Pembangunan Kawasan Minapolitan untuk Kesejahteraan Rakyat

Pembangunan Kawasan Minapolitan untuk Kesejahteraan Rakyat


Sebagai salah satu upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkecimpung di sektor kelautan dan perikanan, terutama nelayan, pembudidaya, dan pengolah ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merumuskan kebijakan strategis operasional minapolitan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, sebar gaimana misi KKP, minapolitan merupakan konsep pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis wilayah. Untuk itu, pendekatan dalam pembanguan minapolitan dilakukan dengan sistem manajemen kawasan dengan prinsip integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi.Seperti dalam membangun wilayah Pelabuhan Ratu sebagai salah satu kawasan minapolitan, diambil langkah strategis untuk mendorong terciptanya kesejahteraan bagi nelayan, pembudidaya, dan pengolah ikan. Adapun langkah-langkah yang diambil meliputi penguatan ekonomi usaha masyarakat kecil, penguatan usahamenengah dan atas (UMA), serta pengembangan berbasis wilayah dengan sistem manajemen kawasan.

Dalam membangun kawasan minapolitan, dibutuhkan enam persyaratan. Pertama, komitmen daerah melalui rencana strategis, alokasi dana melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), dan penetapan tata ruang t yang seimbang. Sedangkan yang kedua, terkait adanya komoditas unggulan, seperti udang, patin, lele, tuna, dam rumput laut.Selanjutnya ketiga, letak geografis yang strategis serta secara alami cocok untuk usaha perikanan, dam keempat, sistem mata rantai produksi dari hulu ke hilir, seperti lahan budi daya dan pelabuhan perikanan. Selain itu, kelima; adanya fasilitas pendukung, seperti keberadaan sarana dan prasarana, misalnya jalan, pengairan, serta listrik. Dan keenam, kelayakan lingkungan dengan kondisi yang baik dan tidak merusak.

Apabila ini terpenuhi, maka minapolitan sebagai kawasan ekonomi atau sentra produksi maupunperdagangan komoditas kelautan dan perikanan dapat meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya, dan pengolah ikan. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan kesejahteraan mereka. Komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan minapolitan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah juga menjadi faktor penentu.Dalam operasional minapolitan, pengelolaan usaha akan dilakukan oleh lembaga pengelola semacam badan layanan umum (BLU). Sedangkan pola usaha dalam minapolitan meliputi taksi mina bahari (TMB) untuk pemberdayaan nelayan skala kecil (buruh nelayan). Ini dilakukan dalam bentuk pendampingan usaha, penyuluhan insentif, dan bantuan sosial, khususnya untuk pengelolaan usaha.

Selain itu, usaha bisnis nelayan terpadu (UBNT) untuk nelayan pemilik perorangan, salah satunya melalui bantuan akses teknologi dan informasi serta fasihtas usaha dan kemitraan. Juga ada usaha perikanan tangkap terpadu (UPTT) untuk perusahaanyang mendapat fasilitasi pengaturan usaha serta kemitraan dengan usaha skala kecil.Pada 2010, KKP sudah melakukan iventarisasi terhadap 197 lokasi minapolitan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, di antaranya 83 lokasi minapolitan yang merupakan usulan Ditjen Perikanan Tangkap KKP. Salah satu kawasan minapolitan berada di Kabupaten Sukabumi, dengan zona inti di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhan Ratu. Untuk kawasan ini sudah dicanangkan secara resmi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Dipilihnya Pelabuhan Ratu sebagai lokasi minapolitan juga didasarkan atas dukungan pemerintah daerah.

Selain itu juga dilakukan sejumlah kegiatan untuk percepatan peningkatan kesejahteraan nela-yan yang juga untuk menunjang pelaksanaan minapolitan, seperti pemberian kartu identitas dam jaminan sosial untuk nelayan, sertifikasi hak atas tanah, dan bantuan kapal perikanan. Ini dilakukanuntuk meningkatkan jangkauan nelayan untuk menangkap ikan sampai ke zona ekonomi eksklusif (ZEE) atau laut lepas.

Strategi

Meski demikian, menurut Fadel Muhammad, diperlukan strategi dalam mengaim piemen tas ikan program-program, termasuk minapolitan. Ada sejumlah strategi dalam pengembangan kawasan minapolitan, yakni pembangunan sistem dan usaha minabisnis berorientasi pada kekuatan pasar. Dengan ini diharapkan dapat menembus batas kawasan, kabupaten/kota, provinsi, dan negara untuk menjangkau pasar global. Selanjutya, pengembangan dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha komoditas unggulan. Tentunya berdasarkan kesesuaian lahan/perairan dan kondisi sosial, ekonomi, serta budaya setempat Selain itu, peningkatan produksi dan produktivitas komoditas perikanan yang diiringi dengan pengembangan usaha berbasis sistem minabisnis yang terin-tegrasi, mulai dari sektor hulu, hilir (pemasaran, pengolahan hasil, dan sebagainya), termasuk sektor jasa perbankan dan pendukung lainnya.

