Rumput Laut dan Kerapu, Andalan Perikanan Budidaya Provinsi Maluku

Rumput Laut dan Kerapu, Andalan Perikanan Budidaya Provinsi Maluku


Produksi perikanan budidaya provinsi Maluku tahun 2009 mencapai 50.915 ton yang berasal dari budidaya laut, budidaya tambak dan budidaya air tawar. Rumput laut, kerapu, teripang dan udang adalah komoditas unggulan perikanan budidaya provinsi Maluku. Pada tahun 2009, keempat komoditas tersebut, produksinya masing-masing sebesar 47.782,6 ton, 1.810,7 ton, 522,4 ton dan 166,3 ton. Selain itu, Maluku juga terkenal dengan budidaya mutiaranya yang sudah mendunia.

Jika dilihat berdasarkan komoditas unggulan budidayanya maka terlihat bahwa Maluku sangat potensial untuk pengembangan budidaya laut terutama untuk rumput laut, kerapu dan tiram mutiara. Memang provinsi Maluku sangat potensial untuk pengembangan ketiga komoditas tersebut. Dilihat dari struktur wilayahnya, provinsi ini merupakan provinsi kepulauan dan provinsi ini dikelilingi oleh laut yang masih terjaga. Provinsi yang terletak di posisi 2?30?9? lintang selatan dan 124? - 136? bujur timur ini, berbatasan dengan laut seram di sebelah utara, lautan Indonesia dan laut arafura di selatannya, di sebelah timur berbatasan dengan laut irian dan sebelah barat berbatasan dengan laut Sulawesi.

Jadi hampir sebagian besar provinsi ini merupakan daerah laut yang potensial untuk pengembangan budidaya laut. Provinsi Maluku diperkirakan memiliki potensi budidaya laut sebesar 495.300 Ha yang terdiri dari :

Potensi budidaya kakap putih sebesar 31.000 ha
Potensi budidaya kerpau sebesar 104.00ha
Potensi budidaya rumput laut sebesar 206.000 ha
Potensi budidaya tiram mutiara sebesar 73.400 ha
Potensi budidaya teripang sebesar 28.900 ha
Potensi budidaya lobster sebesar 23.000 ha
Potensi budidaya kekerangan sebesar 29.000 ha

Lahan-lahan potensial untuk pengembangan budidaya tersebut tersebar dibeberapa daerah yaitu perairan seram, Manipa, Kei Kecil, Kei Besar, Yamdena, PP. terselatan dan Wetar. Namun, saat ini pengembangan budidaya laut di provinsi ini, yang dikembangkan secara komersil hanya pada komoditi rumput laut, kerapu dan tiram mutiara

Budidaya rumput laut di Maluku diperkirakan produksi akan meningkat tajam pada tahun selanjutnya. Hal ini berdasarkan kondisi lahan yang sangat potensial, kemudahan dalam berbudidaya dan juga rumput laut dari Maluku masih dihargai tinggi karena kualitasnya yang sangat bagus. Peningkatan produksi rumput laut ini juga tidak terlepas dari peran aktif dinas kelautan dan perikan Maluku yang ingin menggenjot produksi rumput laut pada tahun berikutnya. Selain itu, terbukti pengembangan budidaya rumput laut di Maluku dapat menanggulangi kemiskinan di provinsi ini. Penyerapan tenaga kerja dari budidaya rumput laut diperkirakan mencapai 5000-an orang pada tahun 2009.

Kerapu yang juga menjadi komoditas unggulan budidaya merupakan salah satu komoditas yang akan dinaikkan produksi pada tahun-tahun selanjutnya. Produksi kerapu yang terus mengalami tren positif setiap tahunnya dan potensi lahan yang masih terbuka menjadi alasan kenapa kerapu menjadi komoditas yang diunggulkan oleh provinsi ini.

Begitu pula dengan mutiara yang hasilnya telah dikenal. Produksi mutiara hasil budidaya dari Maluku dihargai sangat tinggi karena kualitasnya yang sangat bagus. Jika dilihat produksinya memang tidak terlihat sumbangan produksinya untuk total produksi perikanan budidaya namun jika menilik pada nilainya maka sungguh sangat tinggi nilainya bahkan mengalahkan harga udang dan kerapu.

Potensi perikanan budidaya provinsi Maluku tidak hanya pada budidaya lautnya saja. Budidaya tambak dan kolam juga diandalkan. Potensi kedua jenis budidaya ini juga masih terbuka lebar. Udang dan teripang adalah komoditas yang telah dibudidayakan di tambak pada provinsi ini dan merupakan komoditas andalan provinsi Maluku.

sumber : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

KKP TETAP KONSISTEN RE-EKSPOR IKAN ILEGAL

KKP TETAP KONSISTEN RE-EKSPOR IKAN ILEGAL

Dalam upaya melindungi tingkat kesejahteraan nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memutuskan untuk melakukan re-ekspor terhadap produk hasil perikanan yang melakukan impor secara illegal ke wilayah RI dari negara asalnya. Kegiatan re-ekspor telah dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Belawan dan pelabuhan serta bandara udara lainnya. “Jadi tidak benar kalau KKP meloloskan produk perikanan yang telah ditolak ke pasar domestik”, tegas Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Yulistyo Mudho hari ini (26/4) di Jakarta.

Lebih lanjut Yulistyo menjelaskan bahwa KKP tetap konsisten untuk menolak kehadiran impor ikan illegal ke wilayah Indonesia dan akan melakukan re-ekspor ke negara asal terhadap produk hasil perikanan tersebut. Kebijakan re-ekspor diambil KKP sebagai tindak lanjut pelaksanaan Permen No.17/2010 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang diimpor ke dalam wilayah RI. Setidaknya hingga 5 April 2011 KKP mencatat telah menolak sebanyak 245 kontainer dan 423 box produk perikanan masuk ke wilayah republik Indonesia.

Dugaan banyak pihak yang menyebutkan bahwa beredarnya ikan illegal di pasaran domestik setelah mendapat izin dari KKP sebagaimana diberitakan beberapa media adalah tidak benar, tangkis Yulistyo. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) KKP hingga sejauh ini tidak mengeluarkan izin impor untuk kepentingan pasar eceran domestik untuk komoditas yang tersedia didalam negeri, (2) Izin yang dikeluarkan KKP tidak berlaku retroactive (berlaku surut) tetapi berlaku semenjak tanggal dikeluarkan izin hingga 6 (enam) bulan kedepan, (3) KKP secara konsisten terus melakukan pengawasan secara berjenjang untuk “mengamankan” pelaksanaan Kepmen No.17/MEN/2010.

Dalam merealisasikan pelaksanaan Permen tersebut, hingga 13 April 2011, KKP hanya menyetujui 15 perusahaan yang melakukan impor ikan untuk kegiatan pengolahan dan 8 perusahaan yang melakukan impor untuk memenuhi pasar domestik, sedangkan 15 perusahan yang berkeinginan untuk memenuhi pasar domestic lainnya ditolak. Sebanyak 15 perusahaan pengolah yang diizinkan diyakini dapat menumbuhkembangkan industri perikanan dalam negeri sehingga mampu meningkatkan devisa negara karena meningkatkan nilai tambah dan menampung tenaga kerja dalam jumlah besar. Sementara itu, 8 perusahaan yang diizinkan untuk melakukan impor ikan untuk memenuhi pasar domestik terbatas pada komoditas yang tidak tersedia di Indonesia, meliputi: salmon, trout, king fish, hindara, oyster, red king crab dan salem.

Dalam upaya menekan kasus impor ikan ilegal, Menteri Kelautan dan Perikanan telah meminta kepada seluruh jajaran pengawasan pemerintah, seperti Karantina, Bea Cukai untuk mencegah kasus seperti ini tak terulang. Ketentuan izin impor perikanan tujuannya untuk pengendalian impor ikan, sebab selama ini muncul indikasi banyak ikan beku yang diimpor untuk tujuan perdagangan dan konsumsi, bukan untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan sehingga mengganggu mekanisme pasar di dalam negeri.





Jakarta, 26 April 2011
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi





Dr. Ir. Yulistyo Mudho, M.Sc

Narasumber:
Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi

sumber : http://www.kkp.go.id

Hamster Raksasa, Hamster Terbesar Di Dunia




Peliharaan yang tidak biasa ini bernama Caplin Rous tinggal bersama majikannya Tipaldos Melanie (Melanie Typaldos) dan putrinya. Singkatan ROUS dalam namanya berarti "hewan pengerat ukuran yang tidak biasa". Melanie Tipaldos Kaplin Electronika hewan peliharaan bernama untuk menghormati hewan pengerat yang besar - sang pahlawan kisah "The Princess Bride".
Hamster adalah hewan pengerat yang termasuk ke dalam subfamili Cricetinae. The subfamili berisi sekitar 25 spesies, diklasifikasikan dalam enam atau tujuh genus. Di alam liar, mereka menggali bawah tanah di siang hari untuk menghindari predator. Makanan mereka dari berbagai makanan, termasuk makanan kering, berry, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran segar.

