Can Your Goldfish Recognise You?
by: Ong Hui Woo
A lot of people misconstrue the fish’s uncontrolled eating to be a sign of lack of intelligence. Nothing could be further from truth! Goldfish can actually recognize their owner and have even demonstrated their learned ability to beg for food when the owner come near the aquarium. They may also exhibit recognition by coming close to the glass wall or circle around the surface of the water. They will also show fear of strangers by hiding.
Goldfish have also been noticed to show social behavior. A new fish in the tank may be chased or nipped at. After a while though, fishes might show schooling behavior. They also exhibit similar feeding habits when they have been living together for some time.
Getting close
Goldfish also seem to stop treating humans as threats once they have been amidst them for some time. So much so that you can actually feed them from your hand! Try this trick with soaked pellets. First set a time of the day. Everyday at the same time do this the same way for at least a month.
Hold the food above the water surface when you remove the cover. The fish will begin to rise occassionally ; then release the food only when it does so. Don’t touch the surface of the water yet, you will scare the fish. As the fish get used to this daily ritual, they will rise higher and higer until they begin to hit the surface and gasp. Now try to drop the pellets into their gasping mouths. Next, start lowering your hand little by little. Do this everyday till you reach the surface of the water and then slowly take it a little under the surface and Voila! You have the fish eating out of your hand!
About The Author
Ong Hui Woo
Goldfish owner for 30 years.
http://www.tothefish.com
Wajib Tebar Benih di Laut
Wajib Tebar Benih di Laut
Mulai Agustus 2010, pengusaha penangkapan ikan wajib menerapkan sistem restocking
Asnil Bambani Amri
PANGKALPINANG. Pemerintah mulai mengurai masalah perikanan nasional. Kali ini. giliran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membikin kesepakatan untuk mengatur kuota produksi ikan. Tujuannya, agar tidak terjadi overfishing dan penangkapan ikan secara besar-besaran.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyatakan, bila produksi perikanan tidak diatur, ia khawatir akan terjadi penurunan produksi ikan dalam skala besar. Itu sebabnya, ia berharap ada kesepakatan untuk menyusun angka produksi di setiap daerah.
Selanjutnya, angka tersebut akan menjadi acuan kuota penangkapan ikan di wilayah masing-masing. "Penetapan kuotanya nanti akan dikuatkan dengan peraturan menteri," jelas Fadel di Pangkal Pinang, Bangka Belitung usai membuka acara Forum Koordinasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan (FPPKS), Rabu (7/7).
Saat ini, Indonesia memiliki 11 wilayah pengembangan perikanan (WPP). Setiap WPP terdiri dari tiga provinsi yang pengelolaanya dilakukan secara bersama-sama. Sayangnya, model pengelolaan seperti itu rawan konflik. Contohnya, konflik antarnelayan di Larantuka "Konflik terjadi kare.na adanya nelayan andon (berpindah-pindah)," jelas Fadel. .
Masalah konflik nelayan antardaerah itu akan menjadi fokus bersama dalam pembahasan FKPPS kali ini. Selain itu, FKPPS diharapkan membuat rencana aksi untuk menjaga agar tidak terjadi over fishing. "Termasuk juga pengawasan yang harus dilakukan untuk mengurangi illegal fishing," terang Fadel.
Abdullah Habibi, Capture Fisheries Coordinator WWF Indonesia mendukung upayapemerintah ini. Menurutnya, Indonesia harus membuat kebijakan penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan memiliki asas keberlangsungan. "Pengusaha perikanan jangan memikirkan menangkap saja, tetapi juga harus memikirkan juga keberlangsungannya," tandas Abdullah.
Abdullah juga mengingatkan, pasar ikan di Amerika Serikat dan Eropa sudah mulai sadar untuk membeli ikan yang ramah lingkungan dan memperhatikan faktor keberlangsungan hayatinya. "Wal-mart, ritel modern AS, sekarang mensyaratkan ikan yang masuk merupakan ikan yang sudah memiliki sertifikat ramah lingkungan," katanya.
Menebar ikan
Pemerintah tampaknya tidak tinggal diam dengan tuntutan keberlangsungan hayatidan ketersediaan ikan. Ditjen Perikanan Tangkap KKP membikin kebyakan yang mewajibkan pengusaha melakukan restocking ikan untuk mendapatkan izin tangkap. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Dedi Sutisna menyatakan, aturan itu akan berlaku efektif mulai bulan Agustus 2010 mendatang. "Setiap perusahaan yang mengurus izin harus melakukan restocking ikan 1.000 ekor untuk ditebarkan di laut," kata Dedi. Perusahaan yang ingin memperpanjang izin pun harus melakukan restocking lagi sebanyak 1.000 ekor.
Nantinya, benih ikan yang akan dijadikan restocking itu akan disediakan oleh balai pembenihan ikan milik KKP di Bali, Situbondo, Lombok, Lampung, dan Batam. Adapun jenis benih ikan untuk restocking itu adalah kerapu, udang, bawal, dankakap.. Benih tersebut akan ditebar di lokasi laut yang sesuai habitat jenis ikannya.