"Ini didukung upaya pengembangan sarana dan prasarana publik yang berwawasan lingkungan, seperti jaringan jalan, irigasi transportasi, telekomunikasi, pasar, gudang, dan lainnya. Tentu nya juga kegiatan untuk memperlancar pengangkutan hasil perikanan ke pasar secara efisien," ujar Fadel.Selain itu, pemerintah juga terus melakukan reformasi regulasi yang berhubungan dengan penciptaan iklim usaha yang kondusif serta pengembangan ekonomi daerah/wilayah, di antaranya terkait kebijakan perizinan, bea masuk, serta menghilangkan peraturan yang dinilai menghambat - Berdasarkan strategi tersebut, maka fasilitas dalam rangka perencanaan pengembangan kawasan minapolitan dilaksanakan melalui sosialisasi program untuk seluruh pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat, dan swasta).

Ini dalam rangka untuk menyamakan persepsi, sehingga adanya bentuk dukungan dan masukan yang konkret Hal ini termasuk mendorong petugas dan tokoh masyarakat untuk melaksanakan kegiatan identifikasi, merumuskan program pengembangan jangka menengah, dan kegiatan strategis lainnya. Sosialisasi terutama pada tahap-tahap penumbuhan dan tahap pengembangan kawasan minapolitan. Tentunya melalui studi kelayakan yang cermat serta mencakup aspek ekonomi, teknis, sosial, budaya, dan lingkungan hidup.Secara rinci, penjelasan unsur indikator strategis dalam rangka pembinaan pengembangan menuju kawasan minapolitan dapat dilakukan inventarisasi dan identifikasi di kawasan wilayah binaan yang telah terpilih (calon kawasan yang akan dibina menjadi kawasan minapolitan).

Ini bisa dilakukan oleh pemerintah daerah, masyarakat, serta instansi terkait Ini termasuk analisis pengembangan daerah, seperti terkait tata ruang, kajian mengenaipotensi pengembangan minabisnis, analisis sosial budaya, dan kapasitas sumber daya manusia Ini dilanjutkan dengan menyusun rencana/program pengembangan kawasan minapolitan untuk jangka panjang. Tentunya dengan mempertimbangkan potensi sumber daya lahan dan tahapan perkembangan kawasan. Penyusunan program ini dilakukan di tingkat kabupaten/kota bersama masyarakat serta instansi lintas sektoral. Untuk sinkronisasi dan keberlanjutan pengembangan kawasan minapolitan, sebaiknya rencana program ini tercantum dalam rencana umum tata ruang (RUTR).Program jangka panjang dari setiap kawasan pengembangan minapolitan ini kemudian dijabarkan dalam program pengembangan minapolitan tahunan. Dalam program tahunan, setidaknya terdapat matriks kegiatan. Minimal memuat jenis kegiatan, jadwal pengembangan sampai tahap akhir, penanggung jawab, dan keperluan biaya.



Sumber : Suara Karya 12 Mei 2010,hal.7

SUDAHKAH ANDA TAHU?? IKAN HIAS JULUNG-JULUNG GENUS DERMOGENYS

SUDAHKAH ANDA TAHU??

IKAN HIAS JULUNG-JULUNG GENUS DERMOGENYS
Edisi Mei 2010 No. 2

Ikan julung-julung dari kelompok yang sebagian hidupnya berada di perairan tawar memiliki nama umum (common name) wrestling half beak, termasuk di dalam kelas Pisces, sub kelas Teleostei, ordo Synentognathi, sub ordo Exocoetoidea, famili Hemirhamphidae dan genus Dermogenys. Ikan ini mempunyai nama lokal julung-julung. Hidupnya berkelompok di air tawar (sungai dan danau) dan ada juga yang hidup di air payau. Tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bangka-Belitung dan Kepulauan Indonesia lainnya serta di sungai-sungai di Malaysia Peninsula dan sungai-sungai di Siam (Muangthai). Ikan julung-julung jenis Dermogenys ebrardtii tersebar di Sulawesi Tenggara, D. megarrhamphus di Danau Towuti (Sulawesi Selatan), D. montana tersebar di perairan Bantimurung Sulawesi Selatan, D. pusilla banyak tersebar di perairan umum Pulau Jawa dan Sumatera pada perairan yang bersifat alkalis, D. sumatrana tersebar di perairan umum Pulau Sumatera dan Kalimantan dan D. weberi banyak terdapat di Danau Matano, Sulawesi Selatan.

