Kerapu Lumpur


Kerapu Lumpur

Jenis ikan ini telah dibudidayakan di daerah Kepulauan Riau dan Sumatera Utara, khususnya Kabupaten/Kota Nias, Tapanuli Tengah, Sibolga, Langkat, Deli Serdang, dan Medan.


A. Sistematika

Famili : Serranidae
Species : Epinephelus coioides
Nama dagang : estuaty, grouper, fah paan, chairomaruhata, chi hou
Nama lokal : kerapu minyak



Ciri-ciri dan Aspek Biologi

Ciri fisik
Epinephelus coioides ada kemiripan dengan jenis kerapu lumpur lainnya, E. tauvina atau
E. suillus, terutama penampakan bintik pada tubuhnya.

Bentuk tubuh memanjang Bagian kepala dan punggung berwarna gelap kehitaman, sedangkan
perut berwarna keputihan. seluruh tubuhnya dipenuhi bintik-bintik kasar berwarna kecokelatan atau kemerahan.


2. Pertumbuhan dan perkembangan
Sebagaimana halnya dengan ikan kerapu lainnya, kerapu
lumpur bersifat protogony hermaphrodite. Artinya, jenis kelamin
ikan berubah sejalan dengan pertumbuhannya. Pada waktu masih
berumur 3 tahun atau kurang, ikan ini berkelamin betina. Namun sesudah berumur lebih dari 4 tahun ikan ini berubah kelamin menjadi jantan tanpa perubahan morfologi yang jelas.


Kedewasaan pertama tercapai pada ukuran 25-3o cm saatberumur 2-3 tahun. Di KJA jenis ikan ini memijah sepanjang tahun dengan puncaknya terjadi pada bulan Juni—Oktober. Seekor betina berukuran 35 cm dapat menghasilkan telur sebanyak 850.000 butir/satu kali memijah, sedangkan ikan yang lebih besar dapat menghasilkan hampir 3 juta butir.


Ikan ini tumbuh cepat. Pertumbuhan ikan kerapu lumpur beragam, tergantung pada bobot awal, mutu, dan jumlah pakan yang digunakan dan kondisi lingkungan. Panjang maksimum yang dapat dicapai sampai 95 cm.



C. Pemilihan Lokasi Budi Daya

Ikan kerapu lumpur hidup di perairan muara sungai dengan kisaran kadar garam 15-30 ppt, suhu air 24-31 derajat celsius, dan kadar oksigen terlarut antara 4,9-9,3 mg/l. Ikan ini juga dapat hidup dan tumbuh di tambak berkadar garam antara. 7,1-31 ppt. KJA yang akan digunakan harus diletakan di lokasi yang tepat, yaitu perairan laut yang terlindung dari arus kuat dan gelombang besar.



D. Wadah Budi Daya

Wadah budi daya yang digunakan adalah karamba jaring apung dan karamba jaring tancap. Adapun ukuran KJA sebaiknya 7 m x 7 m dengan jaring berukuran 3 m x 3 M.


E. Pengelolaan Budi Daya

1. Penyediaan benih
Benih ikan kerapu dapat diperoleh dari alam atau dari hatchery. Di alam, benih ikan kerapu lumpur banyak hidup di perairan sekitar muara sungai yang berdasar lumpur dan ditumbuhi lamun (seagrass). Adapun musim benihnya berbeda pada setiap tempat.

Ukuran benih yang tertangkap bervariasi, mulai dari 2 - 10 cm dengan bobot 5-25 g. Penangkapannya dengan pukat pantai, sudu, pancing, dan bubu. Benih kerapu bisa juga diperoleh di hatchery.


2. Penebaran benih
Waktu penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Keseragaman ukuran benih juga perlu diperhatikan
ketika penebaran. Tujuannya untuk mengurangi pemangsaan akibat sifat kanibal. Selain keragaman, kepadatan penebaran benih juga harus diperhatikan. Benih berukuran 5-10 g dapat ditebar dengan kepadatan 75 ekor/m3, sedangkan kepadatan tebar benih berukuran 20-25 g sekitar 5o ekor/m3.


Jika telah berukuran 150-200 g, kepadatannya harus dikurangi menjadi 4o ekor/m3. Adapun jumlah ikan yang ditebarkan saat berukuran 1oo g adalah 400 ekor.
Benih kerapu lumpur. Keseragaman ukuran benih harus diperhalikan saat penebaran




3. Pemberian pakan
Kerapu lumpur termasuk jenis ikan karnivora yang memangsa ikan-ikan keeil, udang, cumi-cumi, rajungan, dan kepiting. Ikan ini dapat dilatih makan pellet berkadar protein tinggi. Namun pada stadia larva, ikan ini merupakan pemakan plankton.

Selama pemeliharaan ikan diberi pakan berupa ikan rucah dengan dosis 8% bobot badan/hari. Selanjutnya, dosis dituttinkan menjadi 5% setelah bobotnya mencapai 300 g/ekor. Jika diberikan pakan buatan, dosisnya relatif lebih keeil dibandingkan dengan penggunaan pakan ikan rucah, yaitu 4-2% bobot badan per hari. pakan tersebut diberikan 2 kali pada pagi dan sore. Perubahan dosis pakan dilakukan setiap bulan setelah dilakukan penimbangan berat. Semakin besar ikan, semakin kecil dosis pakan yang diberikan.



F. Pengendalian Hama dan Penyakit

Gejala terjadinya serangan iridovirus pada induk ikan kerapu lumpur mirip dengan sleepy gouger diseases yang menyerang ikan kerapu di Sumatera Utara tahun 1993. serangan iridovirus memunculkan gejala pembengkakan pada organ limpa dan menyebabkan kematian ikan.

Selain virus, ikan ini biasa pula terserang penyakit bakteri Streptococcus iniae dengan tanda-tanda warna berubah menjadi lebili gelap, kehilangan keseimbangan, berenang berputar, dan timbul bintik-bintik merah pada kulit. Kerapu lumpur juga biasa diserang penyakit parasites, seperti cacing Neobedenia.


G. Panen
Ikan dapat dipanen setelah mencapai bobot 600-80o g dengan lama pemeliharaan 6-8 bulan. Adapun teknik panennya sama dengan cara panen ikan di KJA umumnya.

sumber : Penebar Swadaya, 2008

In the original eutroph lakes have characteristics - characteristics as follows

In the original eutroph lakes have characteristics - characteristics as follows:

• relatively shallow depth

• the coastal dalaml relatively wide

•-There are many plants litoral

• are usually located on the lake where a flat, sometimes found in the mountains

• water green until green yellow color is caused by growth - growth in the lake water

• low water clarity

• N and P content higher

• not a lot of humus

• akan most rich limestone

• Oxygen content difference between summer and winter is on the big termoklin

• Oxygen in the womb hypolimnion is poor or there is no

• in the summer Oxygen reduction occurs because the animal plankton

• on the lake in which, the spread of Oxygen in the lake, with the lake oligotroph

• there is a lot of detritus derived from the plankton

• basic mud lake, rich in organic materials that are currently experiencing autochtone decomposition

• the process of decomposition in the lake are usually strong Lumpur

• there are lots of phyto-plankton, often bloom

• Chlorophyceae few, Schizophyceae and Diatomae many, besides Chrysomonad and peridinium

source: H. Masyamsir, Ir, MS

Asset and liability basics

Asset and liability basics

by: Mansi gupta
Knowledge of accounts can make life much easy. If you are to invest in a new business or joining your forefather’s business, planning to take some loan, looking for job in any marketing company, desire to be the manager of a multinational company or have the onus to manage your own assets and liabilities, knowing some basics of accounts becomes mandatory.


Broadly, accounting is bifurcated into two categories-

Cash Bases Accounting

Accrual Accounting


The Cash Based accounting pertains to the management of an individual’s personal monetary transactions. In this case, he keeps a track of the money he withdrew, deposited, gave or received from someone etc. This accounting comes to life when actual cash transactions take place.

The Accrual Accounting requires an accountant who notes the transactions even if no money has been actually exchanged. This method works on the principle of comparing or seeing the ratio of the expenses to expenditure. If the expenditure is more, you need to cut down your luxuries, if not then it’s always good to have some savings for future. This type of accounting tells you the amount that you owed; this might not match with the figure of your bank balance.


In the language of accounting there are several key terms that one needs to be familiar with. Some of the crucial ones are discussed below-

The Assets- the assets are generally those possessions of an individual that have a good market value or are quite valuable. Assets are mainly classified into three types-
Current Asset- the cash is the most basic asset of any individual. The money that is being held in accounts like the checking and savings accounts is also included in the cash. Also inclusive are the marketable securities in the form of bonds, stocks, shares etc. The money lent or payments due from clients, even form a part of it.

Fixed Asset- comprises of all the tangible valuable things like property, machines, equipments, land and the like that are not meant to be sold.


Intangible Asset- incorporates all the untouchable things like copyrights, patents, trademarks etc. that have tremendous monetary significance.


The law of opposites governs the nature; where there are assets, there will be liabilities. These are the debts that you have to pay back to your creditors. This can be done through giving cash or any other asset like jewelry, some other goods etc. Liabilities again are of two kinds-

1. The Current Liabilities- the liabilities that are to be paid back within a certain time limit and most often through your current assets. These include the accounts payable i.e. type of bill that you have to monthly, the Notes Payable-loans taken from banks meant to be repaid within 30 days and the Accrued Expenses- the compulsory expenses like taxes, wages, interests etc. where the bills are not received but the balances of each must be repaid.

2. Long Term Liabilities- those debts that can be repaid at ease for the tenure is more then a month.



The Financial Capital- is the economic capital. It is any liquid medium or merchandise that stands for wealth or other styles or capital. There are four ways to manage and display the financial capital. First, this capital is needed when a contract is made with any sort of capital asset. The financial instruments work in the form of currency in case of sale, purchase or trade of goods i.e. the medium exchanges. Second, it works as a settled medium or mode like gold for the
Standard of Deferred Payment. Third, The Unit of Account has a market value attached to it which in turn varies with the economy of the country. Fourth, The Source of Value is concerned with financial capital that needs to be saved and recovered. It is a collection of things like gold, real estate, collectibles etc.


Petty Cash is an important factor in business. It is the smallest account within a business setting or the cash in bills and coinage required to pay little expenses.

Types of Business- there are several kinds of business one should be aware of like


Sole proprietorship- where a single individual who starts the business owns it too.

Partnerships- the companies or businesses started by two or more persons where they conjointly own it.


Corporations- involve lot many shareholders or investors who are responsible in taking decisions for the company.

Limited Liability Companies- can be said to be sisters of corporations. Here the business members are not under a legal obligation to pay the debts if the business fails.



Payrolls- the term payroll designates the manner in which you will be paying the employees of your company and even yourself. Many multinational companies cater to payroll service provider companies that do the work quite efficiently.


These are some of the broad guidelines that will help you grasp the basics of accounting. It is essential to have some such wisdom for accounts as it is fruitful in all walks of life.


About the author:
Mansi gupta writes about asset and liability Learn more at http://www.assetsandliabilitiesbook.com


Circulated by Article Emporium

3 Easy Ways to Treat Body Acne!

3 Easy Ways to Treat Body Acne!

by: Venkata Ramana
Are you suffering from Body acne? or Zits below the neckline? Don't worry. You are not alone! Lot's of teen get body acne. It is common in the winter months, when you are wearing piles of heavy clothing.

Sweat can clog skin pores and lead to breakouts all over. Other things that can cause body acne are tight fitting clothing ( It traps sweat against the skin, leading to clogged pores and blemishes) stress and hormones. Body acne commonly pops up on the chest and back.

Ø To zap body acne and prevent it from coming back, you can wash your body daily with a salicylic acid based cleanser. Look for this ingredient on product labels.

Ø Shower daily and be sure to shower as soon as possible anytime you have been sweating - such as after playing sports, working outside or just being in the sun. After your shower, you can follow up by a body moisturizer that contains Alfa Hydroxy acid. This will exfoliate skin and help prevent breakouts, without drying skin out.

Ø At Nighttime you can treat body acne just like facial acne, by applying an acne zapping gel or cream at the effected parts.

Ø If your body acne is particularly bad and wont respond to this treatment after about a month, you will probably need to see a dermatologist.

ABOUT THE AUTHOR
Venkata Ramana is a Fitness Enthusiast and a Professional Body Builder. Visit his http://www.awacne.com/ and http://www.awdepression.com/ websites and gain maximum Information to stay fit and healthy.

3 Essential Tools for Starting and Maintaining a Small Business

3 Essential Tools for Starting and Maintaining a Small Business

by: Ryan Hough
We believe that there are 3 factors that drive the success of small businesses.


1) Acquiring start-up capital
2) Finding customers
3) Accounting for, budgeting and controlling sales and expenses



The following resources will help your small business achieve these success factors.

Acquiring Start-Up Capital


An adequate supply of capital is essential as many profitable businesses fail because they don’t have enough cash to pay their employees and suppliers. But what is an adequate supply of capital? The only way to tell is by doing a significant amount of research on your potential market and formally documenting this in a business plan. I’m sure you know that a business plan is a very important document that is crucial to convincing your banker to lend you money.


There are two ways to obtain a business plan.


1) Do it yourself by amending a business plan template, or
2) Hire a professional to do it for you.


Obviously obtain 1) will be a great deal cheaper.


Our research led to a website that has over 60 high quality and free business plan templates. We also found a directory that you can use to easily find a business plan writer in your city – where ever you live in the world.


Finding Customers


Finding customers is a difficult and expensive task for service business owners such as accountants, lawyers and plumbers. We believe that a cost effective marketing strategy for service business owners is to simply give all their personal contacts a few business cards.


Our research led to a few websites that have pre-designed business card templates. We felt that the diversity and quality of these designs was outstanding. In addition, we found that you can obtain a significant saving by finding a printing service on the Internet. We found that you could get 2,000 full color business cards for as little as US $150.


Accounting For, Budgeting and Controlling Revenue and Expenses


Accurate accounting is very important for small business owners. It’s essential that you have timely access to information that could make or break your business. If stocks are running low – you need to know about it. If a large proportion of your debtors haven’t paid – you need to know about it. If you do not react to these situations quickly you may have a situation where you don’t have enough money to pay your employees – or worse still someone is stealing cash out the till.


Our research led to a website that compares and reviews top accounting software for small businesses. The cheapest software cost US $89.99 and the most expensive software cost US $1,499. It was interesting to note that the top 3 ranked websites were not the most expensive and cost between US $250 - US $300.


Hopefully you now have an idea of some of the tools that you can use to grow and maintain your small business. If you would like to benefit from our research please visit our website. We do not charge for this research and offer the content freely on our website.


About the author:
http://www.best-quality-small-business-resources.com/

Ryan Hough is the webmaster of best quality small business resources.com, who's aim is to help you save time and money by finding reviews and case studies that will enable you to choose the best resources at the right price.



Circulated by Article Emporium

Kerapu Bebek : protogony hermaphrodite


Kerapu Bebek

Sewaktu masih berukuran benih, kerapu tikus merupakan ikan hias dengan nama panther-fish. Setelah besar, ikan ini menjadi ikan konsumsi yang bergengsi sehingga mahal. harganya. Selain Indonesia, banyak negara tetangga yang sudah mengembangkan budi daya kerapu bebek dan berpotensi menjadi pesaing, yaitu Thailand, Filipina, Vietnam, Taiwan, dan Australia. Di Thailand penggunaan benih sebagian besar dari hasil tangkapan di alam. Produksi budi daya kerapu bebek umumnya di ekspor ke Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong.


A. Sistematika

Famili : Serranidae
Spesies : Chromileptes altivelis
Nama dagang: humpback grouper, mero, jorobado, mero bassu, baramundi cod, sarasa hata, polka dot grouper, lo su pan
Nama lokal : kerapu tikus



B. Ciri-ciri dan Aspek Biologi

1. Ciri fisik
Badan kerapu bebek pipih dengan bentuk kepala bagian atas cekung. Tubuh agak pucat berwarna cokelat kehijauan dan terdapat bintik-bintik hitam bulat pada sekujur tubuhnya. Ujung semua sirip, berbentuk bundar/busur.


2. pertumbuhan dan perkembangan

pertumbuhan kerapu bebek sangat lambat dibanding dengan jenis kerapu lainnya. laju pertumbuhan kerapu bebek yang diberi pakan ikan rucah tumbuh dari bobot awal 13 g menjadi 51 g dalam waktu 9o hari, sedangkan ikan yang diberi pelet tumbuh dari bobot awal 14 g menjadi 52 g dalam waktu yang sama. panjang total maksimum yang pernah tercatat adalah 70 cm.


Kedewasaan pertama terjadi setelah mencapai ukuran
1,5 kg. Ikan ini memiliki sifat protogony hermaphrodite, yaitu berubah kelamin dari betina menjadi jantan. Perubahan tersebut terjadi setelah berukuran di atas 2,5-3,o kg. Seekor induk betina berukuran 3-4 kg dapat menghasilkan 200-30o ribu butir telur setiap kali memijah.


C. Pemilihan Lokasi Budi Daya

Kerapu bebek hidup di wilayah perairan karang yang masih baik maupun yang telah rusak atau agak berlumpur. Ikan ini dapat dipelihara di KJA, di bak, maupun di tambak. Lokasi perairan laut untuk penempatan KJA harus terlindung dari gelombang besar dan tiupan angin kencang, berair jernih, bersih, serta bebas polusi sepanjang tahun. Kedalaman airnya minimal 10 m pada saat air surut.


D. Wadah Budi Daya

KJA terdiri atas rangka yang terbuat dari kayu. Kerangka rakit yang digunakan sebaiknya berukuran 5 m x 5 m dengan ukuran jaring 2 m x 2 m sehingga pada satu unit rakit akan dapat dipasang 4 unit jaring. Mata jaring disesuaikan dengan besar ukuran ikan yang ditebar. Semakin besar ukuran benih, semakin besar mata jaring yang digunakan. Selain itu, harus disediakan jaring pengganti dengan ukuran mata jaring yang berbeda.


Pelampung dan jaring yang berbentuk kelambu terbalik diikatkan pada kerangka kayu. Pelampung tersebut dapat berupa plastic foam maupun drum bekas (drum plastik atau drum besi).



E. Pengelolaan Budidaya

1. penyediaan benih
Benih berukuran panjang 4-10 cm dari hatchery tersedia hampir sepanjang tahun. Benih yang diperlukan dapat diperoleh dari alam atau dari HSRI'atau HL di Gondol, Situbondo, atau Lampung.


2. Penebaran benih
Benih yang ditebar adalah benih yang sehat. Penebaran benih yang terlalu padat bisa menyebabkan pertumbuhan lambat dan kematian tinggi selama pemeliharaan. Kepadatan benih diusahakan kurang dari 2 kg/m3 sebelum berat mencapai 10g. Selanjutnya, kepadatan benih dipertahankan 7 kg/m3.


3. Pendederan
Pendederan dapat dilakukan di dalam bak beton/semen/ fiberglass maupun dalam KJA. Bak beton/fiberglass yang digunakan berbentuk silinder maupun empat persegi panjang. Volumenya beragam antara 4,0-20 m3 dengan ketinggian air 80—100 cm. Bak ini dilengkapi dengan pipa pemasukan dan pipa pembuangan air serta pipa udara (aerator).


usaha pendederan yang menggunakan KJA harus memiliki dua jenis karamba yang berbeda ukuran dan mata jaringnya. jenis pertama berukuran lebih kecil, yaitu 1,0 m x 1,0 m x 1,5 m buat dari waring bermata jaring 4,o mm. Sebulan kemudian ukuran jaring karamba yang digunakan lebih besar, yaitu 2,0 m x 2,0 m x 2,0 m dengan jaring terbuat dari polietilen bermata jaring 0,5 inci.


Padat tebar dalam bak dan KJA pendederan disesuaikan dengan ukuran benih yang ditebar. Benih yang ditebar sedapat mungkin harus seragam ukurannya. Apabila digunakan benih berukuran 3-4 cm, padat tebar yang digunakan sekitar 300-500 ekor/m3 air.


4. Pembesaran
Usaha pembesaran adalah usaha membesarkan ikan dari benih berukuran sekitar 8 cm menjadi ikan konsumsi berukuran 250-500 g/ekor. Usaha ini umumnya dilakukan di dalam KJA di laut.



5. Pemberian pakan
kerapu bebek merupakan ikan karnivora.dan. tanggap terhadap pakan buatan asalkan dilatih terlebih dahulu. Untuk pembesaran jenis ikan kerapu bebek, diperlukan pelet terapung dengan kadar protein 47,5%. Rincian pemberian pakan bisa dilihat pada Tabel 5 dan 6.



jika berasal dari alam, benih yang ditebar dapat diberi pakan berupa ikan rucah. Sementara itu, pakan buatan (pelet) diberikan jika benihnya berasal dari hatchery. Dewasa ini pakan buatan untuk kerapu telah terdapat di pasar sehingga tidak lagi tergantung pada ketersediaan ikan rucah. Pemberian pakan berkisar 2-10% bobot badan ikan saat ditebar masih berukuran <10>10g.


F. Pengendalian Hama dan Penyakit
Di dalam tempat pemeliharaan, seperti KJA, tangki, atau bak jenis ikan ini sering menjadi sasaran berbagai parasit, bakteri, dan virus. Parasit yang paling sering dijumpai adalah Benedenia dan Neobenedenia yang hidup di kulit maupun insang. Serangan parasit ini dapat diatasi dengan cara ikan direndam selama beberapa menit di dalam air tawar. Sementara, itu, jenis bakteri yang sutra menyerang sirip dan kulit kerapu adalah Flexibacter dan Vibrio.


Penyakit bakteri tersebut dapat diatasi dengan pemberian antibiotik, seperti mytetracycline (5o mg) atau oxolinic acid (10-30 mg) per kg bobot badan ikan secara oral. Penyakit lain yang hingga sekarang belum dapat diatasi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus VNN dan iridovirus. Golongan penyakit ini sangat merugikan. Oleh karena itu, pemilihan benih yang sehat sebelum ditebar ke dalam karamba sangat penting untuk dilakukan.


G. Panen
Ikan kerapu bebek dapat dipanen setelah mencapai ukuran konsumsi, yaitu 500-600 g/ekor. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran tersebut sekitar 16-2o bulan untuk kerapu bebek dengan sintasan rata-rata 80%.

sumber : Penebar Swadaya, 2008

pemilihan Lokasi pada Budidaya Ikan Laut

Pemilihan Lokasi

Sebagai langkah awal usaha budi daya laut adalah pemilihan lokasi yang tepat. Oleh karena itu, pemilihan dan penentuan lokasi lahan budi daya laut harus didasarkan pertimbangan ekologis, teknis, higienis, sosio-ekonomis, dan ketentuan peraturan/ perundang-undangan yang berlaku. pemilihan lokasi sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan gabungan beberapa faktor yang; dikaji secara menyeluruh.

Persyaratan teknis
Sesuai dengan sifatnya yang sangat dipengaruhi oleh kondisi perairan, lingkungan bagi kegiatan budi daya laut dalam karamba jaring apung sangat menentukan keberhasilan usaha. pemilihan lokasi yang baik harus mempertimbangkan aspek fisika, kimia, dan biologi perairan yang cocok untuk biota laut. Selain itu, pemilihan lokasi perlu juga mempertimbangkan aspek efisiensi biaya operasional budi daya sehingga harus memperhatikan aspek kemudahan dalam mendapatkan benih, pakan, pemasaran, dan keamanan.


Teluk atau selat kecil yang terlindung dari ombak dan badai, tetapi memiliki pola pergantian massa air yang baik, bebas dari pencemaran, terdapat sumber benih dan pakan, mudah dijangkau dan aman, sangat cocok dijadikan lokasi budi daya laut. Beberapa kriteria kualitas air dan lahan yang optimum untuk budi daya ikan dalam KJA disajikan pada Tabel 1.



2. Persyaratan sosiol-ekonomi

Berikut beberapa aspek sosio-ekonomi yang perlu mendapat perhatian dalam pemilihan dan penentuan lokasi.

a) Keterjangkauan lokasi. Lokasi budi daya yang dipilih sebaiknya adalah lokasi yang mudah dijangkau. Umumnya lokasi budi daya relatif berdekatan dengan rumah tempat tinggal agar lebih mudah dalam pemeliharaan.

b) Tenaga kerja. Tenaga kerja sebaiknya dipilih yang bertempat tinggal berdekatan dengan lokasi budi daya, terutama pembudidaya atau nelayan lokal. Upaya tersebut dilakukan untuk menghemat biaya produksi dan sekaligus membuka peluang atau kesempatan kerja.

c) Sarana dan prasarana. Lokasi budi daya sebaiknya berdekatan dengan sarana dan prasarana perhubungan yang memadai untuk mempermudah dalam pengangkutan bahan, benih, hasil panen, dan pemasarannya.

d) Kondisi masyarakat. Kondisi masyarakat yang lebih kondusif memungkinkan perkembangan usaha budi daya laut di daerah tersebut. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dalam pemilihan lokasi budi daya.

persyaratan nonteknis

Persyaratan nonteknis yang perlu mendapat perhatian dalam pemilihan lokasi budi daya adalah sebagai berikut.

a) Keterlindungan. Untuk menghindari kerusakan fisik sarana budi daya dan biota laut, diperlukan lokasi yang terlindung dari pengaruh angin dan gelombang yang besar. Lokasi yang terlindung biasanya didapatkan di perairan teluk atau perairan yang terlindung atau terhalang oleh pulau di depannya.

b) Keamanan lokasi. Masalah pencurian dan sabotase mungkin saja dapat terjadi pada lokasi tertentu sehingga upaya pengamanan, baik secara perorangan maupun kelompok harus dilakukan. Sebaiknya dilakukan upaya pendekatan dan hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar lokasi budi daya.


c) Konflik kepentingan. pemilihan lokasi sebaiknya tidak menimbulkan konflik dengan kepentingan lain. Beberapa kegiatan perikanan (penangkapan ikan, pemasangan bubu, dan bagan dan kegiatan nonperikanan (pariwisata, perhubungan laut, industri, dan taman laut,) dapat berpengaruh negatif terhadap aktivitas budi daya laut.

d) Aspek peraturan dan perundang-undangan. Untuk menguatkan keberlanjutan usaha budi daya laut, pemilihan lokasi tidak bertentangan dengan peraturan pemerintah serta mengikuti tata ruang yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah (BAPPEDA serta dinas kelautan dan perikanan setempat).

sumber : Penebar Swadaya, 2008