Restocking ini harus dilakukan agar, produksi ikan di 44 titik dari 11 wilayah laut bisa meningkat. Maklum, dari 44titik tersebut, papar Dedi, hanya delapan titik yang keterangan yang mencukupi. "Sisanya masuk kategori merah atau mengalami kelebihan penangkapan dan ikannya sudah berkurang," jelas Dedi.
Dedi menegaskan, restocking ikan ini sudah disosiali-sasikan dengan kepala dinas kelautan dan perikanan seluruh provinsi. Pemerintah juga sudah meminta masukan dari kalangan pengusaha penangkapan ikan. Dedi berharap, asosiasi pengusaha penangkapan ikan akan mengumpulkan anggotanya dan secara serentak mela-kukan restocking. "Fungsi asosiasi sangat penting dalam program ini," jelasnya
Namun, Abdullah tetap mengkhawatirkan ketersediaan benih untuk restocking ini. Menurutnya, produksi benih ikan laut dari balai pembenihan milik KKP tidak mencukupi kebutuhan dari pelaku usaha perikanan tangkap. Seban, jika pengusaha perikanan tangkap diwajibkan menebar benih ikan, tentu akan terjadi kenaikan permintaan benih ikan laut. "Saya khawatir, benih yang dibutuhkan itu tidak tersedia," terangnya.
Sumber : Harian Kontan 08 Juli 2010,hal.15
Mulai Agustus 2010, pengusaha penangkapan ikan wajib menerapkan sistem restocking
Asnil Bambani Amri
PANGKALPINANG. Pemerintah mulai mengurai masalah perikanan nasional. Kali ini. giliran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membikin kesepakatan untuk mengatur kuota produksi ikan. Tujuannya, agar tidak terjadi overfishing dan penangkapan ikan secara besar-besaran.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyatakan, bila produksi perikanan tidak diatur, ia khawatir akan terjadi penurunan produksi ikan dalam skala besar. Itu sebabnya, ia berharap ada kesepakatan untuk menyusun angka produksi di setiap daerah.
Selanjutnya, angka tersebut akan menjadi acuan kuota penangkapan ikan di wilayah masing-masing. "Penetapan kuotanya nanti akan dikuatkan dengan peraturan menteri," jelas Fadel di Pangkal Pinang, Bangka Belitung usai membuka acara Forum Koordinasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan (FPPKS), Rabu (7/7).
Saat ini, Indonesia memiliki 11 wilayah pengembangan perikanan (WPP). Setiap WPP terdiri dari tiga provinsi yang pengelolaanya dilakukan secara bersama-sama. Sayangnya, model pengelolaan seperti itu rawan konflik. Contohnya, konflik antarnelayan di Larantuka "Konflik terjadi kare.na adanya nelayan andon (berpindah-pindah)," jelas Fadel. .
Masalah konflik nelayan antardaerah itu akan menjadi fokus bersama dalam pembahasan FKPPS kali ini. Selain itu, FKPPS diharapkan membuat rencana aksi untuk menjaga agar tidak terjadi over fishing. "Termasuk juga pengawasan yang harus dilakukan untuk mengurangi illegal fishing," terang Fadel.
Abdullah Habibi, Capture Fisheries Coordinator WWF Indonesia mendukung upayapemerintah ini. Menurutnya, Indonesia harus membuat kebijakan penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan memiliki asas keberlangsungan. "Pengusaha perikanan jangan memikirkan menangkap saja, tetapi juga harus memikirkan juga keberlangsungannya," tandas Abdullah.
Abdullah juga mengingatkan, pasar ikan di Amerika Serikat dan Eropa sudah mulai sadar untuk membeli ikan yang ramah lingkungan dan memperhatikan faktor keberlangsungan hayatinya. "Wal-mart, ritel modern AS, sekarang mensyaratkan ikan yang masuk merupakan ikan yang sudah memiliki sertifikat ramah lingkungan," katanya.
Menebar ikan
Pemerintah tampaknya tidak tinggal diam dengan tuntutan keberlangsungan hayatidan ketersediaan ikan. Ditjen Perikanan Tangkap KKP membikin kebyakan yang mewajibkan pengusaha melakukan restocking ikan untuk mendapatkan izin tangkap. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Dedi Sutisna menyatakan, aturan itu akan berlaku efektif mulai bulan Agustus 2010 mendatang. "Setiap perusahaan yang mengurus izin harus melakukan restocking ikan 1.000 ekor untuk ditebarkan di laut," kata Dedi. Perusahaan yang ingin memperpanjang izin pun harus melakukan restocking lagi sebanyak 1.000 ekor.
Nantinya, benih ikan yang akan dijadikan restocking itu akan disediakan oleh balai pembenihan ikan milik KKP di Bali, Situbondo, Lombok, Lampung, dan Batam. Adapun jenis benih ikan untuk restocking itu adalah kerapu, udang, bawal, dankakap.. Benih tersebut akan ditebar di lokasi laut yang sesuai habitat jenis ikannya.
Restocking ini harus dilakukan agar, produksi ikan di 44 titik dari 11 wilayah laut bisa meningkat. Maklum, dari 44titik tersebut, papar Dedi, hanya delapan titik yang keterangan yang mencukupi. "Sisanya masuk kategori merah atau mengalami kelebihan penangkapan dan ikannya sudah berkurang," jelas Dedi.