Termasuk ikan herbivor, makanannya berupa algae, partikel-partikel kecil vegetasi lain yang besarnya disesuaikan dengan bentuk mulutnya yang kecil. Meskipun tergolong herbivora, bahan-bahan kering yang terdapat di permukaan dan serangga-serangga kecil seperti lalat buah, nyamuk, sangat di sukainya. Hewan-hewan itu ditangkap sewaktu berenang di sepanjang permukaan air dimana ia tinggal. Tipe reproduksinya ovoviviparus dan posisi mulut superior. Dalam sekali pemijahan dapat menghasilkan 12-25 ekor ikan muda.

Ikan ini merupakan ikan hias yang sangat menarik bila dipelihara dalam akuarium, karena ukuran tubuh yang tidak besar, warna bervariasi dan bentuk yang unik. Ikan yang berasal dari Pulau Jawa pada bagian sisi atasnya berwarna coklat muda sampai ke hijau olive dan ada juga yang berwarna keperak-perakan. Ada juga ikan julung-julung yang berwarna biru cermelang akan memantulkan sinar bila terkena cahaya. Pada sisi bagian bawah berwarna perak keputihan sampai kuning mengkilat, bagian tepi rahang bawah berwarna hitam, sering terdapat garis memanjang berwarna merah. Bagian pundak terdapat bintik-bintik gelap, hal yang sama terdapat pada pangkal sirip dada. Warna sirip dari terang sampai kekuning-kuningan, sirip punggung dengan bintik-bintik merah terang, bagian tepi sirip anal biasanya berwarna hitam. Warna ikan betinanya umumnya sama dengan warna ikan jantan, hanya pada bagian-bagian tertentu seperti bagian sirip punggung ada yang berwarna merah, dan ada juga yang tak berwarna.

Dermogenys montana Dermogenys megarrhamphus

Dermogenys pusilla Dermogenys sumatrana

Dermogenys weberi Dermogenys ebrardti


















Sumber gambar: Kotelatt et al. (1993)
Narasumber: Ir. Samuel (Peneliti BRPPU)

Badan Riset Kelautan dan Perikanan
Pusat Riset Perikanan Tangkap
Balai Riset Perikanan Perairan Umum
Jln. Beringin no. 308 Mariana
Palembang-30763
Telp. 0711 7537194
Fax. 0711 7537205
Email: brppu_brkp@yahoo.co.id
http://www.brppu.com
Penulis & Penyunting: Dina Muthmainnah, M.Si. dan Nurwanti, S.Ikom.

sumber : http://www.dkp.go.id/

Family: Channidae

Family: Channidae
Indonesian Name: Toman
Scientific Name / latino: Channa micropeltes (Cuvier, 1841)
English name: Giant snakehead

Description:
- There are orange lines starting from the snout to the caudal part of the upper and lower bounded by black lines and then cut into the spots that is not uniform (these spots disappeared in the mature specimen)

- An economically important fish, the small size as an ornamental fish / aquarium

spreading area: rivers and swamps in Sumatra and Kalimantan,


Source: Directorate General of Capture Fisheries, Ministry of Maritime Affairs and Fisheries, 2005

What to Consider When Buying Frozen Fish Food

What to Consider When Buying Frozen Fish Food
by: Bill Yaconis


Do you have a fish filled acquarium in your home or office? If this was a new purchase, you may have many questions. One of the most common questions asked by new fish owners concerns food. Your first impulse may be to head to your local pet store and purchase the cheapest food available. Yes, this will do, but there is a much better option. That is buying frozen fish food from a trusted online retailer. Wait! Frozen fish food? As a new acquarium owner, you may have never heard of frozen fish food. You may also wonder what the benefits are and how to buy it.

Frozen fish food has many benefits. The greatest benefits it the nutritional value retained. These important nutrients are often lost through the entire process of making and packaging dry fish food. The added nutrients from frozen fish food can increase the energy and color of your fish. Not only do your acquarium fish reap the benefits, but you do too. You will get pride and joy from seeing your fish in their prime, full of energy and color.

You now know the benefits of feeding your acquarium fish frozen food, but how can you buy it? What factors should you consider?

