Tampilkan postingan dengan label tips bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips bisnis. Tampilkan semua postingan

Pilih Karyawan Anda dengan Tepat

Views :219 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Maret 2012 08:48
low_pek0312Saat Anda sudah mempunyai konsep bisnis yang matang dan sudah mempunyai strategi yang siap diimplementasikan, ini berarti saatnya Anda mencari karyawan yang tepat untuk bisnis Anda.  Tujuannya adalah untuk menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat.

Dalam merekrut karyawan butuh keahlian untuk menseleksi bakat, keahlian, pengalaman, karakter dan juga potensi yang tersimpan. Kesalahan menempatkan karyawan biasanya menimbulkan kerugian secara materi yang tidak sedikit atau bahkan Anda bisa kehilangan pelanggan. Beberapa tips seleksi karyawan sebagai berikut:

Buatlah daftar kebutuhan Anda

Saat Anda sudah menentukan posisi dan jumlah karyawan yang Anda butuhkan, buatlah daftar keahlian dan sikap yang dibutuhkan dari kandidat yang dicari. Misalnya ketika Anda mencari seorang programmer, daftar keahlian yang harus dimiliki adalah mengerti pemrograman php, html, cms, css dan sebagainya. Kandidat juga harus punya sikap: inisiatif, ulet, informatif, hormat pada atasan dan bisa memimpin tim kecil. Buat cek list untuk semua kandidat Anda dan bandingkan mana yang lebih baik.

Utamakan dari internal bisnis Anda

Utamakan karyawan lama Anda. Mungkin karyawan Anda saat ini bisa dilatih untuk menduduki jabatan yang lowong tersebut walaupun perlu sedikit training. Mengutamakan karyawan lama lebih baik karena mereka punya pengalaman bekerja untuk Anda.

Cari yang ahli jangan yang mempesona

Pilih karyawan yang sesuai dengan posisi yang Anda cari dan sudah pernah punya pegalaman di posisi tersebut. Kandidat harus memiliki keahlian dan pengalaman untuk posisi tersebut. Misalnya untuk tenaga penjual bisnis Anda, sebaiknya dipilih orang yang menarik secara penampilan, ramah dan ulet. Jangan memaksakan posisi yang sebenarnya kurang pas kepada kandidat walaupun dia punya keahlian yang membuat Anda terpesona yang sebenarnya tidak sesuai dengan posisi yang Anda cari.

Diterima dalam tim

Cari kandidat yang Mandiri dan bertanggung jawab, respek pada Anda dan pada kawan satu timnya. kandidat juga harus diterima dengan baik dalam tim. Sebagus apapun karyawan Anda bila dia tidak diterima dalam tim dapat menimbulkan ketidakharmonisan tim dan merugikan bisnis Anda. Salah satu cara mengetahui apakah dia dapat diterima tim adalah dengan melibatkan salah satu karyawan Anda dalam seleksi sehingga kandidat yang diterima akan cocok buat Anda dan buat tim.

Beri masa percobaan

Jangan mudah percaya apa yang kandidat tulis dalam pengalaman kerja mereka. Jangan juga terpesona hasil wawancara dengan kandidat. Adakan masa percobaan 1–3 bulan. Bila Anda terlanjur mempekerjakan kandidat yang tidak sesuai dengan kemampuan yang dia tulis dalam surat lamaran, Anda berhak memberhentikan dia. Jangan sekali-kali merekrut karyawan jika Anda punya sedikit saja timbul rasa ragu akan kemampuannya. Kandidat juga harus memiliki kompetensi dan nilai yang sesuai dengan strategi bisnis Anda.

Ketika Anda telah memilih karyawan yang tepat, berikan ia pendidikan, training dan pengembangan keahliannya. Buat dia merasa betah bekerja untuk Anda. Beri insentif saat dia memberikan kontribusi positif untuk bisnis Anda. Setiap karyawan butuh dikenal, dihargai dan diapresiasi. Beri perhatian bukan semata-mata harus bersifat materi tapi berikanlah empati. (*/ukmsukses.com/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/183-hrd/15043-pilih-karyawan-anda-dengan-tepat.html

Trik Jitu Investasi Emas


Views :604 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Maret 2012 09:38
emas0312Sama halnya dengan berinvestasi properti, berinvestasi emas juga mensyaratkan lokasi strategis, keabsahan surat dan legalitas kepemilikan. Berikut ini rambu-rambu dalam berinvestasi emas menurut Endy J. Kurniawan Penulis Buku Best Seller Nasional "Think Dinar" sekaligus pengasuh situs NgaturDuit.com:

1. Jangan lihat hasil akhir saja

Ada aspek risiko, aksesibilitas, kemampuan lindung aset dan likuiditas yang harus dipertimbangkan. Seluruh investasi yang asetnya riil akan memberi perlindungan nilai aset.

2. Jangan asal investasi

Tentukan tujuan dalam berinvestasi. Ada tiga tujuan berinvestasi emas yaitu untuk tabungan, dana darurat dan rencana jangka panjang. Masing-masing tujuan mempunyai konsekuensi. Sesuaikan dengan kemampuan. Tentukan juga target dan batas waktu yang ingin dicapai. Hasilnya adalah untuk mendapatkan uang tunai di waktu tertentu.

3. Jangan kehilangan fisik

Salah satu kesaktian emas adalah likuiditasnya. Fungsinya tidak akan berjalan jika tidak mempunyai fisiknya. Karena itu pastikan fisik emasnya dipegang atau menjadi sepenuhnya hak milik meski dalam posisi dititipkan.