Dedi menegaskan, restocking ikan ini sudah disosiali-sasikan dengan kepala dinas kelautan dan perikanan seluruh provinsi. Pemerintah juga sudah meminta masukan dari kalangan pengusaha penangkapan ikan. Dedi berharap, asosiasi pengusaha penangkapan ikan akan mengumpulkan anggotanya dan secara serentak mela-kukan restocking. "Fungsi asosiasi sangat penting dalam program ini," jelasnya
Namun, Abdullah tetap mengkhawatirkan ketersediaan benih untuk restocking ini. Menurutnya, produksi benih ikan laut dari balai pembenihan milik KKP tidak mencukupi kebutuhan dari pelaku usaha perikanan tangkap. Seban, jika pengusaha perikanan tangkap diwajibkan menebar benih ikan, tentu akan terjadi kenaikan permintaan benih ikan laut. "Saya khawatir, benih yang dibutuhkan itu tidak tersedia," terangnya.
Sumber : Harian Kontan 08 Juli 2010,hal.15
Pola Budidaya Udang Dibenahi
Pola Budidaya Udang Dibenahi
JAKARTA, KOMPAS - Pola budidaya udang vaname mulai diperbaiki untuk mengatasi serangan penyakit udang. Langkah yang ditempuh di antaranya mengurangi kepadatan tebar benih udang (benur) dari 200 ekor per meter persegi menjadi maksimum 100 ekor per m2.
Direktur Produksi Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Iskandar Isma-nadji kepada pers di Jakarta, Kamis (8/7), mengemukakan, upaya pengurangan padat penebaran benur sudah disepakati dengan asosiasi petambak udang intensif yang tergabung dalam Shrimp Club Indonesia (SCT)."Pengurangan padat tebar benur dalam tambak diharapkan menekan serangan penyakit," ujar Iskandar.
Upaya lain yang dilakukan adalah menerapkan teknik penyaringan ganda dalam pengelolaan air tambak. Sisa air tambak udang dipakai sementara untuk budidaya ikan nila dan mujair sebelum dimanfaatkan kembali untuk budidaya udang.Lendir ikan nila dan mujair, ujar Iskandar, diperkirakan mampu mematikan virus udang. Sejak tahun 2009, serangan virusudang vaname yang marak meliputi virus myo {infectious myo necrosis virus) dan bintik putih (white spot syndrome virus).Uji coba budidaya nila di tambak udang, antara lain, mulai diterapkan di Jawa Timur (Banyuwangi dan Situbondo). Nila itu ditebar di tambak dengan kepadatan benih nila berkisar 10-25 ekor per meter persegi.
Revitalisasi tersendat
Sementara itu, program revitalisasi tambak udang telantar seluas 1.000 hektar (ha) yang dicanangkan pemerintah hingga kini belum bisa terlaksana. Program" itu sedang diuji coba di Jawa Timur.Iskandar mengungkapkan, hingga kini revitalisasi tambak terganjal akses permodalan. Bank Jatim, yang diharapkan memberikan kredit, nyatanya sulit menyalurkan pinjaman ke petambak dengan alasan tidak ada penjaminan.
"Kepercayaan bank terhadap petambak udang, khususnya skala kecil, masih sulit. Padahal, petambak ini yang seharusnya dibantu," ujar Iskandar.Ia menambahkan, pemerintah tidak memiliki alokasi anggaranuntuk memberikan jaminan kredit revitalisasi. Sementara itu, perusahaan dan eksportir mitra petambak juga masih sulit diharapkan untuk memberikan jaminan kredit petambak ke perbankan. (LKT)
Sumber : Kompas 09 Juli 2010,hal. 18
JAKARTA, KOMPAS - Pola budidaya udang vaname mulai diperbaiki untuk mengatasi serangan penyakit udang. Langkah yang ditempuh di antaranya mengurangi kepadatan tebar benih udang (benur) dari 200 ekor per meter persegi menjadi maksimum 100 ekor per m2.
Direktur Produksi Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Iskandar Isma-nadji kepada pers di Jakarta, Kamis (8/7), mengemukakan, upaya pengurangan padat penebaran benur sudah disepakati dengan asosiasi petambak udang intensif yang tergabung dalam Shrimp Club Indonesia (SCT)."Pengurangan padat tebar benur dalam tambak diharapkan menekan serangan penyakit," ujar Iskandar.
Upaya lain yang dilakukan adalah menerapkan teknik penyaringan ganda dalam pengelolaan air tambak. Sisa air tambak udang dipakai sementara untuk budidaya ikan nila dan mujair sebelum dimanfaatkan kembali untuk budidaya udang.Lendir ikan nila dan mujair, ujar Iskandar, diperkirakan mampu mematikan virus udang. Sejak tahun 2009, serangan virusudang vaname yang marak meliputi virus myo {infectious myo necrosis virus) dan bintik putih (white spot syndrome virus).Uji coba budidaya nila di tambak udang, antara lain, mulai diterapkan di Jawa Timur (Banyuwangi dan Situbondo). Nila itu ditebar di tambak dengan kepadatan benih nila berkisar 10-25 ekor per meter persegi.
Revitalisasi tersendat
Sementara itu, program revitalisasi tambak udang telantar seluas 1.000 hektar (ha) yang dicanangkan pemerintah hingga kini belum bisa terlaksana. Program" itu sedang diuji coba di Jawa Timur.Iskandar mengungkapkan, hingga kini revitalisasi tambak terganjal akses permodalan. Bank Jatim, yang diharapkan memberikan kredit, nyatanya sulit menyalurkan pinjaman ke petambak dengan alasan tidak ada penjaminan.
"Kepercayaan bank terhadap petambak udang, khususnya skala kecil, masih sulit. Padahal, petambak ini yang seharusnya dibantu," ujar Iskandar.Ia menambahkan, pemerintah tidak memiliki alokasi anggaranuntuk memberikan jaminan kredit revitalisasi. Sementara itu, perusahaan dan eksportir mitra petambak juga masih sulit diharapkan untuk memberikan jaminan kredit petambak ke perbankan. (LKT)
Sumber : Kompas 09 Juli 2010,hal. 18
Kolam Bekas Timah Menjadi Kolam Ikan
Kolam Bekas Timah Menjadi Kolam Ikan
PANGKAL PINANG. Lubang bekas galian tambang timah yang menyerupai kubangan di Provinsi Bangka Belitung yang selama ini tidak menghasilkan apa-apa, tampaknya akan segera berubah. Kementerian Kelautan dan Perikanan ingin memanfaatkan lubang bekas tambang yang menyerupai kolam-kolam raksasa tersebut untuk budidaya ikan konsumsi.
Adapun, beberapa jenis ikan yang akan dibudidayakan di kolam-kolam tersebut, antara lain ikan nila, bawal, gurame dan ikan mas. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad bilang, saat ini di Bangka Belitung terdapat sekitar 100 hektare (ha) lahan bekas galian tambang yang berpotensi untuk budidaya ikan. Lokasinya tersebar di beberapa wila-yah. "Secara bertahap, kita akan sebarkan benih di lokasi tersebut," ujar Fadel usai melepas benih ikan di Sungai Liat, Bangka Belitung, Rabu (7/7).
Gubernur Bangka Belitung, Eko Maulana Ali bilang, selama ini Pemerintah Daerah Bangka Belitung mengabaikan potensi perikanan darat tersebut. Pasalnya, selama ini, mereka menganggap lubang bekas galian tersebut tidak punya manfaat Namun kini, lubang-lubang bekas galian timah tersebut bisa menjadi lahan bagi para pembudidaya ikan. Mereka tidak perlu lagi investasi untuk membuat kolam atau tambak sendiri.
Ketika kolong tersebut dijadikan kolam ikan, maka masyarakat tinggal melakukan perawatan saja dan memberi makan ikan saja. "Ikan budidaya dan rumput laut kinimenjadi fokus pembangunan kami," kata Eko.
Fadel mengatakan, tahun 2010 ini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung hanya kebagian dana pengembangan perikanan sebesar Rp 7,3 miliar dari KKP. Namun, KKP akan menambah anggaran tersebut menjadi Rp 17 miliar sampai Rp 20 miliar. Karena, "Saya melihat ada kesempatan pertumbuhan produksi untuk rumput laut dan perikanan," jelasnya
Tak semua aman
Namun, tidak semua bekas galian tambang bisa dijadikan kolam budidaya. "Karena tidak semuanya aman," kata Yulistio, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung.
Menurutnya, ada syarat khusus agar sebuah lubang galian bisa dijadikan kolam budidaya. Yaitu, umur lubang galian tersebut harus di atas 10 tahun bahkan di atas 15 tahun. Pasalnya, jika sudah mencapai usia tersebut, maka kadar PH (keasaman) tanah di sekitar lubang galian sudah mulai turun, sehingga aman bagi perkembangbiakan ikan.
Sementara rti kolam-kolam bekas tambang timah yang umurnya muda, kadar PH tanahnya masih sangat tinggi. Selain itu, bekas tambang galian baru juga masih memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi. Kandungan mineral tersebut berbahaya bagi ikan, termasuk bagi orang yang mengkonsumsi ikan tersebut.
Yulistio menambahkan, di antara sekian banyak lubang-lubang bekas tambang timah yang tersebar hingga pelosok-pelosok tersebut, tidak banyak yang memenuhi syarat aman untuk budidaya ikan.
Dari pengamatan KONTAN, cara pemanfaatan kolam bekas tambang timah tersebut belum tersosialisasikan dengan baik sehingga belum banyak yang mengetahuinya.
Asnil Bambani Amri
Sumber : Harian Kontan 9 Juli 2010,hal.15
PANGKAL PINANG. Lubang bekas galian tambang timah yang menyerupai kubangan di Provinsi Bangka Belitung yang selama ini tidak menghasilkan apa-apa, tampaknya akan segera berubah. Kementerian Kelautan dan Perikanan ingin memanfaatkan lubang bekas tambang yang menyerupai kolam-kolam raksasa tersebut untuk budidaya ikan konsumsi.
Adapun, beberapa jenis ikan yang akan dibudidayakan di kolam-kolam tersebut, antara lain ikan nila, bawal, gurame dan ikan mas. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad bilang, saat ini di Bangka Belitung terdapat sekitar 100 hektare (ha) lahan bekas galian tambang yang berpotensi untuk budidaya ikan. Lokasinya tersebar di beberapa wila-yah. "Secara bertahap, kita akan sebarkan benih di lokasi tersebut," ujar Fadel usai melepas benih ikan di Sungai Liat, Bangka Belitung, Rabu (7/7).
Gubernur Bangka Belitung, Eko Maulana Ali bilang, selama ini Pemerintah Daerah Bangka Belitung mengabaikan potensi perikanan darat tersebut. Pasalnya, selama ini, mereka menganggap lubang bekas galian tersebut tidak punya manfaat Namun kini, lubang-lubang bekas galian timah tersebut bisa menjadi lahan bagi para pembudidaya ikan. Mereka tidak perlu lagi investasi untuk membuat kolam atau tambak sendiri.
Ketika kolong tersebut dijadikan kolam ikan, maka masyarakat tinggal melakukan perawatan saja dan memberi makan ikan saja. "Ikan budidaya dan rumput laut kinimenjadi fokus pembangunan kami," kata Eko.
Fadel mengatakan, tahun 2010 ini Pemerintah Provinsi Bangka Belitung hanya kebagian dana pengembangan perikanan sebesar Rp 7,3 miliar dari KKP. Namun, KKP akan menambah anggaran tersebut menjadi Rp 17 miliar sampai Rp 20 miliar. Karena, "Saya melihat ada kesempatan pertumbuhan produksi untuk rumput laut dan perikanan," jelasnya
Tak semua aman
Namun, tidak semua bekas galian tambang bisa dijadikan kolam budidaya. "Karena tidak semuanya aman," kata Yulistio, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bangka Belitung.
Menurutnya, ada syarat khusus agar sebuah lubang galian bisa dijadikan kolam budidaya. Yaitu, umur lubang galian tersebut harus di atas 10 tahun bahkan di atas 15 tahun. Pasalnya, jika sudah mencapai usia tersebut, maka kadar PH (keasaman) tanah di sekitar lubang galian sudah mulai turun, sehingga aman bagi perkembangbiakan ikan.
Sementara rti kolam-kolam bekas tambang timah yang umurnya muda, kadar PH tanahnya masih sangat tinggi. Selain itu, bekas tambang galian baru juga masih memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi. Kandungan mineral tersebut berbahaya bagi ikan, termasuk bagi orang yang mengkonsumsi ikan tersebut.
Yulistio menambahkan, di antara sekian banyak lubang-lubang bekas tambang timah yang tersebar hingga pelosok-pelosok tersebut, tidak banyak yang memenuhi syarat aman untuk budidaya ikan.
Dari pengamatan KONTAN, cara pemanfaatan kolam bekas tambang timah tersebut belum tersosialisasikan dengan baik sehingga belum banyak yang mengetahuinya.
Asnil Bambani Amri
Sumber : Harian Kontan 9 Juli 2010,hal.15
RI bidik 3 negara untuk genjot ekspor udang
RI bidik 3 negara untuk genjot ekspor udang
OLEH APRIKA R. HERNANDA Bisnis Indonesia
JAKARTA Tiga negara, yaitu Rusia, Arab Saudi, dan Kanada berpotensi menjadi tujuan ekspor baru untuk komoditas udang nasional menyusul pertumbuhan permintaan produk ini dari pasar setempat. Direktur Pemasaran Luar Negeri pada Ditjen Pengolahan dan Pemasaran (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P. Hutagalung mengungkapkan peluang di negara-negara tersebut dapat menyubslitusi pelemahan dari pasar tradisional, yaitu AS, Jepang dan Eropa.
"Pasar yang lain mulai tumbuh, yaitu Rusia, Arab Saudi, dan Kanada, karena permintaan pasar AS, Eropa dan Jepang tidak akan tumbuh atau hampir sama dengan impornya pada 2009 sekitar SS0.000 ton," ujarnya kemarin.
Dia menilai saat ini adalah momentum yang tepat untuk menggenjot penjualan ke tiga pangsa pasar baru tersebut menyusul dampak krisis global yang belum pulih sehingga menurunkan permintaan dari importir tradisional.
Di sisi lain, lanjut dia, produsen utama udang dunia diperkirakan mengalami kekurangan pasokan atau penurunan produksi. Negara produsen udang dunia, seperti China, Thailand, Vietnam, dan Indonesia memasok 80% komoditas ini ke pasar internasional.
Produksi udang China diperkirakan mencapai 1,3 juta ton, sedangkan Thailand sekitar 560.000 ton serta Vietnam akan menghasilkan sekitar 370.000 ton sepanjang tahun ini. Sementara itu, lanjut Saut, produksi udang dari Teluk Meksiko yang memasok sekitar 20% udang ke AS juga diperkirakan turun karena pencemaran minyak yang mengganggu budi daya.
"Shortage pasokan dari negara produsen ulama ini bisa merupakan peluang besar bagi Indonesia. Ini menjadi momentum yang tepat untuk membangkitkan usaha budi daya udang sekaligus menggenjot ekspor," kata Saut.
Terkait dengan produksi di dalam negeri, dia mengatakan target produksi pada 2010 sebesar 450.000 ton akan sangat bagus jika dapat tercapai optimal. Apalagi saat ini kendala benur sudah dapat diatasi.
Kinerja naik Di sisi lain, dia mengungkapkan kinerja usaha tambak, khususnya di Jawa, diperkirakan naik 20% sepanjang 2010 dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu.
Pertambakan rakyat yang terus berkembang di sejumlah lokasi, seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Lampung, akan mendongkrak pasokan ke unit pengolahan sehingga volume ekspor juga dapat didongkrak.
"Kami menginginkan usaha tambak udang bangkit, berkembang maju dan lebih kuat menyusul adanya Asean China Free Trade Area (ACFTA). Artinya produksi meningkat dan ekspor bisa naik signifikan," tegasnya.
sumber : http://www.dkp.go.id
OLEH APRIKA R. HERNANDA Bisnis Indonesia
JAKARTA Tiga negara, yaitu Rusia, Arab Saudi, dan Kanada berpotensi menjadi tujuan ekspor baru untuk komoditas udang nasional menyusul pertumbuhan permintaan produk ini dari pasar setempat. Direktur Pemasaran Luar Negeri pada Ditjen Pengolahan dan Pemasaran (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P. Hutagalung mengungkapkan peluang di negara-negara tersebut dapat menyubslitusi pelemahan dari pasar tradisional, yaitu AS, Jepang dan Eropa.
"Pasar yang lain mulai tumbuh, yaitu Rusia, Arab Saudi, dan Kanada, karena permintaan pasar AS, Eropa dan Jepang tidak akan tumbuh atau hampir sama dengan impornya pada 2009 sekitar SS0.000 ton," ujarnya kemarin.
Dia menilai saat ini adalah momentum yang tepat untuk menggenjot penjualan ke tiga pangsa pasar baru tersebut menyusul dampak krisis global yang belum pulih sehingga menurunkan permintaan dari importir tradisional.
Di sisi lain, lanjut dia, produsen utama udang dunia diperkirakan mengalami kekurangan pasokan atau penurunan produksi. Negara produsen udang dunia, seperti China, Thailand, Vietnam, dan Indonesia memasok 80% komoditas ini ke pasar internasional.
Produksi udang China diperkirakan mencapai 1,3 juta ton, sedangkan Thailand sekitar 560.000 ton serta Vietnam akan menghasilkan sekitar 370.000 ton sepanjang tahun ini. Sementara itu, lanjut Saut, produksi udang dari Teluk Meksiko yang memasok sekitar 20% udang ke AS juga diperkirakan turun karena pencemaran minyak yang mengganggu budi daya.
"Shortage pasokan dari negara produsen ulama ini bisa merupakan peluang besar bagi Indonesia. Ini menjadi momentum yang tepat untuk membangkitkan usaha budi daya udang sekaligus menggenjot ekspor," kata Saut.
Terkait dengan produksi di dalam negeri, dia mengatakan target produksi pada 2010 sebesar 450.000 ton akan sangat bagus jika dapat tercapai optimal. Apalagi saat ini kendala benur sudah dapat diatasi.
Kinerja naik Di sisi lain, dia mengungkapkan kinerja usaha tambak, khususnya di Jawa, diperkirakan naik 20% sepanjang 2010 dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu.
Pertambakan rakyat yang terus berkembang di sejumlah lokasi, seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Lampung, akan mendongkrak pasokan ke unit pengolahan sehingga volume ekspor juga dapat didongkrak.
"Kami menginginkan usaha tambak udang bangkit, berkembang maju dan lebih kuat menyusul adanya Asean China Free Trade Area (ACFTA). Artinya produksi meningkat dan ekspor bisa naik signifikan," tegasnya.
sumber : http://www.dkp.go.id
Top Ten Buyer Searches For Fine Jewelry on eBay!
Top Ten Buyer Searches For Fine Jewelry on eBay!
by: Joe Clare
Are you looking for "Hot Items" to sell on your eBay Auction? Are you having trouble deciding on a category? Being an active eBayer, I am often asked about what products to sell. As explained in my book "eBay Marketing Wholesale SourcePak" finding the right product in the right category is cruical.
Many people ask me whether jewelry is a good item to sell on their eBay auction. My opinion is yes, it can be. For the most part jewelry is easy to package and easy to ship. And provided you have done your research first, you should be able to make a good profit selling it. One of the points you will need to research before adding any jewelry to your eBay auction is, what are eBay shoppers looking for in the jewelry niche? Knowing this will help you to decide just what type of jewelry you could include in your auctions. Below you will find Top Ten Buyer Searches for Fine Jewelry (at the time of this writing) as per eBay
10 - Earrings
9 - Turquoise
8 - Sterling Silver
7 - Cameo
6 - Italian Charms
5 - Vintage
4 - Gold
3 - Diamond Rings
2 - Designer Jewelry
And the number 1 jewelry search at the time of this writing is...
Italian Charm Watches.
By knowing what people are searching for you will have a better insight of what items are popular, and what items should sell well on your auctions. If you decide to sell jewelry on eBay, finding items that fit into one or more of the above categories will see your number of bids increase substantially. Always remember to do your research before listing any item for auction. Know what categories are "Hot!" Do a price analysis of your product. Know what the item costs you and what you can potentially sell it for. Then sit back and watch the bidding heat up!
Happy Selling!
Joe Clare
About the author:
Joe Clare is an active Netpreneur and eBayer! He is the author of numerous articles on how to make money online and be successful on eBay! Check out his latest Best Selling eBook "eBay Marketing Wholesale SourcePak" Your Passport to Success! at http://www.ebooksnsoftware.com
Circulated by Article Emporium
by: Joe Clare
Are you looking for "Hot Items" to sell on your eBay Auction? Are you having trouble deciding on a category? Being an active eBayer, I am often asked about what products to sell. As explained in my book "eBay Marketing Wholesale SourcePak" finding the right product in the right category is cruical.
Many people ask me whether jewelry is a good item to sell on their eBay auction. My opinion is yes, it can be. For the most part jewelry is easy to package and easy to ship. And provided you have done your research first, you should be able to make a good profit selling it. One of the points you will need to research before adding any jewelry to your eBay auction is, what are eBay shoppers looking for in the jewelry niche? Knowing this will help you to decide just what type of jewelry you could include in your auctions. Below you will find Top Ten Buyer Searches for Fine Jewelry (at the time of this writing) as per eBay
10 - Earrings
9 - Turquoise
8 - Sterling Silver
7 - Cameo
6 - Italian Charms
5 - Vintage
4 - Gold
3 - Diamond Rings
2 - Designer Jewelry
And the number 1 jewelry search at the time of this writing is...
Italian Charm Watches.
By knowing what people are searching for you will have a better insight of what items are popular, and what items should sell well on your auctions. If you decide to sell jewelry on eBay, finding items that fit into one or more of the above categories will see your number of bids increase substantially. Always remember to do your research before listing any item for auction. Know what categories are "Hot!" Do a price analysis of your product. Know what the item costs you and what you can potentially sell it for. Then sit back and watch the bidding heat up!
Happy Selling!
Joe Clare
About the author:
Joe Clare is an active Netpreneur and eBayer! He is the author of numerous articles on how to make money online and be successful on eBay! Check out his latest Best Selling eBook "eBay Marketing Wholesale SourcePak" Your Passport to Success! at http://www.ebooksnsoftware.com
Circulated by Article Emporium
Traffic Arbitrage- The new kid on the block
Traffic Arbitrage- The new kid on the block
by: Austin Akalanze
A near risk-free and immediate way to create residual income [part one}
The Internet is a dynamic and ever evolving market place. It is full of promises and opportunities. It has the potential to turn people's fortunes around in very short orders. If you have been on the net for any reasonable length of time, such names as Yanik silver, John Reese, late Cory Rudl, Mike Filsame, Simon Garbowski and Mark Joyner to name just a handful, would not be unfamiliar to you. And if you are not familiar with these names, do not worry about it, you will soon be. These are regular folks that have leveraged the power of technology- the Internet to change their fortunes.
Apart from the big wigs, there are smaller folks out there who are raking in bundles of dollars everyday, using one or a combination of the various opportunities and income models the Internet has to offer. These income models range from Affiliate marketing, Resell rights, and Downline builders, to Auctiions, Dropships, Permission marketing, Google Adsene and now Traffic arbitrage.
Of all the income models, I like Traffic Arbitrage the most. It is simple, easy and can be implemented in very little time, even by those who know nothing about doing business on the Internet, once they get the hang of it. Making it even easier, is James Jones using his new Traffic Arbitrage page builder at Click Profit Pro.
Traffic Arbitrage? I am glad you noticed. Yes, Traffic Arbitrage! I would not say "Google Traffic Arbitrage" as many would, because Traffic Arbitrage goes beyond Google. Google is mighty and powerful, but if I could achieve the same results using cheaper search engines, why not. It does not always have to be Google. The cheaper the Cost Per Click, CPC, the better for our purpose. Remember, we are not looking for FREE traffic. We are buying traffic in one market to be sold in another market. And targetted traffic is targetted traffic whether it is coming from Kanoodle or from Google. However, for our purpose, we are using Google Adwords and Adsense.
But what is Traffic Arbitrage? Coming from education, I am sold on the idea of breaking concepts down to their component parts. To answer that question, let's look at the definition of Arbitrage. According to the Encarta World English Dictionary, Arbitrage is "The simultaneous buying and selling of the same negotiables or commodities in different markets in order to make an immediate and riskless profit".
Looking at our keyword phrase, and the Encarta definition, it is clear that the commodity of our trade is internet or web traffic. Also looking more closely at our Encarta definition, three operative phrases emerge, namely: simultaneous buying and selling, different markets, and immediate and riskless profit. Now, I do not know about you, but of all the three operative phrasology, I like the last best: immediate and riskless profit. Wow!
Immediate and Riskless! I am SOLD. Going, going and gone.
I don't know about you, but I do not know any businesses where you can make immediate and riskless profit, other than Traffic Arbitrage. Even in Traffic Arbitrage, there is a miniscle element of risk. Very minute. I just have to be hornest with you.But in the real sense of it, the profits can be immediate and near riskless.
How does Traffic Arbitrage work? I am glad you asked. It is simple once you understand it. And good a thing, it is not rocket science. If I do it, anyone one can do it PERIOD. It is as easy as that.
Now Google in her never ending wisdom, created two very compelling and successful campaign platforms- Adsense and AdWords. On the one hand, Adsense offers advertisers a way to reach deeper into their market without breaking their bank, by having Google place their campaigns on participating sites with content related to advertisers products and services. It also allows content creators a way to make a little money for making their webpage available for dispaly of these adsense ads. The advertiser wins because he is getting perfectly target traffic and deeper market penetration, and the content creator wins because he is making a little money doing what he loves to do.
On the other hand, AdWords offer advertisers a quick and cost effective way to drive immediate and targetted traffic to their sites. Like Adsense, Adwords are on a Cost Per Click basis, but unlike Adsense, they appear only on search displays on Google. The advertiser bids for a position on Google search results, and when a searcher clicks on the advertiser's ads, he the advertiser is charged the bid value of his campaign.
In part two of this two part series on Traffic Arbitrage, will look at the process of setting up a Google Adsense account and Adword account. We will also bring the components together to demonstrate how this genius technique can be use time and again to create residual income.
About the author:
Austin Akalanze is a dream builder a keen observer of the emerging voice over internet protocol technology and a Traffic Arbitrage specialist. He enjoys writing poetry.
Circulated by Article Emporium
by: Austin Akalanze
A near risk-free and immediate way to create residual income [part one}
The Internet is a dynamic and ever evolving market place. It is full of promises and opportunities. It has the potential to turn people's fortunes around in very short orders. If you have been on the net for any reasonable length of time, such names as Yanik silver, John Reese, late Cory Rudl, Mike Filsame, Simon Garbowski and Mark Joyner to name just a handful, would not be unfamiliar to you. And if you are not familiar with these names, do not worry about it, you will soon be. These are regular folks that have leveraged the power of technology- the Internet to change their fortunes.
Apart from the big wigs, there are smaller folks out there who are raking in bundles of dollars everyday, using one or a combination of the various opportunities and income models the Internet has to offer. These income models range from Affiliate marketing, Resell rights, and Downline builders, to Auctiions, Dropships, Permission marketing, Google Adsene and now Traffic arbitrage.
Of all the income models, I like Traffic Arbitrage the most. It is simple, easy and can be implemented in very little time, even by those who know nothing about doing business on the Internet, once they get the hang of it. Making it even easier, is James Jones using his new Traffic Arbitrage page builder at Click Profit Pro.
Traffic Arbitrage? I am glad you noticed. Yes, Traffic Arbitrage! I would not say "Google Traffic Arbitrage" as many would, because Traffic Arbitrage goes beyond Google. Google is mighty and powerful, but if I could achieve the same results using cheaper search engines, why not. It does not always have to be Google. The cheaper the Cost Per Click, CPC, the better for our purpose. Remember, we are not looking for FREE traffic. We are buying traffic in one market to be sold in another market. And targetted traffic is targetted traffic whether it is coming from Kanoodle or from Google. However, for our purpose, we are using Google Adwords and Adsense.
But what is Traffic Arbitrage? Coming from education, I am sold on the idea of breaking concepts down to their component parts. To answer that question, let's look at the definition of Arbitrage. According to the Encarta World English Dictionary, Arbitrage is "The simultaneous buying and selling of the same negotiables or commodities in different markets in order to make an immediate and riskless profit".
Looking at our keyword phrase, and the Encarta definition, it is clear that the commodity of our trade is internet or web traffic. Also looking more closely at our Encarta definition, three operative phrases emerge, namely: simultaneous buying and selling, different markets, and immediate and riskless profit. Now, I do not know about you, but of all the three operative phrasology, I like the last best: immediate and riskless profit. Wow!
Immediate and Riskless! I am SOLD. Going, going and gone.
I don't know about you, but I do not know any businesses where you can make immediate and riskless profit, other than Traffic Arbitrage. Even in Traffic Arbitrage, there is a miniscle element of risk. Very minute. I just have to be hornest with you.But in the real sense of it, the profits can be immediate and near riskless.
How does Traffic Arbitrage work? I am glad you asked. It is simple once you understand it. And good a thing, it is not rocket science. If I do it, anyone one can do it PERIOD. It is as easy as that.
Now Google in her never ending wisdom, created two very compelling and successful campaign platforms- Adsense and AdWords. On the one hand, Adsense offers advertisers a way to reach deeper into their market without breaking their bank, by having Google place their campaigns on participating sites with content related to advertisers products and services. It also allows content creators a way to make a little money for making their webpage available for dispaly of these adsense ads. The advertiser wins because he is getting perfectly target traffic and deeper market penetration, and the content creator wins because he is making a little money doing what he loves to do.
On the other hand, AdWords offer advertisers a quick and cost effective way to drive immediate and targetted traffic to their sites. Like Adsense, Adwords are on a Cost Per Click basis, but unlike Adsense, they appear only on search displays on Google. The advertiser bids for a position on Google search results, and when a searcher clicks on the advertiser's ads, he the advertiser is charged the bid value of his campaign.
In part two of this two part series on Traffic Arbitrage, will look at the process of setting up a Google Adsense account and Adword account. We will also bring the components together to demonstrate how this genius technique can be use time and again to create residual income.
About the author:
Austin Akalanze is a dream builder a keen observer of the emerging voice over internet protocol technology and a Traffic Arbitrage specialist. He enjoys writing poetry.
Circulated by Article Emporium
Langganan:
Postingan (Atom)