Your acquarium contents. Frozen fish food is available for a wide range of fish; however, you will usually find an emphasis on marine and corals. As previously stated, it is recommended that you buy frozen fish food online, as you are presented with more choices and better prices. You should also get detailed descriptions. However, when in doubt, place a call to the customer service department. They can help ensure you choose the frozen food best for your acquarium fish.

Your acquarium fish size and food size. Since frozen, this fish food usually comes in cubes. For example, a coral food mix may come in 100G cubes, 200G cubes, or 1LB cubes. It is best to opt for the right size. When buying, consider the size of your fish. If not given a choice, frozen fish food cubes can be thawed and cut into smaller sizes.

The online retailer that you make your purchase through. As previously stated, buying frozen fish food online has its benefits. You get a better product selection and prices because there are many retailers to choose from. For your benefit and the benefit of your fish, make your choice wisely. Since you may have questions, ensure there is a customer service phone number or email available. Then, consider price.

Your shipping options. Although it is best to buy frozen fish food online, you must proceed with caution. To keep your food safe and to retain all nutrients, proper shipping is a must. Since the product is frozen, it cannot be shipped like traditional mail. A quality retailer will generally use two-day shipping with FedEx or UPS. Your purchase should be shipped in a Styrofoam cooler and with ice packs.

Your shipping costs. Shipping costs vary greatly online. If you are not careful, it can significantly increase the cost of your purchase. With frozen fish food, you are presented with a unique opportunity. You continue to freeze at home, meaning there is no rush to use the food before it goes bad or starts to produce mold. To save both time and money, opt for an online fish supplier that has flat rate shipping. You pay the same shipping costs regardless of quantity. Stock-up and get a better rate.

You now know how to buy frozen fish food and get the best value for your money, but what about when that food arrives? If this is your first time feeding your acquarium fish frozen food, carefully read the instructions on the package. Although you may find a variance, you should:

Begin thawing your frozen fish cubes twenty to thirty minutes before feeding time. Using hot water to hurry the thawing process is not advised. A constant stream of hot water decreases the freshness and nutritional value. Remember, the nutritional value was one of the benefits of frozen fish food, so don’t wash it away.

Only thaw what you need. Frozen fish food should not be refrozen. This reduces the nutritional value and does pose health risks. Luckily, most fish foods that are frozen come in resealable plastic bags. Grab what you need for the next feeding, set that cube aside to thaw, reseal the package, and put in your freezer immediately.


About The Author
To purchase quality fish food from a dependable retailer, visit http://www.fishtanksdirect.com.

BUSINESS RISKS seedling FISH

BUSINESS RISKS seedling FISH

At the fish fry has a fast growth rate. In order to achieve maximum growth, the fish require a complete nutritional intake, especially the needs of the proteins necessary for growth. Quality of feed is needed if we want to maximize growth. Feed given to fish hatchery operations more costly than on enlarging the business.
this gives a consequence of the high costs of production in fish hatchery operations. Then apart from that at the age of seeds, fish have a weak physical condition, his movements slow and not yet have the ability to protect themselves from attacks by pests and diseases.

these circumstances even if the business shows promising seedling big gains, but behind that hatchery operations have high business risk. This risk could arise if farmers can not reduce the mortality rate of seeds. High mortality rate of seedlings was generally occurs due to negligence cultivators especially weak control measures against pests (predators) Seed Predators.

SEED PREDATOR FISH - FISH cork

SEED PREDATOR FISH - FISH cork

Channa striata is a wild freshwater fish and a voracious seed predators and highly feared by fish farmers. These fish are wild fish (which are predatory carnivore). In nature, fish, cork not only fish but also prey on the seeds of adult fish and other aquatic insects including frogs. Even in Borneo has been reported to prey on ducklings cork. This makes sense because in rivers and in swamps of Borneo there is a large cork (cork Toman / aruan and the like).

Channa striata known by many names. There was a call as aruan, haruan (Malayan and Banjar), kocolan (Batavia); bayong, Bogo, licingan, curses (Java), and others. In English, eels are also called by various names, such as common snakehead, snake-head murrel, chevron snakehead, striped snakehead also aruan. The scientific name is Channa striata (Bloch, 1793) and there was a call Ophiocephalus striatus.

Class: Pisces
Subclass: Actinopterygii
Order: Perciformes
Family: Channidaeae
Genus: Channa
Species: Channa sriata / Ophiocephalus striatus

There are several types of cork. Channa striata is a species of fish cork
easily found and has a relatively small body size. Another type is cork Toman Channa and Channa pleuropthalmus micropeltes. Toman cork is a cork type of large body size, reach a length of 1 meter with a weight of 5 kg.


Channa striata has a large head and somewhat flat like a snake's head (so called snakehead). There are big scales on the head. Gilig elongated round body, such as missiles or torpedoes. Elongated dorsal fin and caudal fin rounded at the tip. The upper side of the body from head to tail, dark brown or greenish black. The underside of body white. Side-streak streaky thick (striata).

This color often resemble the surrounding environment. Mouth large, with big teeth and sharp.
Catfish commonly found in public waters as wild fish. Many caught in lakes, swamps, rivers, and channels water to the rice paddies. In Indonesia, fish, cork initially only available in the west line of Wallacea (Sumatra, Java and Kalimantan). However, in the course of time, catfish introduced (inserted) into the territory of East Indonesia.

In some areas traversed by the flow of rivers such as in Sumatra and Kalimantan, the fish is often carried by flood cork into trenches around the house, or entering the maintenance of fish ponds and become pests that prey on pet fish. If the wetland, pond or ditch dries up, the fish will attempt to move to another place, or when forced to, will bury themselves in mud to place it back to water. Therefore, this fish is frequently encountered "walk" on land-especially in the evenings in summer, looking for other places that are still runny. Fish cork can survive without water because it can absorb free oxygen breathing on a ventilator in the form of "labyrinth".

As for who makes the cork can "walk" on land is the pectoral and pelvic fins are used to "walk".

Control
Usually these fish grab their prey at the surface into the pond so that if his presence can be immediately known. cork fish that will grab their prey usually quiet around the water plant (and thus invisible to the prey) and all of a sudden hurtling directly towards its prey and swallowing it. Large mouth allows for it.

In mating season, male and female catfish prepared in cooperation between the plants in the nest at the water's edge. The kids fish orange red black striped, swim in groups to move together to and fro in search of food. This young group is maintained by its parent. This is the best time to catch / expel the cork from the pool.

To prevent the introduction of cork to the pool, at the time of treatment, the pond must be completely dry up the cracks so as not to allow the cork to survive. Let the sunlight the pond is dried for several days. At the entry channel, from palm fiber filter mounted very tightly so that the seed and the dough did not enter into the pool with water flow.


If you already have in the pond catfish, must be immediately arrested. Usually the population is not so much. Mengggunakan cork can be lured with the bait in the form of small fish, frogs or eating children. Pemancingannya quite unique way, namely by moving the bait in the water. Moving bait is usually struck by foam because presumed prey. Cork are caught can be consumed because it tastes good and became a favorite food in some areas either in the form of fresh or dried / salted.

source: KhairulAmri and ToguanSihombing, PT.GramediaPustakaUtama, 2008

fish blogs

Predator Benih Ikan ( Ikan Gabus )

IKAN GABUS

Ikan gabus merupakan ikan air tawar liar dan predator benih yang rakus dan sangat ditakuti pembudidaya ikan. Ikan ini merupakan ikan buas (carnivore yang bersifat predator). Di alam, ikan gabus tidak hanya memangsa benih ikan tetapi juga ikan dewasa dan serangga air lainnya termasuk kodok. Bahkan di Kalimantan pernah dilaporkan gabus memangsa anak bebek. Ini masuk akal karena di sungai dan di rawa-rawa Kalimantan terdapat jenis gabus berukuran besar (gabus toman/aruan dan sejenisnya).

Ikan gabus dikenal dengan banyak nama. Ada yang menyebutnya sebagai aruan, haruan (Melayu dan Banjar), kocolan (Betawi); bayong, bogo, licingan, kutuk (Jawa); dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris, belut juga disebut dengan berbagai nama, seperti common snakehead, snake-head murrel, chevron snakehead, striped snakehead juga aruan. Name ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793) dan ada yang menyebutnya Ophiocephalus striatus.

Kelas: Pisces
Subkelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Channidaeae
Genus: Channa
Species: Channa sriata/ Ophiocephalus striatus

Ada beberapa jenis gabus. Channa striata merupakan jenis ikan gabus yang
banyak ditemui dan memiliki ukuran tubuh relatif kecil. Jenis lain adalah gabus toman Channa micropeltes dan Channa pleuropthalmus. Gabus toman merupakan jenis gabus yang berukuran tubuh besar, mencapai panjang 1 meter dengan berat 5 kg.


Ikan gabus memiliki kepala berukuran besar dan agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead). Terdapat sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh berbentuk bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali atau torpedo. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata).

Warna ini sering kali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam.
Ikan gabus biasa ditemukan di perairan umum sebagai ikan liar. Banyak ditangkap di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Di Indonesia, ikan gabus awalnya hanya terdapat di barat garis Wallacea (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan). