In the original eutroph lakes have characteristics as follows

In the original eutroph lakes have characteristics as follows:

• relatively shallow depth

• the beach in a relatively wide

•-There are many plants litoral


• are usually located on the lake where a flat, located in the mountains

• water green until green yellow color is caused by growth - growth in the lake water

• low water clarity

• N and P content higher

• not a lot of humus

• most rich in calcium

• Oxygen content difference between summer and winter is on the big termoklin

• Oxygen in the hypolimnion uterus is poor or there is no

• occur in the summer because of a reduction in Oxygen animal plankton

• on the lake in which, the spread of Oxygen in the lake, with the lake oligotroph

• there is a lot of detritus derived from the plankton

• basic mud lake, rich in organic materials that are currently experiencing autochtone decomposition

• the process of decomposition in the lake are usually strong Lumpur

• there are lots of phyto-plankton, often bloom

• Chlorophyceae few, Schizophyceae and Diatomae many, besides Chrysomonad and peridinium

source: H. Masyamsir, Ir, MS

Istilah Yang Biasa Ditemukan Dalam Penangkapan Ikan

Istilah Yang Biasa Ditemukan Dalam Penangkapan Ikan

Kapal Semua perahu, dengan nama apapun juga, kecuali jika ditentukan atau diperjanjikan lain, maka kapal itu dianggap meliputi segala alat pertengkapannya (UU Hukum Dagang, pasal 309).

Kapal Laut Biasa - Alat pengangkutan yang digunakan di laut (UU Hukum Dagang , pasal 310).

Kapal Niaga Setiap kapal yang digerakan secara mekanis yang digunakan untuk pengangkutan barang/manusia dengan pungutan biaya (Soekardono, 1981).

Pelabuhan Tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang dilengkapi dengan fasilitas dan/atau pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.


Pelabuhan Pasang Pelabuhan baru dapat dipergunakan dalam waktu air pasang dan kapal dapat memasuki perairan tersebut dengan aman sebaliknya pada waktu air pasang turun tidak berfungsi lagi.

Pelabuhan buatan : Pelabuhan yang dibuat atas campur tangan manusia dan dapat dilakukan dengan menggali atau memperdalam perairan pelabuhan tersebut , contohnya pelabuhan Tanjung Priok - Jakarta dan Tanjung, Perak - Surabaya.


Pelabuhan Alam Pelabuhan yang dibentuk oleh alam tanpa campur tangan manusia sedikipun, contohnya petabuhan Makasar dan pelabuhan Ambon.

Pelabuhan Terbuka Pelabuhan laut yang ditunjuk oteh peraturan perundang - undangan pelayaran, perdagangan luar negeri artinya merupakan pelabuhan Samudera yaitu pelabuhan dimana kapal negara asing diperbolehkan masuk dan berlabuh serta melakukan bongkar muat lengkap dengan fasilitas-fasititas peralatan kepelabuhan kapal berbendera asing tanpa izin tertentu bebas masuk pelabuhan laut baik yang berfungsi sebagai kapal pembawa barang import maupun eksport dan kapal pesiar.


Dermaga (Jembatan Pendarat) - Tempat dimana kapal dapat bebas bersandar serta melakukan bongkar muat barang termasuk hewan dan manusia dengan tenang dan aman.

Pengusaha Kapal Seorang yang mengusahakan kapal untuk pelayaran dilaut dan mengemudikannya sendiri atau oleh orang lain yang biasa disebut nakhoda.

• Nakhoda Seorang tenaga kerja yang telah menandatangani perjanjian kerja laut dengan perusahaan pelayaran sebagai nakhoda, yang memenuhi syarat dan tercantum dalam Sijil Anak Buah Kapal sebagai nakhoda ditandai dengan mutasi dari perusahaan dan pencantuman namanya dalam Surat Laut.

• Nakhoda Sebagai Pemimpin Kapal Semua yang ada diatas kapal seperti ABK , penumpang dan pemilik kapalpun harus tunduk pada nakhoda selama pelayaran. ABK yang akan turun ke darat saat kapal berlabuh harus meminta izin pada nakhoda.

Nakhoda Sebagai Jaksa,. Nakhoda harus bisa mengatasi masalah, menanggulangi, menahan, mengamankan dan mengusut perkara yang dituangkan dalam Berita Acara.

• Nakhoda Sebagai Pegawai Catatan Sipil Nakhoda harus mencatat orang yang melahirkan, meninggal maupun menikah diatas kapal dengan disaksikan oleh dua orang saksi.

Nakhoda sebagai Notaris : Nakhoda dapat diminta untuk menjadi notaries dalam pembuatan surat warisan yang ditandatangani oleh akhli waris dan disaksikan oleh dua orang saksi.

anak buah kapal Semua orang yang berada dan bekerja dikapal kecuali nakhoda, baik sebagai perwira bawahan (kelasi) yang tercantum dalam Sijil Anak Buah Kapal.

Fishing Suatu usuha penangkapan ikan / pengumpulan ikan dan jenis - jenis akuatik yang mempunyai nilai ekonomis.


Fishing Day Waktu (jumlah hari) yang digunakan untuk satu operasi penangkapan.

Fishing operation Operasi penangkapan ikan.

Trip Duration : Waktu yang digunakan dari mulai load sampai unload, termasuk lama waktu pelayaran dari danke fishing ground.

Actual Fishing Day Jumlah hari dimana usaha penangkapan betul-betul dilakukan, tidak termasuk hunting day (pelayaran menemukan fishing ground yang baru).

Fishing Trip Jumlah pelayaran untuk tujuan penangkapan dalam satu satuan waktu (bulan, tahun) sering disingkat Trip/Month, Trip/Year.

Fishing Technique Teknik yang digunakan untuk penangkapan seperti teknik mengemudi kapal, membuat dan mengoperasikan kapal.


Fishing Methods Cara yang digunakan untuk menangkap ikan.

Fishing Gears - Alat yang digunakan untuk menangkap ikan.

Fishing, Boat : Kapal yang digunakan untuk menangkap ikan.

fishing Tactics Cara pengoperasian jaring dan cara untuk memanfaatkan kebiasaan ikan bergerombol.

Bulk Fishing Alat tangkap yang mampu menangkap ikan dalam jumlah besar.

Fishing Ground Perairan tempat melakukan penangkapan ikan.

Fishing Port Pelabuhan tempat merapatnya kapal penangkapan.

catcable area Tempat dimana ikan dapat ditangkap.

sumber : Dinas Perikanan Provinsi Jabar, 2008

ciri - ciri danau eutroph

Dalam keadaan aslinya danau eutroph mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :

• kedalaman relatif dangkal

• bagian pantai yang dalaml relatif lebar

• banyak- terdapat tumbuh-tumbuhan litoral

• biasanya danau terletak pada tempat yang datar, kadang-kadang terdapat di pegunungan

• air berwarna hijau sampai hijau kuning disebabkan oleh warna tumbuh - tumbuhan yang terkandung dalam air danau

• kecerahan air rendah

• kadar N dan P tinggi

• humus tidak banyak

• kebanyakan kaya akan kapur

• perbedaan kadar Oksigen antara musim panas dan musim dingin pada termoklin adalah besar

• kandungan Oksigen pada hypolimnion adalah miskin atau sama sekali tidak ada

• pada musim panas terjadi pengurangan Oksigen karena kegiatan plankton hewani

• pada danau yang dalam, penyebaran Oksigen dalam danau, sama dengan danau oligotroph

• banyakterdapat detritus yang berasal dari plankton

• Lumpur dasar danau, kaya akan bahan organik autochtone yang sedang mengalami dekomposisi

• proses dekomposisi pada Lumpur danau biasanya kuat

• banyak terdapat plankton nabati, sering terjadi bloom

• Chlorophyceae sedikit, Schizophyceae dan Diatomae banyak, disamping Chrysomonad dan peridinium

sumber : H. Masyamsir, Ir, MS

Danau Oligotroph

Danau Oligotroph

Danau tipe ini umumnya berpantai curam sinar matahari tidak dapat mencapai dasar danau. Produktivitas Perairan tergantung kepada air yang masuk ke danau tersebut, dan tumbuh - tumbuhan hanya berupa beberapa jenis plankton nabati dan alga benang yang mengapung saja.

Plankton nabati yang mati mengendap di dasar danau, kemudian didekomposisikan oleh bakteri aerob.

Ondara (1981) mengutip ciri-ciri umum danau oligotroph seperti berikut ini :

• airnya dalam

• hanya sedikit terdapat bagian-bagian pantai yang dangkal

• hypolimnion yang lebih besar dari epilimnion

• wama air biru sampai hijau

• kecerahan air besar

• kandungan elcktrolit bervariasi

• kandungan kapur bervariasi

• tidak terdapat humus

• kandungan oksigen sama sepanjang tahun

• tidak terdapat metalimnion

• detritus dalam suspensi sedikit

• lumpur dasar tidak banyak mengandung bahan organik

• pembusukan pada dasar danau sedikit sekali berlangsung

• pH -7 atau lebih kecil dari 7

• Jumlah plankton nabati sedikit sampai sedikit sekali


• Peristiwa "bloom" jarang sekali terjadi

• Chlorophyceae dan Diatomae terdapat lebih banyak dari pada Cyanophyceae

sumber : H.Masyamsir, Ir.Ms. 1998

Konsentrasi oksigen dalam air berkurang disebabkan oleh

Konsentrasi oksigen dalam air berkurang disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
- respirasi biota perairan, baik hewan maupun tumbuhan air. Proses ini terus menerus sepanjang hari
- Penguraian atau perombakan bahan organik. Oksigen terlarut digunakan dalam proses penguraian bahan organik yang terlarut maupun yang merupakan bahan-bahan kotoran yang mengendap di dasar perairan.



- reduksi yang disebabkan desakan gas lainya di dalam air
- pelepasan oksigen ke udara. hal ini terjadi dikarenakan konsentrasi oksigen terlarut dalam air kandunganny6a telah lewat jenuh
- Aliran air tanah kedalam perairan. air tanah biasanya kandungan oksigen terlarutnya sangat sedikit atau bahkan sekali tidak mengandung oksigen terlarut sama sekali

Nila Gesit, Ikan Bibit Unggul dari BPPT

Nila Gesit, Ikan Bibit Unggul dari BPPT



Oleh
Merry Magdalena

JAKARTA - Jangan remehkan ikan, terutama ikan jenis unggul. Teknologi pangan yang dikembangkan ilmuwan Indonesia mampu menjawab masalah kurang gizi kita melalui ikan nila gesit.

”Kami punya sumber pangan unggulan, ikan nila gesit. Ini jenis ikan superjantan. Mengapa disebut superjantan, karena 98-100 persen telur yang dihasilkannya berjenis kelamin jantan,” ungkap Wahono Sumaryono Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kepada pers di Jakarta baru-baru ini.




Gesit sendiri adalah kepanjangan dari Genetically Supermale Indonesian Tilapia. Ikan nila (Oreochromis niloticus), merupakan spesies yang penting dalam perikanan budi daya yang saat ini telah berkembang pesat.
Selain sudah memasyarakat, pengembangbiakan ikan nila relatif mudah dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya, seperti ikan mas dan gurame. Sayangnya perkembangan alami sering tidak terkontrol.
Dalam proses budi daya secara alami dihasilkan rasio jantan dan betina adalah 60:40, sehingga usaha budi daya ikan nila diarahkan pada produksi ikan berkelamin jantan alias monosex.

Konsisten
Ikan nila gesit dihasilkan melalui serangkaian riset panjang yang diinisiasi oleh Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT yang kemudian bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institus Pertanian Bogor (IPB) dan Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi di bawah Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).
Melalui kegiatan penelitian yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus, akhirnya dapat dihasilkan ikan nila jantan super-YY yang telah dilepas oleh Departemen Kelautan dan Perikanan pada tanggal 15 Desember 2006 di Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, dengan nama nila gesit.
Teknologi produksi ikan nila gesit merupakan inovasi teknologi perbaikan genetik untuk menghasilkan keturunan ikan nila yang berkelamin jantan melalui program pengembangbiakan yang menggabungkan teknik feminisasi dan uji progeni untuk nila jantan yang memiliki kromosom YY (YY genotypes).
Ikan nila jantan dengan kromosom YY atau ikan nila gesit apabila dikawinkan dengan betina normalnya (XX), akan menghasilkan keturunan yang seluruhnya berkelamin jantan XY (genetically male tilapia).
“Secara ilmiah, ikan nila gesit dengan kromosom YY memiliki keunggulan, yakni 98–100 persen turunannya berkelamin jantan, sedangkan keunggulan secara ekonomis,” ungkap Wahono.
Tumbuh Cepat
Nila gesit memiliki pertumbuhan yang cepat, yakni lima hingga enam bulan untuk mencapai berat 600 gram. Ekspor ikan nila menuntut ukuran lebih dari 600 gram per ekor, yang selama ini sangat sulit dipenuhi oleh para pembudi daya.
Hasil riset memperlihatkan bahwa ikan nila berkelamin jantan tumbuh lebih cepat dibanding betinanya. Dengan demikian, produksi ikan nila dapat diarahkan pada produksi ikan nila berkelamin jantan (monosex male) yang dapat tumbuh lebih cepat untuk meningkatkan efisiensi usaha guna memenuhi permintaan ekspor.
Saat ini ikan nila gesit telah diproduksi di Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar Sukabumi dan selanjutnya dapat dikembangkan oleh pihak pemerintah dan swasta.
Pengujian multilokasi dan multilingkungan masih perlu dilakukan untuk mengetahui performanya pada lokasi dan lingkungan yang berbeda, sebelum diproduksi secara massal untuk kemudian dikembangkan secara luas oleh masyarakat pembudidaya. n

sumber : http://www.sinarharapan.co.id

BUDIDAYA IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus bleeker)

BUDIDAYA IKAN NILA GIFT
(Oreochromis niloticus bleeker)


1. PENDAHULUAN
Ikan Nila GIFT (Oreochromis niloticus bleeker) merupakan jenis ikan air tawar yang mudah dikembangbiakan dan toleransinya yang tinggi terhadap perubahan lingkungan maupun kemudahan pemeliharaannya. Rasanya cukup gurih dan d i gemari masvarakat Indonesia.

jenis Ikan Nila diantaranya Citralada, tralada, lokal dan Nila GIFT yang masuk ke Indonesia pada tahun 1984 dan 1996 dari ICLARAM Philipina melalui Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (Balitkanwar).

Teknik pembesaran Ikan Nila terapannya sangat mudah dilakukan sekali, baik dilakukan. skala rumah tangga atau skala besar (perusahaan). Tempatnya pun dapat dilaksanakan pada kolam tanah, kolam tembok dan Keramba jaring Apung (KJA).

Untuk pemasarannya sangat luas baik dalam negeri maupun luar negeri (ekspor) seperti masyarakat Jepang dan Singapura, terutama ukuran yang berat badannya di atas 500 gram. Bagi konsumsi dalam negeri akan banyak menunjang usaha perbaikan gizi keluarga.

Dilihat dari prospeknya, baik dalam maupun luar negeri sangat menjanjikan, sehingga perlu langkah yang pasti untuk meningkatkan produksi agar kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri dapat terpenuhi.



PEMBESARAN IKAN NILA GIFT

Teknik pembesaran Ikan Nila GIFT terapannya ada. 3 (tiga) macam, yaitu :

A. Monoculture (Pemeliharaan Tunggal).

Luas lahan kolam pembesaran bervariasi, tergantung lahan yang tersedia. Dapat berupa kolam tanah, kolam. berdinding tembok, Kolam Air Deras (KAD) dan Keramba Jaring, Apung (KJA).

Air yang digunakan untuk pemeliharaan harus bebas polusi baik yang berasal dari limbah industri, pertanian maupun Limbah rumah tinggal. Debit air 1- 5 It/ detik untuk luas selahan 100 m2.


