), kemudian tambahkan gula merah 1 ons dan aduk hingga rata, disiramkanpada saat proses pembutan kompos.
-Penggunaan pada tanaman : Penyemprotandilakukan pagi/sore hari dengankosentrasi 400 cc cairan dicampur dengan 14 liter air, pada umur 10, 20, 30, 40, hari setelah tanaman .
Petunjuk Pembuatan Kompos Trichoderma
Organisme Penganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu ancaman utama dalam sistem usaha tani dapat merusak kualitas maupun kuantitas produk usaha tani. Untuk mengatasi OPT tersebut umumnya petani menggunakan cara kimiawi yaitu dengan pestisida. Disamping itu dalam usaha peningkatan produksi, petani pada umumnya menggunakan pupuk buatan, seperti Urea, SP 36, ZA, NPK, KCl dan lain-lain dimana pupuk buatan pabrik tersebut harganya semakin mahal dan kadang-kadang sulit didapat (langka). Pestisida dan pupuk pabrik adalah merupakan bahan kimia yang apabila digunakan terus menerus untuk usaha budidaya tanaman akan terjadi dampak yang tidak kita ingini seperti : | ||||||||||||||||
- - - - | Pencemaran lingkungan Hama dan penyakit tanaman Tanah menjadi keras Tanaman mengandung residu pestisida dan residu kimia dari pupuk pabrik | |||||||||||||||
Untuk mengantisipasi keadaan tersebut di atas, maka salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah dengan penggunaan Agent Hayati, untuk pengendalian hama dan penyakit dan penggunaan kompos jerami dengan menggunakan agent hayati Trichoderma. | ||||||||||||||||
Manfaat Kompos Jerami dengan Trichoderma | ||||||||||||||||
1. | Kompos jerami Sebagai pupuk alami yang dapat menyuburkan tanaman padi. | |||||||||||||||
2. | Trichoderma | |||||||||||||||
- - | Sebagai media untuk mempercepat proses pelapukan jerami dan pupuk kandang. Sebagai media/bahan untuk pengendali penyakit tular tanah. | |||||||||||||||
Cara Pembuatan | ||||||||||||||||
A. | Bahan-bahan yang diperlukan : Jerami, pupuk kandang, kapur pertanian, pupuk urea, SP 36, air, cendawan trichoderma dan plastik. | |||||||||||||||
B. | Dosis/ jumlah bahan yang diperlukan setiap 1 meter bujur sangkar (1m3) adalah : | |||||||||||||||
1. 2. 3. 4. | Jerami = 1 m3 Pupuk kandnag = 20 Kg Pupuk urea = 0,3 Kg Pupuk SP36 = 0,15 Kg | 5. 6. 7. 8. | Trichoderma = 1 Kg (1 bungkus) Kapur pertanian = 0,5 Kg Air secukupnya Plastik hitam = 1,5 m2 | |||||||||||||
Untuk luas 1 ha diperlukan bahan-bahan sebagai berikut : | ||||||||||||||||
1. 2. 3.. 4. 5. 6. 7. 8. | Jerami = 50-60 m3 Pupuk kandang = 1,2-1,5 ton Pupuk urea = 18 Kg Pupuk SP 36 = 9 Kg Kapur pertanian = 30 Kg Trichoderma = 50-60 Kg Air + 60 ember (secukupnya) Plastik hitam + 65 meter | |||||||||||||||
C. | Langakah kerja dalam pembuatan kompos jerami dengan cendawan trichoderma untuk luas 1 m3 sebagai berikut :
Sampai rata dan ditaburkan lagi 0,25 Kg Trichoderma sampai rata dan disiram lagi dengan air secukupnya. Kemudian disusun lagi dengan perlakuan yang sama sehingga mencapai tinggi jerami. 100 cm dan akhirnya ditutup kembali dengan plastik hitam. Setiap 2 hari sekali disiram dengan air secukupnya, dan setiap 10 hari jerami harus dibalik agar proses pelapukan merata. Setelah kompos berumur 21-30 hari sudah dapat untuk pemukukan padi sawah (sebagai pupuk dasar). Penggunaan pupuk kompos dilaksankan pada pengolahan tanah terakhir dan dapat juga digunakan untuk pemukukan ulangan (susulan). Pembuatan kompos jerami sebaliknya ditempatkan pada tempat yang teduh agar plastik hitam yang dipakai tidak cepat rusak. Plastik hitam yang sudah dipakai, dapat dipakai lagi selama 3 kali pembuatan kompos. | |||||||||||||||
Teknik Pembuatan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Alami
| A. | Alat dan Bahan : | |
| - | Irisan Rebung 1 kg | |
| - | Gula Tebu (Saka) 1 kg | |
| - | Ruap Tebu/ Air Kelapa 5 liter (1 sember) | |
| - | Irisan Anakan Pisang 1 kg | |
| - | Baskom | |
| - | Alat Pengaduk | |
| B. | Pelaksanaan Kegiatan : | |
| 1. | Dengan memotong dan menghaluskan rebung/ anakan pisang atau kedua bahan tersebut. | |
| 2. | Gula tebu/ ruap tebu/ atau dan air kelapa dimasukkan ke dalam ember/ baskom.ke dalam irisan dan dimasukkan ke dalam baskom. | |
| 3. | Hasil irisan rebung atau anakan pisang dimasukkan ke dalam 5 liter (1 ember) air kelapa atau gula tebu. | |
| 4. | Perbandingan yang dimasukkan yakni 1 : 1 antara bahan satu dengan bahan kedua. | |
| 5. | Ramuan zat perangsang tumbuh diaduk kemudian ditutup dan di biarkan selama 1 minggu. | |
| 5. | Pengaplikasian ramuan ini bisa dilakukan dengan menyiramkan ramuan yang telah dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1 : 5 dengan air. | |
Langganan:
Postingan (Atom)