4. Jangan spekulasi

Spekulasi bermakna banyak. Bisa skema beli-gadai bertingkat atau diputar di derivatif berkedok emas. Untuk pemula terlalu berisiko. Dalam hitungan bulan, atau bahkan mingguan, gerakan harga emas bisa lebih tajam. Itu sebabnya berbagai metode yang menjanjikan kenaikan nilai emas sekitar 30% tetap per tahun untuk tujuan beli-gadai bertingkat bisa merugi.

5. Jangan lihat grafik pendek

Lebih baik jangka panjang jika telah memutuskan berinvestasi di emas. Misalnya untuk proteksi aset dan rencana jangka panjang. (*/mediaindonesia.com/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/15047-trik-jitu-investasi-emas.html

Memuaskan Pelanggan Anda


Views :180 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Maret 2012 10:25
konsumen0312Tingkat kepuasan konsumen mempengaruhi perilakunya untuk menyatakan produk atau jasa kepada orang lain. Dengan kondisi itu, perusahaan harus mampu menciptakan kepuasan pelanggan yang menyatu dengan sistem perusahaan.

Masyarakat selaku konsumen dalam melakukan pembelian memiliki pertimbangan akan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan seperti produk, harga, promosi, sampai manfaat. Dalam proses pengambilan keputusan pembelian tidak berakhir setelah transaksi pembelian terjadi, berlanjut sampai tahap perilaku purna beli.

Pada tahap ini konsumen produk akan merasakan tingkat kepuasan atau ketidakpuasan yang akan mempengaruhi perilaku berikutnya. Konsumen yang merasa puas cenderung akan menyatakan hal-hal yang baik tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan kepada orang lain.

Oleh karena itu, di dalam proses pemasaran, perusahaan harus mampu menciptakan kepuasan bagi para konsumennya. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, perusahaan perlu memiliki strategi pemasaran yang jitu dalam memasarkan produknya. Di mana strategi pemasaran juga merupakan alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing  yang digunakan untuk melayani pasar sasaran.

Salah satu bentuk strategi pemasaran yang mampu mendukung pemasaran adalah menciptakan kepuasan konsumen adalah penggunaan marketing mix yang dapat meliputi product, price, promotion, dan physical evidence. Dengan demikian, faktor yang ada dalam bauran pemasaran merupakan variabel-variabel yang diharapkan mampu menciptakan kepuasan konsumen, atau dengan kata lain variabel-variabel tersebut akan mempengaruhi kepuasan konsumen dalam membeli suatu produk. (*/entrepreneur.com/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/15051-memuaskan-pelanggan-anda.html

Gaet Pasar Perempuan di Bisnis Online


Views :152 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 08 Maret 2012 14:11
woman_shoper0312Riset yang diadakan Google pada 2011 menunjukkan, orang lebih banyak menghabiskan waktunya mengakses internet menggunakan laptop atau komputer, yakni 6,1 hari per minggunya. Angka ini lebih tinggi dari kebiasaan orang menonton televisi yakni 5,5 hari per minggunya, juga membaca surat kabar (4 hari per minggu) serta mendengarkan radio (2,5 hari per minggu).

"Laki-laki memang masih dominan dalam penggunaan internet tapi pengguna internet perempuan akan terus berkembang," jelas Erika Oktora, Online Sales Manager Google Asia Pasific, saat konferensi Woman Wired Weekend di fX Lifestyle X'nter Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Erika, perempuan gemar berbelanja menggunakan internet, terutama belanja online kebutuhan fashion dan kosmetik. Lebih dari 13 juta searcher per bulan adalah perempuan yang berbelanja online produk kecantikan dan fashion. Bagi Erika, internet merupakan wadah bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya, bukan hanya sebagai pengguna namun juga menjadi pemain. "Setiap orang punya kesempatan jadi pemain di internet," jelasnya.

Banyak contoh sukses pengusaha perempuan yang mampu memaksimalkan internet untuk menambah penghasilan. Banyak pula aplikasi di internet yang memudahkan perempuan dalam berbisnis. Jika Anda tertarik mengoptimalkan internet untuk berbisnis, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan terutama dalam menyasar pasar potensial, kaum perempuan.

Erika menyebutkan empat faktor harus dipenuhi jika Anda menyasar pasar perempuan, yakni 4B (Be Found, Be Relevant, Be Acountable, Be Engaging).

1. Be found

Survei global Google menyebutkan, 65 persen orang percaya searching di internet dapat membantunya mencari informasi yang dibutuhkan. Jadi, bisnis online memiliki potensi besar ke depan. Kalau Anda memiliki website untuk memasarkan produk, atau akun pada situs e-commerce, tentunya akan lebih banyak orang yang terjaring ketika mereka mencari informasi terkait produk yang Anda jual. Apalagi jika Anda menjual produk fashion dan kecantikan yang menjadi sasaran kaum hawa.

2. Be relevant

Lima tahun terakhir, mobile lebih berkembang ketimbang desktop. Semua orang akan beralih ke mobile untuk mengakses berbagai informasi yang dibutuhkannya. Jika ingin menggaet pelanggan terutama pasar perempuan yang terus berkembang, Anda perlu beradaptasi dengan perubahan ini dengan menggunakan aplikasi mobile.

3. Be acountableAnda bisa mengukur sejauh mana pencapaian Anda dalam berbisnis menggunakan internet. Dengan data yang terukur, Anda bisa mendapatkan kepercayaan pengguna internet. Misalnya, semakin banyak pengunjung website Anda, tentunya pengguna internet akan semakin percaya untuk bertransaksi dengan Anda. "Manfaatkan alat pengukuran performa situs Anda yang dapat memberikan data real time," saran Erika.