B. Polyculture (Pemeliharaan Campuran dengan Ikan lain).

Pemeliharaan Ikan Nila dapat juga dilakukan secara polyculture (campuran) dengan jenis ikan lain, syaratnya ikan yang dimasukkan tidak merupakan pesaing (kompetitor) atau pemangsa (predator) bagi ikan Nila. jenis serta prosentase masing-masing ikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :









C. Terpadu Longyam(BalongAyam) dan Unggas lainnya.

Untuk meningkatkan produksi, pemeliharaan Ikan Nila dapat dilakukan bersama dengan pemeliharaan unggas. Berdasarkan dari pengalaman yang sudah banyak dilakukan, pemeliharaan Ikan Nila yang menguntungkan bila dipadukan dengan ayam petelur.


3. PERSIAPAN KOLAM

Persiapan Kolam pemeliharaan Ikan Nila meliputi :
a. Pengeringan kolam;
b. Perbaikan pematang, saluran pemasukkan dan pengeluaran;
c. Pengapuran dengan ukuran 25-1000 gram/m2;
d. Pemupukan dengan pupuk kandang 500 gram/ M2, urea 15 gram/ m2 dan TSP gram/ m2.;
e. Pengisian air kolam;
f. Dapat dilakukan penyemprotan dengan pestisida;
g. Untuk mencegah h.ewan/ ikan lain masuk, maka dapat dipasang saringan pada pintu masuk air;
h. Masukkan air sampai kedalaman 80 - 150 cm, kemudian tutup pintu pemasukkan dan pengeluarannya, biarkan air tergenang;
i. Penebaran Ikan Nila dilakukan setelah 5 - 7 hari pengisian air kolam.


4. PENEBARAN BENIN IKAN NILA

Ukuran benih Ikan Nila yang disebarkan berukuran 8 - 12 cm atau ukuran berat 30 gram/ ekor dengan padat tebar 5 - 10 ekor/ m2 serta lama pemeliharaan, 6 bulan hingga ukuran berat Ikan Nila mencapai 400 - 600 gram/ekor. Atau juga, untuk padat penebaran benih Ikan Nila dapat dilihat di bawah ini :











5. PEMBERIAN MAKANAN
Komposisi makanan yang diberikan untuk Ikan Nila selain makanan alami dapat diberikan makanan tambahan. yang diusahakan secara intensif, yaitu berupa dedak, ampas kelapa, pellet atau sisa-sisa makanan dapur.

• Pada dasarnya pemberian pakan terdiri dari:
• Protein 20-30%;
• Lemak 70% (maksimal.);
• Karbohidrat 63 - 73%.
• Pakanyaberupa hijau-hijauan diantaranya adalah :
• Kaliandra;
• Kalikina atau kecubung;
• Kipat,
• Kihujan.


6. PENYAKIT

Penyakit Ikan Nila yang, paling serius adalah yang disebabkan oleh lingkungan dan keadaan yang tidak menyenangkan, seperti terlalu padat, kekurangan makanan, penanganan yang kurang baik dsb. Penanggulangan yang paling baik dan efektif dengan cara memberikan kondisi yang lebih baik pada kolam ikan tersebut.

Sekali kolam ikan terlanda penyakit yang, serius biasanya terlambat untuk melakukan tindakan apapun. Penyembuhan dengan memberikan antibiotic atau fungisida ke seluruh kolam memerlukan biaya yang cukup mahal.

Oleh karma itu melakukan pencegahan akan lebih murah dibandingkan dengan melakukan pengobatan, yaitu dengan jalan lain melakukan pengeringan pada kolam dan melakukan penyiapan dari permulaan.


7. PEMANENAN

Setelah masa pemeliharaan 4 - 6 bulan, Ikan Nila dapat dipanen. Pada saat panen total ukuran ikan bervariasi di atas 50 gram/ ekor.

Sistem pemanenan dapat juga dilakukan secara bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Teknik memanen yang paling mudah dan murah dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.

Selama panen air segar perlu dialirkan ke dalam kolam untuk mencegah agar ikan tidak banyak yang mati. Ikan akan berkumpul di bak-bak (kubangan) penangkapan atau dalam saluran, kemudian diserok/ditangkap.

Setelah panen selesai, kolam pemeliharaan dikeringkan dan dilakukan persiapan kembali untuk pemeliharaan berikutnya.

sumber : Dinas Perikanan Provinsi Jabar, 2008




cetak halaman ini