Hamster adalah hewan pengerat yang termasuk ke dalam subfamili Cricetinae. The subfamili berisi sekitar 25 spesies, diklasifikasikan dalam enam atau tujuh genus. Di alam liar, mereka menggali bawah tanah di siang hari untuk menghindari predator. Makanan mereka dari berbagai makanan, termasuk makanan kering, berry, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran segar.

Di alam liar mereka akan makan gandum, kacang-kacangan dan potongan-potongan kecil buah-buahan dan sayuran yang mungkin mereka temukan tergeletak di tanah, dan akan kadang-kadang makan serangga kecil seperti lalat buah kecil, jangkrik, dan makan cacing. Mereka memiliki bulu-berbaris memanjang kantung di kedua sisi kepala mereka yang memperpanjang bahu mereka, yang mereka hal-hal yang penuh dengan makanan untuk disimpan, dibawa kembali ke koloni atau untuk dimakan kemudian.

Kawin Keroyokan??

Topik kali ini saya mau ngebahas soalan perkawinan hamster secara keroyokan, umunya para hamster lovers semua mengawinkan hamsterkan dengan cara berpasangan, misalnya betinanya hitam jantanya putih... betul ....? Atau betinanya coklat jantannya putih ...... .... saya tidak menyalahkan system seperti ini, semua benar, intinya hamster bisa punya anak iyakan...

Mari kita flashback dulu dimana titik harga jual tertinggi hamster itu ?
-Pertama dari jenisnya (robo,syrian,....dll...)
-Kedua dari warnanya
-Ketiga jenis kelamin..... dll....

Baca lagi dimarihhhhh ........

Ketika saya mengawinkan hamster saya dengan cara berpasangan warna² bayi yang dikeluarkan kurang menarik, kalopun ada panda pasti cuma 1 paling banyak 2, dan kalopun banyak warnanya ya cuma itu²aja, Kemudian hamster betina akan bersikap setia dengan yg jantan sehingga rada sulit untuk dikawinkan dengan yang lain, kalopun mau harus penyesuaian dulu atao kalo emang pada gak sudi "dipaksa" cakar²-an deh mereka yg kalo gak ketahuan tau² besok dah ancur perutnya. mati tuh indukan...

Strategi seperti ini saya pikir kurang menguntungkan, dan lambat .......... maka saya mengubah strategi dengan membuat system kawin campur aduk. pertama emang sih ini "Just" eksperimen belaka. tapi hasilnya ternyata bagus² warnanya dan variatif pertama saya mencoba yg murahan dulu syrian lumayan bagus terdongkrak dengan variasi warna jadi mahal deh...

Komposisi terserah kemampuan atau rencana pertama saya beli 15 induk 5 pejantan, Wkwkwkwkkk... lumayan lemez juga tuh pejantan ngelayanin 15 betina, warna yg saya pilih untuk perkawinan "kroyokan" ini semua polos.... diantaranya pejantan albino putih polos, betina hitam polos, betina coklat polos, betina, pejantan hitam ... dll yg rata² polos semua bukan panda dari hasil ini saya memperoleh anakan rata² panda...

kalo mau panda hitam putih ya polos hitam sama putih induknya walopun bisa saja coklat keluar dari sini yaaa...... tapi karena saya mengejar warna bisa ajakan mereka kawin bergantian betina secara sporadis dan anaknyapun keluar aneka ragam warna so kalo lagi panen betina keluar panda cuma 3 bayi kali 15 indukan kan mayan 45 bayi panda, coba kalo kawinkan cuma berpasangan gak mungkinkan dapet segitu banyak padahal panda termasuk favorit di pasaran.

Nah teman² semua disinilah maksud saya mengawinkan hamster dengan cara "keroyokan", syarat²nya :

1.Ada kandang yg mencukupi untuk mereka semua (*soal dalam jumlah yang lumayan)

2.Hamster harus sejenis (*warna beda gak apa²). kalo lain biasa berqantem walo dah dibedakin

3.Jangan gunakan indukan panda untuk mainan warna seperti ini tapi yang polos² aja.

4.Usahakan ada pejantan albino putih polos karena napsunya nih jantan gede dibanding yang lain

5.Seminggu sekali periksa perut hasmter betina yg rajin...

6.kalo dah gendut angkat dan balik liat diperutnya ada hitam²nya gak kalo ada di sendirikan di kandang bersalin apa lagi disertai galak artinya postip hamil tuh indukan

Keuntungan dengan system keroyokan seperti ini disamping warna yang beraneka ragam, hamsterpun mudah menyesuaikan diri dengan pejantannya/mudah dijodohkan dengan pejantan lain karena sudah biasa di asramanya dulu didikannya kroyokan :-P

Berkembang biaknya akan bersirkulasi artinya hasi ini anda menjual 30 hamster , dikandang bersalin sudah ada bayi hamter yang menanti dijual begitu seterusnya, dan ingat plend membuat sirkulasi bekerja dengan baik itu susah....

Resikonya kalo sirkulasi tidak bekerja maka biasanya teman² semua tidak akan mengalami moment hamster langka, artinya teman² kalo panen pas semua peternak² lain juga panen so harga segitu doang, tp kalo peternak lain kosong pasti teman² juga kosong... kalo sirkulasi bternak teman² berjalan dengan baikkan tidak demikian,artinya ada masa² hamster di cari sulit tetapi teman² ready stock so teman² bisa bermain harga seperti be²rapa bulan yang lalu solo dan jogja sempat kosong hamster sekelas "syrian" (* padahalkan terkenal dengan hasmter murahan) kok bisa ya...??? .. maka disinilah peternak hasrus paham .....

Peringatan dari saya , sebentar lagi masuk bulan juni, jaga stock hamster jangan di obral dulu/sampai kosong karena liburan panjang akan masuk bulan ini, biasanya pasar hewan pengunjungnya naik, dan supplay kurang karena peternakpun juga mau senang² sama anak²nya...

Oke seginih dulu aja ya.. kalo mau tanya silahkan di koment dibawah ini, secepatnya saya jawab sesuai dengan pengalaman yg saya lakukan..... Good luck

BLUE CARBON BAGI WARGA PESISIR

BLUE CARBON BAGI WARGA PESISIR

Karbon yang tersimpan dalam mangrove lebih tinggi dari yang terdapat di hutan tropis. Berperan penting dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim

Wayan Sukitra melepaskan tali yang mengikat setiap perahu dengan tambatan-nya. Ada delapan perahu yang dinaiki anggota The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), yang menyusun hutan mangrove seluas 9 kilometer persegi di Pulau Nusa Lembongan, Bali, pada 10 April. Hutan di Desa Jungut Batu ini menjadi tempat wisata semenjak 2003. Sebelumnya, kata Sukitra, warga menebangi mangrove untuk kayu bakar dan lahan industri garam. Kemudian seorang turis asal Prancis mengajak Sukitra mengembangkan wisata mangrove.

Warga lantas menanam bakau pada lahan kosong dan membentuk Mangrove Tour. Sekarang kelompok ini memiliki 33 perahu dan kafe serta toko cinderamata. Menurut Daniel Murdiyarso, peneliti Center for International Forestry Research (Cifor), apa yang dilakukan warga Jungut Batu merupakan bagian dari adaptasi perubahan II MH iklim."Hutan bakau ILIVIU memiliki peran yang besar dan selama ini belum dieksplorasi," katanya kepada wartawan peserta workshop yang diadakan Cifor dan SIEJ di Bali pada 8-11 April 2011.

Temyata, bukan hanya adaptasi, tapi hutan bakau juga memiliki peran dalam mitigasi perubahan iklim. "Kepadatan karbon hutan mangrove lebih tinggi empat kali daripada hutan tropis umumnya," demikian kesimpulan penelitian. yang dilakukan Cifor dan USDA Forest Services (Departemen Pertanian Amerika Serikat Bidang Kehutanan). Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam Nature GeoScience edisi 3 April 2011. Riset ini dilakukan oleh Daniel C. Donato, J. Boone Kauffman, Daniel Murdiyarso, Sofyan Kurnianto, Melanie Stidham, dan Markku Kanninen. Sampel penelitian mereka ambil dari hutan mangrove di Kepulauan Mikronesia, Indonesia, India dan Bangladesh.

Menurut Daniel, ini merupakan studi yang pertama kali mengintegrasikan pentingnya mengukur total cadangan karbon berdasarkan .geografi atau luas wilayah hutan mangrove. Sebagian besar karbon disimpan di bawah hutan mangrove daripada di atas permukaan tanah dan air. Jumlah karbon yang tersimpan di atas tanah sebanyak 100-120 ton per hektare. Sementara yang di bawah tanah bisa 1.200-1.300 ton setiap hektare. "Itu untuk semua jenis mam/roue," kata Daniel.

Stephen . Crooks, Direktur Perubahan Iklim Biro Konsultasi Perlindungan, Peningkatan, dan Perbaikan Ekosistem yang Bergantung pada Air (ESA-PWA), menjelaskan, hutan mangrove, rawa pasang-surut, dan padang lamun menghilangkan karbon dari atmosfer serta me-nguncinya di dalam tanah selama ratusan hingga ribuan tahun. Tidak seperti hutan daratan umumnya, ekosistem laut secara terus-menerus membangun kantong-kantong karbon. "Juga menyimpan blue carbon dalam jumlah besar ke sedimen dasar laut," kata Crooks, yang hadir di Bali sebagai pembicara dalam lokakarya Tropical Wetland Ecosystems of Indonesia Science Needs to Address Climate Change Adaptation dan Mitigation.

Cecep Kusmana, ahli mangrove dari Institut Pertanian Bogor, juga menjadi pembicara dalam forum tersebut. Pada 2008 hingga 2010, dia melakukan penelitian Mangrove jenis api-api di Muara Angke, Jakarta Utara. "Mangrove usia 2 tahun berhasil menyerap 230 gram karbon dioksida per 100 gram daun," katanya. Sedangkan satu pohon mangrove tersebut berat total daunnya sampai 1,5 kilo-gram. Daniel Murdiyarso dan teman-temannya juga menghitung bahwa perusakan dan degradasi ekosistem mangrove diperkirakan menghasilkan hingga 10 persen dari emisi deforestasi global. Sebab, yang hilang bukan hanya karbon di atas permukaan mangrove, tapi juga di bagian bawahnya.

Daniel berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melindungi hutan mangrove. Apalagi penelitian Cifor dan USDA menunjukkan bahwa mangrove memberi sumbangan sangat potensial untuk mengurangi emisi karbon dibanding hutan hujan tropis. "Saat ini belum ada insentif bagi perlindungan hutan mangrove," kata Crooks.

Menurut Crooks, upaya tersebut memiliki potensi dikaitkan dengan skema REDD+ (Reduction Emission from Degradation and Deforestation plus) dan mekanisme pendanaan karboaTanpa menunggu kucuran dana dari luar negeri, kelompok Mangrove Tbur di Pulau Nusa Lembongan, Bali, sudah menunjukkan kepada dunia bahwa untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tidak harus merusak lingkungan.(Mine nimum)


Sumber : Koran Tempo 20 April 2011,hal. A12

Ready Stok Indukan Robo / Champbell


Kebanyakan Indukan mau di "buang" dengan harga Rp.70rb siap untuk diternak di jamin (*betina dan jantan)berkualitas super. Wilayah Klaten siap antar langsung kerumah. Yogya solo silahkan datang langsung ..


(*Maaf last stock tinggal 15 ekor... ), beli sepasang 1 bulan dijamin modal balik, bulan kedua merasakan untung, bulan ketiga kalo mau tambah indukan nyari indukannya pasti susah wk²...wk²..., ini selagi ready stock aja Ane gelarrr.........

Pemesan Luarkota akan dikirim melalui Kereta Api karena resikonya lebih kecil dan murah di banding paket khusus hewan, jadi nanti silahkan anda ambil hamsternya di stasiun terdekat dengan nomer resi yg akan saya kasih secara privacy.

Mau yang murah Click di marihhhh .............

Yang udah sms mau ambil Hamsternya besok, jangan lupa ini petanya..... lingkaran hijau di peta itu Perempatan Karangwuni Klaten ... cek dimarih petanya ....