4. Be engagedBangunlah kelekatan dengan konsumen perempuan yang menjadi segmen pasar Anda. Perempuan suka searching, browsing, menggunakan aplikasi, menonton video, jadi gunakanlah cara-cara ini untuk mendekatkan diri dengan pasar Anda. Ikuti perkembangan pengguna internet perempuan. Saat ini sedang tren penggunaan aplikasi video interaktif di internet yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk menjual produk Anda.Gunakan berbagai cara kreatif untuk semakin mendekatkan bisnis Anda dengan pengguna internet perempuan dengan memahami gaya hidup mereka di dunia maya. (*/Kompas.com/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/15061-gaet-pasar-perempuan-melalui-internetdi-bisnis-online.html

Cara Menemukan Ide Bisnis yang Sempurna

Views :311 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 02 Maret 2012 11:12
ide0302Salah satu perjuangan terberat yang harus dihadapi oleh pemilik usaha ialah menemukan jenis usaha apakah yang mereka harus mulai. Terdapat lima cara yang Anda harus selalu ingat saat mempertimbangkan ide bisnis yang berbeda-beda.

Satu dari perjuangan terberat yang saya hadapi saat memulai bisnis saya sebenarnya adalah memunculkan gagasan itu. Saya menginginkan sesuatu yang terukur dan sekaligus dibutuhkan dalam masyarakat. Saya mempertimbangkan ratusan gagasan sebelum akhirnya sampai pada usaha yang saya geluti sekarang. Selama periode penemuan ini, saya menemukan apa yang saya yakini sebagai lima konsep terpenting dalam menentukan hal apa saja yang membuat sebuah gagasan menjadi ide bisnis yang sempurna.

Jadi apakah ide bisnis yang sempurna itu? Tiap entrepreneur memiliki konsep mereka sendiri tentang apa itu sebuah usaha yang tanpa cela. Sementara Google ialah sebuah usaha yang hebat bagi para pendiri perusahaan tersebut--Google mungkin bukan usaha yang tepat bagi mereka yang tidak terlalu mengerti dan familiar dengan teknologi atau yang tidak ingin mengelola organisasi sebesar itu.

Maka dari itu, setiap usaha yang sempurna didefinisikan oleh pemilik usaha. Selalu ingatlah itu, mari kita mulai dengan lima konsep menemukann ide usaha sempurna:

Mengerti pelanggan Anda
Terasa aneh untuk memulai dengan pertanyaan "Bagaimana Anda tahu pelanggan Anda sebelum Anda memiliki gagasan yang nyata?". Jawabannya sederhana--pelanggan Anda berperan penting dalam bisnis, sehingga tanpa pelanggan, tidak akan ada bisnis. Jika Anda memiliki gagasan bisnis, jangan coba untuk mengembangkannya seputar apa yang ANDA pikir pelanggan potensial akan sukai atau butuhkan, tetapi temukan apa yang pelanggan Anda sebenarnya hendaki. Terlalu sering pemilik usaha mendapatkan gagasan dalam benak mereka dan langsung terjun tanpa pikir panjang. Namun, mereka segera mengetahui bahwa pasar target mereka tidak menghendaki apa yang ditawarkan. Menghabiskan waktu dan uang untuk proyek hanya untuk menyaksikannya melemah dan runtuh bukanlah sebuah ide bisnis yang sempurna.

Di samping itu, katakanlah Anda belum memiliki sebuah ide--turun ke pasar dan memahami pelanggan (mereka yang akhirnya akan menjadi pelanggan Anda) bisa membimbing Anda menuju ide yang sempurna. Mengetahui apa yang pelanggan potensial butuhkan dan membangun produk untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut akan membuat para pelanggan melakukan apa saja untuk mendatangi Anda--hal itulah ide bisnis yang sempurna.

Gairah
Gairah di dalam pengertian ini bukan berarti menjadi fanatik terhadap produk atau layanan Anda. Namun, hal ini berarti memiliki minat pada apa yang Anda lakukan. Anda lebih sering menghabiskan waktu selama 15-18 jam sehari bekerja mengurusi bisnis Anda pada saat permulaan--biasanya untuk 12 hingga 18 bulan pertama (lebih terasa seperti 2 tahun dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini). Anda harus terus menerus berpikir tentang cara-cara untuk meningkatkan dan menumbuhkan bisnis Anda serta keluar untuk mempublikasikannya di mana pun, dan kepada siapa pun. Jika Anda akhirnya memulai sebuah usaha yang Anda tidak minati, sesuatu yang tidak membuat Anda bersemangat di pagi hari, maka akan sangat sulit untuk mencurahkan waktu dan energi anda untuk berhasil, sehingga itu tidak bisa dianggap sebagai ide bisnis yang sempurna.

Pahami persaingan
Tiap bisnis punya persaingan--baik langsung atau tidak langsung. Pikirkan mengenai gedung bioskop. Mereka memiliki persaingan langsung dengan toko-toko persewaan video atau televisi rumah. Mereka juga mempunyai persaingan tak langsung dari kegiatan lain yang pelanggan lakukan untuk menghabiskan pendapatan sekali pakai mereka seperti bowling, paint ball, golf, dsb. Hal apapun yang orang lakukan di waktu senggang mereka.

Lebih lanjut lagi, beberapa pesaing tampak kejam. Artinya bahwa jika Anda mempromosikan dan menawarkan sebuah produk yang sama dengan produk mereka tetapi dengan harga yang lebih rendah, para pesaing ini hanya akan menurunkan harga mereka untuk menyamai atau mengalahkan Anda. Jika bisnis mereka sudah mapan- mereka bisa saja menjual dengan harga yang lebih rendah dari Anda, yang akibatnya bisa saja membuat Anda terdepak dari persaingan.

Bila Anda tidak mengetahui persaingan--apa yang mereka mau lakukan untuk mengeluarkan anda dari persaingan--Anda mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam perang harga lalu menumbuhkan bisnis anda--bukan sebuah ide bisnis yang sempurna.

Arus kas
Banyak entrepreneur memasuki dunia bisnis dengan ide-ide yang hebat tetapi memiliki pemahaman yang kurang memadai tentang modal yang dibutuhkan untuk dapat melejitkan usahanya. Kebanyakan akan membuat bentuk asli produk atau layanan dan memahami apa yang dibutuhkan untuk membuat produk atau memberikan layanan tetapi mereka tidak paham mengenai modal yang dibutuhkan usahanya untuk mengatur sisa organisasinya--termasuk pemasarannya (sangat mahal tetapi sangat penting), karyawan (lebih dari sekadar gaji atau upah), asuransi atau persediaan dan semua pengeluaran kecil yang berakumulasi dengan cepat seperti telepon, internet, layanan komputer, dsb. Mengetahui semua arus kas Anda akan membantu memastikan bahwa semua biaya (variabel maupun tetap) dapat ditutup dengan bisnis--ide bisnis yang sempurna. Saya telah melihat terlalu banyak perusahaan dengan produk yang hebat tetapi gagal karena mereka tidak dapat menutup pengeluaran sederhana seperti sewa atau peralatan.

Ketahui diri Anda
Ketahui kelebihan dan kelemahan Anda. Ketahui bahwa Anda siap,mau, dan mampu untuk melakukan apa yang diperlukan dalam membuat usaha Anda berhasil. Saya hingga kini sudah bekerja dengan banyak pemilik usaha di masa lalu yang berpikir bahwa satu-satunya hal yang mereka perlu lakukan ialah memasang papan nama mereka dan selesai sudah. Oleh karena itu, saat berhubungan dengan pengelolaan bisnis sehari-hari, mereka tidak bersedia untuk menginvestasikan waktu, energi, atau uang yang diperlukan untuk keberhasilan. Maka dari itu, ketahui seberapa kerasnya Anda mau bekerja.

Selain itu, ketahui pula situasi keuangan pribadi Anda dan apa yang bisnis Anda hasilkan untuk menopang gaya hidup Anda. Jika Anda pikir bisnis Anda akan menghasilkan uang yang banyak dari hari pertama, maka Anda salah. Dan jika Anda ingin bisnis Anda menghasilkan banyak uang, itu bukan bisnis yang tepat untuk Anda. Singkirkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi dari luar seperti situasi keuangan pribadi Anda--lakukanlah secara berurutan--Anda akan dapat untuk memusatkan perhatian hanya pada konsepsi dan pertumbuhannya. Pada akhirnya, akan memberikan anda keamanan keuangan yang Anda idamkan--itu akan menjadi ide bisnis yang sempurna.

Apapun tingkatan keinginan Anda terhadap bisnis Anda--sebuah gaya hidup ibu-ibu dan operasi pop atau sebuah konglomerat multinasional--apabila Anda mengembangkan sebuah ide bisnis dengan lima konsep ini dalam benak Anda--ide Anda akan menjadi ide bisnis yang sempurna bagi Anda.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14885-cara-menemukan-ide-bisnis-yang-sempurna.html

Pemerintah Dirikan Inkubator Bisnis di 15 Kampus

Views :117 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Maret 2012 15:39
Sebuah kabar gembira bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Pemerintah akan memberikan fasilitas inkubator bisnis bagi mereka yang ingin mendirikan bisnis baru. Inkubator-inkubator tersebut menurut rencana akan didirikan di 15 perguruan tinggi tanah air.

Dengan didirikannya lebih banyak inkubator-inkubator bisnis diharapkan akan ada lebih banyak pengusaha atau entrepreneur baru yang mampu menguasai konsep dan pengetahuan tentang sistem marketing, pasokan bahan baku, pasar, sumber pendanaan dan teknologi. Semuanya sangat krusial bagi perkembangan sebuah bisnis baru di era bisnis digital seperti sekarang. Demikian pernyataan Choirul Djamhari selaku Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kemenkop dan UKM.

Namun jika Anda ingin mengikuti bimbingan dalam inkubator bisnis ini, diharapkan harus memiliki komitmen sebelum menjalaninya sehingga tidak akan sia-sia. Untuk itu Kemenkop UKM akan pilih secara ketat UKM mana yang dianggap berkomitmen tinggi untuk belajar dalam inkubator.

Kemenkop UKM akhir-akhir ini sangat agresif menggerakkan masyarakat umum untuk beralih ke sektor wirausaha. Terbukti kementerian yang dipimpin Sjarifudin Hasan tersebut juga selenggarakan pelatihan entrepreneurship gratis beberapa hari mendatang selama 3 hari berturut-turut (info lengkap di sini). Semua kalangan diperbolehkan mengikuti pelatihan.
(sumber: Bisnis Indonesia)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14870-trik-bersaing-dengan-kompetitor-bermodal-besar.html

Berpikir Keluar dari Kotak

Views :296 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Maret 2012 09:19
keluar_kotak0112Persaingan saat ini sangat ketat dan sangat cepat berubah. Peluang bisnis datang dan juga hilang sangat cepat. Ide bisnis bila tidak segera direalisasikan akan jadi tidak berguna dalam waktu kurang dari 6 bulan. Apalagi yang berhubungan dengan dunia online. Ide yang dianggap baru, fresh dan kreatif akan cepat menjadi basi.

Dalam menciptakan ide bisnis kita dituntut untuk selalu berpikir kreatif dan keluar dari kotak. Hindari membangun bisnis dengan berkaca dari kesuksesan orang lain kecuali Anda punya inovasi lebih yang bisa menarik pelanggan dan unik.

Saat Anda terjun ke bisnis yang populer, Anda akan menghadapi persaingan yang keras. Daripada kita berkompetisi di ruang pasar yang penuh dengan pesaing, lebih baik kita ciptakan sendiri ruang lain tanpa pesaing.

Jadi apa yang harus kita lakukan untuk selalu berpikir keluar dari kotak? Mungkin beberapa tips dibawah ini bisa membantu Anda:

Riset

Pelajari mekanisme bisnis Anda secara detail mulai dari hulu sampai hilir. Cari informasi sebanyak mungkin dari manapun, dengarkan cerita teman Anda yang sudah sukses karena Anda bisa mempelajari bagaimana meraih kesuksesan dari orang yang Anda percaya yaitu teman Anda sendiri.

Berpikir dari berbagai sudut pandang

Cobalah mencari ide bisnis baru dari berbagai perspektif yang berbeda dari hasil riset Anda diatas. Buat hipotesa ide bisnis dan ujilah dengan beberapa skenario bisnis. Bila dimungkinkan lakukanlah tes pasar dalam jumlah yang kecil untuk mengetahui bagaimana respon pasar mengenai produk Anda.

Terbuka untuk menerima suatu hal yang baru

Buang segala pikiran yang menjadi hambatan dan coba hubungkan beberapa ide yang tidak saling berhubungan dan ciptakan inovasi baru.

Berani gagal

Selalu siap untuk mengambil jalan yang sama sekali berbeda dengan orang lain dan selalu siap dengan konsekuensi/resiko yang dihadapi. Yakinlah dengan jalan yang Anda ambil. Jadikan kesuksesan orang lain sebagai motivasi diri sendiri dan ikuti proses bagaimana dia bisa menjadi sukses tapi akan lebih baik bila kita tidak ikuti ide bisnisnya. Cari ide lain yang sama sekali beda dengan orang lain. (*/ukmsukses.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/14844-berpikir-keluar-dari-kotak.html

Mengetahui Pelanggan yang Menguntungkan

Views :162 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Maret 2012 09:52
Kemampuan mengenali pelanggan dengan baik bisa mendatangkan profit hingga 80 persen. Kebanyakan profit yang Anda dapatkan dari bisnis yang dijalani berasal dari kontribusi pelanggan. Namun, jangan salah karena tak semua pelanggan Anda mendatangkan profit besar. Hanya 20 persen dari daftar pelanggan Anda yang bisa membawa keuntungan. Sisanya, 80 persen pelanggan, lebih banyak membuang waktu Anda dengan percuma tanpa mendatangkan penghasilan apalagi profit.

pelangan_ket1Coach Tom MC Iflle mengatakan dalam bukunya Profit Is King, Rahasia Meledakkan Profit Tanpa Iklan!, ada dua kategori pelanggan, yakni kategori yang selalu "benar" dan kategori yang selalu "salah".  Lebih jelasnya, pelanggan yang jumlahnya hanya sedikit tapi selalu benar ini adalah pelanggan yang memberikan Anda keuntungan. Mereka adalah pelanggan yang tak menyibukkan hari Anda tanpa hasil. Sebaliknya, pelanggan yang selalu membuat Anda sibuk, selalu Anda layani bak raja, nyatanya tak memberikan Anda keuntungan besar untuk bisnis Anda.

Lantas bagaimana memilah pelanggan yang membawa keuntungan dan mana yang tidak? Tom mencontohkan, sekarang tulislah daftar pelanggan Anda. Lalu, tuliskan di samping nama pelanggan Anda (atau nama perusahaan yang menjadi pelanggan), kontribusi profit yang bisa diperkirakan datang darinya. Sebagai pebisnis, Anda tentu sudah mengenali daftar pelanggan ini dan memprediksi peluang bisnis yang terbuka dengannya dan mendatangkan profit untuk bisnis Anda.

Lanjutkan dengan menghitung kontribusi profit pelanggan tersebut hingga menyentuh angka 80 persen dari total profit Anda. Dengan catatan, Anda sudah memiliki target dari total profit Anda.

Kemudian hitung jumlah pelanggan Anda. Lihat berapa persen dari seluruh pelanggan yang Anda layani tersebut yang mampu memberikan kontribusi terbanyak.

Dari catatan ini, Anda bisa melihat arah kecenderungan Anda dalam melayani pelanggan. Apakah Anda selama ini fokus dan konsentrasi melayani pelanggan yang salah atau yang benar? Inilah cara sederhana untuk memahami, sejauh mana Anda telah memanfaatkan waktu dengan benar untuk melayani pelanggan yang benar, yakni pelanggan yang memberikan Anda profit tinggi.

Bisa jadi, bisnis yang Anda jalani saat ini tak juga menuai profit memuaskan karena Anda telah terfokus melayani pelanggan yang salah. Yaitu pelanggan yang menikmati pelayanan Anda bak raja, tetapi lebih banyak menyibukkan daripada memberikan Anda peruntungan. Ayo, kenali lagi pelanggan bisnis Anda agar lebih banyak lagi keuntungan yang bisa diraup. (*/Kompas.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/14847-mengetahui-pelanggan-yang-menguntungkan.html

Kekuatan Kedermawanan dalam Berbisnis


Views :448 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Maret 2012 17:02
CE-logoPerasaan tak berdaya membuat orang merasa frustrasi dan cemas. Dan dalam dunia bisnis, mudah bagi kita untuk merasa bahwa orang lain selalu memiliki kendali dan pengaruh lebih besar daripada kita: pelanggan bisa beralih ke perusahaan lain kapanpun mereka mau, karyawan kita bisa meninggalkan pekerjaan jika mereka menghendaki, kolega bisa fokus pada agenda mereka sendiri-sendiri.

Daripada lelah menghabiskan tenaga untuk melawan semua ketidakberdayaan itu atau memaksakan diri seupaya terlihat memiliki kekuasaan, cobalah untuk beralih kepada kedermawanan. Mendorong orang lain untuk selalu kalah dari kita adalah sebuah upaya yang justru membuat mereka makin kuat. Namun meminta dengan hormat untuk apa yang Anda inginkan sering mendorong orang lain untuk berbuat dan memperlakukan Anda sama baiknya.

Lain kali jika Anda membutuhkan sesuatu, beritahukanlah permintaan itu daripada hanya sekadar memberikan instruksi atau perintah yang kurang ramah atau bersandar pada hubungan yang terbangun atas dasar kepercayaan daripada hierarki. Anda akan lebih mungkin untuk mendapatkan apa yang Anda butuhkan dan  merasa lebih baik dengan melaksanakannya.

*) Diadaptasi dari "The Best Way to Handle a Power Struggle" oleh Peter Bregman

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/14872-kekuatan-kedermawanan-dalam-berbisnis.html

3 Cara Rebut Perhatian Kolega

Views :311 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 29 Februari 2012 10:55
Shaking-HandsUntuk bisa menangkap perhatian audiens, Anda harus merangkai dan menyusun pesan Anda dengan lebih baik dan tertata. Apakah Anda sedang membuat sebuah presentasi, menulis email atau berbincang dengan atasan Anda, berikut ialah cara bagaimana menyampaikan ide dan gagasan Anda:
  • Mulai dengan apa yang Anda inginkan: Kolega yang sibuk tidak ingin menunggu kalimat yang menjadi inti paparan Anda. Berikan informasi yang paling penting di bagian awal pemaparan Anda.
  • Jelaskan kerumitannya: Berikanlah alasan yang spesifik untuk pesan Anda. Apa yang mendorong Anda untuk menyampaikannya?
  • Koneksikan ke gambaran yang lebih besar: Jelaskan kenapa audiens Anda harus peduli dengan pesan yang akan Anda sampaikan. Garisbawahi apa yang relevan untuk mereka dan bagaimana itu berhubungan erat dengan tujuan utama mereka.
  • Akhiri dengan himbauan untuk bertindak: Setelah mengemukakan konteks yang sesuai, kemukakan kembali dengan tegas dna jelas apa yang Anda sedang butuhkan. (*/Diadaptasi dari “Guide to Managing Up and Across")

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/14825-3-cara-rebut-perhatian-kolega.html

Jeli memilih model agar bisnis tepat sasaran

KIAT BERBISNIS


Jeli memilih model agar bisnis tepat sasaran

JAKARTA. Banyak cara meraup cuan dari dunia maya. Jika jeli, ada beragam model bisnis online yang sudah jalan dan sebagian bisa ditiru dengan sedikit perubahan, atau sekadar menjiplak. Meski semuanya menjanjikan keuntungan, belum tentu realisasinya semudah itu.
Setiap model bisnis punya cara penanganan berbeda. Para pionir mungkin bakal menikmati keberhasilan sekaligus risiko kegagalan di awal. Tapi, para penjiplak model bisnis juga tidak kalah besar risikonya jika tidak mampu menunjukkan sesuatu yang beda dari model bisnis yang sudah ada.
Berikut ini garis besar tiga model bisnis online yang sudah sering digunakan dan sebagian sukses dan bertahan.
Jualan produk
Bisnis paling jamak di dunia maya adalah berjualan. Produknya terserah Anda, mulai buku elektronik, aplikasi perangkat lunak (software), produk elektronik, hingga barang bekas. Prinsipnya, Anda harus jeli melihat kebutuhan pasar. Paling gampang memang meniru jenis yang sudah sukses. Tapi, Anda juga bisa membidik ceruk pasar yang belum tergarap pemain lain.
RajaGPS.com contohnya. Menurut Arianto Furiady, Direktur RajaGPS.com, saat mendirikan bersama beberapa teman sekitar tahun 2008, modalnya hanya Rp 500.000 untuk membuat situs penjualan alat navigasi GPS (global positioning system) buatan China. "Tantangannya merawat dan merapikan toko serta rajin
mengunggah foto barang baru dan info lengkapnya," ujarnya.
Jika ingin lebih murah lagi, tak perlu membuat situs khusus. Anda bisa memanfaatkan beberapa situs mal online seperti BliBli.com, Ebay.com, Plasa.com, atau beberapa situs jejaring sosial seperti Multiply.com. Beberapa dari mereka mematok fee transaksi ke anggotanya. Tapi, ada juga yang gratis.
Mau lebih murah atau tanpa biaya lagi? Coba manfaatkan modal memiliki jaringan seperti Facebook, Twitter, atau komunitas (Yahoogroups.com), Anda juga bisa memulai bisnis ini dengan modal kecil. Targetnya sudah jelas, Anda juga sudah dikenal atau dipercaya.
Bisnis iklan
Model bisnis online yang cukup marak juga adalah mengincar pengiklan. Beberapa yang terkenal antara lain model iklan baris, paid to click (PTC), paid per click (PPC), paid to survey (PTS), affiliate marketing, dan paid to review (PTR).
Selain harus bermodal situs, entah blog atau website dengan nama domain khusus, Anda juga harus memastikan pengunjung situs cukup banyak. Beberapa situs jejaring sosial seperti Multiplay dan mal online seperti TokoBagus.com mendongkrak jumlah pengunjung untuk mengincar pengiklan besar. "Saingan utama kami adalah Kaskus.us dan Tokobagus.com," ujar Daniel Tumiwa, Country Manager Multiply Indonesia.
Pendapatan dari model bisnis PTC, PPC, PTS, dan PTR didapat dari jumlah klik iklan dalam situs. Di PTC dan PPC, pengiklan akan membayar Anda sesuai jumlah klik, Anda juga harus membayarkan sebagian lagi ke pengeklik. Tarif PTC di Indonesia sekitar Rp 10–Rp 300 untuk tiap klik iklan.
Affiliate marketing juga hampir mirip. Bedanya, inti sistem ini membantu memasarkan suatu produk tanpa harus membeli produk tersebut. Anda berdiri di tengah-tengah antara penjual dan pelanggan.
Sementara mekanisme PTS dan PTR, Anda seperti punya toko jasa survei dan review (ulasan) produk. Anda membayar setiap pelanggan yang memberikan ulasan atau survei dari form Anda sediakan. Keuntungan jasa ini biasanya datang dari mitra atau perusahaan penebar survei dan pemilik merek besar. Anda bisa menetapkan fee setiap survei atau review dari pemasangan iklan.
Unggah dan unduh
Belakangan juga marak model bisnis online yang menyediakan fasilitas unggah dan unduh data, termasuk penyimpanan fail (file) atau dokumen. Contohnya, 4Shared, Rapidshare, dan Ziddu.com.
Fitur standar memang digratiskan. Tapi, jika ada pelanggan yang ingin lebih, ada tarif yang harus dibayar. Ada produk premium jasa penyimpanan file yang mematok tarif US$ 6,5 sampai US$ 90 per bulan selama satu tahun atau tergantung dari lamanya berlangganan.
Selain modalnya besar lantaran harus menyewa server, saat ini, model bisnis ini sedang tertekan oleh aksi melawan pembajakan. Situs seperti ini dianggap pendukung pembajakan.
Memegang prinsip bisnis
Meski model bisnis online beragam, ada beberapa prinsip yang benar-benar harus Anda pegang saat memulai. Pertama, tak melanggar etika atau hukum. Kedua, apa pun bisnisnya, jika Anda serius, harus ada modal. Bisnis online tak harus bermodal besar. "Tetapi jika Anda berpikir mau berbisnis tanpa modal, itu tidak bagus," ujar Daniel Tumiwa.
Ketiga, keseriusan dan keuletan. Ketekunan dalam mengelola dan membesarkan bisnis sifatnya wajib. Bisnis tak bisa besar sendiri. Anda harus membesarkan dan merawatnya. Keempat, gunakan semua bentuk pemasaran alias platform dalam berbisnis, mulai jejaring sosial, aplikasi telepon genggam, hingga media cetak atau televisi.
Pendiri sekaligus orang nomor satu di TokoBagus.com Arnold Sebastian Egg menambahkan, jika ingin sukses di bisnis ini, ada tiga hal penting lain yang harus diperhatikan. "Mendengarkan user, menampung keinginan user, dan menjaga hubungan dengan user," ungkapnya.

Sumber:
http://personalfinance.kontan.co.id/news/jeli-memilih-model-agar-bisnis-tepat-sasaran/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Tempatkan Diri Anda dalam Posisi Pelanggan

Views :391 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 28 Februari 2012 13:33
pelanggan0212Jika perusahaan Anda tengah mencari celah untuk berinovasi, jangan buang waktu untuk menganalisis laporan penelitian pasar dan tenggelam dalam lautan data pelanggan. Apa yang pelanggan katakan akan mereka lakukan bukan hanya apa yang mereka akhirnya akan lakukan.

Namun lebih dari itu, Anda coba letakkan diri pada posisi sang pelanggan. Amatilah para pelanggan yang menggunakan produk dan ketahuilah kejengkelan yang bahkan mereka tak sadari.

Jangan mendelegasikan tugas seperti itu pada konsultan penelitian pasar yang tidak memahami betul karakteristik produk dan konsumen Anda. Lakukanlah sendiri.

Pastikanlah orang-orang senior yang berpengalaman yang memiliki pemahaman strategis untuk mengenali adanya peluang dan wewenang untuk bertindak menanggapinya. Keluarlah dan amatilah pelanggan Anda juga.

*) Diadaptasi dari “How to Get Past Your Customers” oleh Alessandro Di Fiore

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/14798-tempatkan-diri-anda-dalam-posisi-pelanggan.html

Inilah Alasan Orang Takut Membeli


Views :359 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 28 Februari 2012 09:00
buy-prodAgar penjualan bagus, Anda perlu mengenali hal-hal yang bisa membuat orang takut atau bahkan tak mau membeli produk Anda. Berikut 10 hal yang membuat orang takut membeli produk Anda.
1. Pembawaan Anda
Anda terkesan memaksa, tidak peduli orang lain, datang di waktu yang tidak tepat. Solusi: Datanglah seperti seorang penasihat ahli.
2. Takut membuat kesalahan
Anda hanya menjelaskan dari sisi bagusnya, dan menyembunyikan kelemahannya. Solusi: Klien adalah teman, perlakukan dengan baik dan adil.
3. Merasa akan dibohongi
Bila seseorang pernah tertipu biasanya ia tak mudah percaya dan bersikap defensif. Solusi: Jaga integritas Anda, jangan terlalu agresif.
4. Akan menambah utang
Klien takut rugi jika menambah pengeluaran. Solusi: Coba tawarkan sesuatu dengan benefit lebih tinggi daripada nilai yang diinvestasikan.
5. Khawatir kehilangan muka
Jika presentasi kurang simpatik, klien akan malu atau merasa bersalah. Solusi: Jangan menyalahkan pelanggan jika memakai produk lain yang berkualitas kurang bagus. Buat orang merasa penting, berikan empati kepada mereka.
6. Takut ketidaktahuan
Jika produk Anda baru bagi klien, jangan memberi kesan Anda lebih pintar daripada dia. Solusi: Gunakan teknik consultative selling atau educative selling.
7. Jera pengalaman buruk masa lalu
Klien enggan mengulangi pengalaman buruknya. Solusi: Tangani dengan hati-hati agar pengalaman buruk itu tidak menutup kemungkinan untuk membeli produk Anda.
8. Dihantui prasangka sendiri
Prasangka buruk bisa menutup kesempatan Anda. Solusi: Usahakan hadir sebagai teman, bukan sebagai penjual.
9. Terpengaruh informasi atau pengalaman orang ketiga
Pengalaman buruk orang ketiga membuat klien ragu dengan produk Anda. Solusi: Hadir dengan empati, gunakan consultative selling. Misalnya Anda menawarkan produk MLM. Sebaiknya jangan bilang presentasi, tetapi katakan Anda mau berkonsultasi apakah produk yang Anda ikuti bagus atau tidak. Tentu dia akan membantu menganalisanya.
10. Takut akan kata-kata Anda
Istilah-istilahnya sangat berbau bisnis atau ilmiah. Solusi: Pilih kata-kata yang tidak menakutkan. Misalnya, harga -diganti total investasi. Uang muka -diganti tanda jadi. Bayar bulanan -diganti cicilan. Perjanjian -diganti formulir. (*/Kompas Female)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/14781-inilah-alasan-orang-takut-membeli.html

4 Macam Peluang Bisnis

Views :422 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 28 Februari 2012 13:05
Opportunity-EntMungkin jika Anda berpikir kembali jelaslah bahwa para entrepreneur adalah orang-orang yang selalu penuh rasa optimistis. Saat orang lain dihadapkan pada masalah, para entrepreneur justru menemukan sebuah peluang untuk mendirikan sebuah bisnis yang menguntungkan. Dengan hanya mengubah sudut pandang kita menjadi lebih positif dan optimistis saat menghadapi krisis atau masalah, kita bisa menjadi seorang entrepreneur yang hebat. Bagi Anda yang hendak mengasah intuisi untuk mengenali peluang emas dalam berbisnis, kenalilah 4 macam peluang bisnis berikut ini:

1. Masalah

Bisakah Anda mendirikan suatu bisnis yang memberikan sebuah solusi efektif atas permasalahan nyata yang dihadapi oleh diri Anda sendiri dan orang lain.

2. Perubahan

Perubahan apapun yang sedang terjadi dalam masyarakat patut untuk diketahui. Perbarui pengetahuan kita tentang lingkungan sekitar dan dunia dengan membaca, mendengar dan mengamati sebanyak-banyaknya. Perubahan apapun, dalam aspek apapun, bisa menjadi sebuah peluang bisnis yang menggiurkan jika mampu mengelola.

3. Penemuan

Jika Anda seorang yang mampu menghasilkan sebuah penemuan baru, Anda patut berbangga karena Anda memiliki kelebihan dibandingkan yang belum/ tidak mampu menghasilkan penemuan baru. Namun bagi yang belum/ tidak bisa merancang penemuan baru, Anda pun bisa memanfaatkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk menjual dan memasarkan penemuan baru yang dihasilkan oleh pihak lain. Bahkan akan sangat bagus jika Anda mampu menjadi seseorang yang kali pertama memperkenalkan penemuan baru ke dalam wilayah, masyarakat, atau negara Anda. Setiap perkembangan terutama yang berkaitan dengan teknologi bisa melahirkan sejumlah peluang bisnis baru yang tak terpikirkan sebelumnya.

4. Persaingan

Persaingan tidak hanya bisa disingkirkan dengan produk baru tetapi juga dengan menggunakan sebuah strategi bisnis yang efektif untuk menjual produk atau jasa yang sudah ada. Amati lingkungan  sekitar Anda. Selalu cari kelemahan dari bisnis yang sudah dijalankan orang lain. Kemudian jadikan itu sebagai selling point dari bisnis Anda kelak. Misalnya jika Anda hendak mendirikan sebuah bisnis jasa pengiriman barang, Anda bisa amati apakah ada bisnis serupa di sekitar Anda. Jika ada, amati kelemahan bisnis mereka. Contohnya bila waktu pengiriman yang dijanjikan ternyata tidak secepat yang dijanjikan, maka Anda harus bisa memenuhi ekspektasi konsumen dengan mengirimkan barang dalam waktu yang lebih singkat.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/14796-4-macam-peluang-bisnis.html