Oke aku tambahin info nih berhubung banyak sms yg tanya, Hamster yg saya jual ini dijamin "Fresh" bukan "Pekiran" (*Pekiran= Hamster yg sudah beranak beberapa kali). paling baru 1 kali beranak dan saya pisah karena kewalahan takut beranak terus so masih bisa beranak beberapa kali, silahkan aja buktikan ...


Alamat :
Bambang Hamster
Dlimas, Ceper
Jl.Lintas Karangwuni-Pedan km2 Klaten
JAWA TENGAH

Gapai 353 dengan Statistik Berkualitas

Gapai 353 dengan Statistik Berkualitas


Berbicara statistik, tentu berbicara tentang angka. Namun statistik sendiri tidak hanya berbicara tentang angka. Statistik memiliki makna yang sangat dalam. Statistik diperlukan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan. Data statistik merupakan unsur penting dalam manajemen modern dan sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

Menteri Kelautan dan Perikanan telah mencanangkan Visi Pembangunan Perikanan Indonesia, yaitu Indonesia akan menjadi negara produsen ikan terbesar di dunia pada tahun 2015 dengan target kenaikan produksi perikanan budidaya sebesar 353 % dan dengan total produksi mencapai 16,9 juta ton pada tahun 2014. Target tersebut memang sangat fantastis dan banyak pihak mengkhawatirkan akan sulit tercapai.

Melihat perkembangan data statistik selama 3 tahun terakhir, Ditjen Perikanan Budidaya yakin kalau target tersebut bisa terlampaui. Selama periode 2008 - 2010 peningkatan produksi mencapai 19,2 % per tahun dari 3,86 juta ton pada tahun 2008 menjadi 5,48 juta ton sementara pada tahun 2010 dan telah menunjukkan angka di atas angka target produksi sebesar 5,3 juta ton pada tahun 2010. Inilah salah satu guna data statistik sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

Dalam pembukaan validasi dan finalisasi data statistic perikanan budidaya Dirjen Perikanan Budidaya, Dr. Ketut Sugama mengatakan bahwa target peningkatan produksi perikanan budidaya tersebut dapat dicapai tidak hanya melalui program-program yang telah dicanangkan namun perlu pula didukung dengan data statistic yang berkualitas.

Data statistic yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan keadaan real di lapangan akan mengakibatkan data yang tersaji menjadi under-estimate atau over-estimate. Selain itu, data statistic yang dikumpulkan juga harus cepat agar dalam penyajiannya up to date sehingga data dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan.

Dikatakan oleh Direktur Produksi, Ir. Iskandar Ismanadji bahwa kenaikan produksi perikanan budidaya yang tinggi tentu membuat senang namun perlu diperhatikan apakah data tersebut sesuai dengan keadaan di lapangan. Oleh karenanya pada kesempatan tersebut Direktur Produksi juga berpesan kepada para petugas statistic perikanan budidaya untuk selalu cermat melihat gejolak data yang telah dikumpulkan dan perlu pula dilakukan evaluasi ke lapangan untuk mengetahui kebenaran data yang sudah dikompilasi.

Menurut Drs. Nyoto Widodo, ME selaku Direktur Statistik Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (SP2K), BPS yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang dilaksanakan 11 – 14 April 2011 di Papua, menambahkan bahwa data yang berkualitas harus memenuhi tiga syarat pokok, yaitu :

Akurat

Data yang akurat adalah data yang sesuai dengan keadaan di lapangan
Tepat waktu (up-to-date)

Data yang dikumpulkan tidak ketinggalan jaman dan masih dapat digunakan untuk menentukan perencanaan ke depan. Penyajian data yang baik minimal minus satu tahun dari tahun berjalan.
Relevan

Data yang relevan adalah datan yang dikumpulkan dan disajikan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak semua data disajikan.

Dikatakan pula oleh Drs. Nyoto Widodo, ME bahwa untuk mendapatkan data yang berkualitas perlu diperhatikan:

Metodologi dan Konsep definisi
Sarana dan prasarana
Kelembagaan yang menangani statistik
Kualitas SDM

Tujuan akhir kegiatan pengumpulan data adalah diperolehnya data yang akurat. Tetapi data akurat saja tidak cukup, data juga harus uptodate dan relevan (pembahasan ini biasanya triwulan III, jadi sudah mengarah ke uptodate) sehingga perlu dilakukan proses validasi data yang dimulai sejak perencanaan sampai validasi data akhir. Demikian dikatakan oleh Direktur SP2K BPS menutup materinya.

SUMBER : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id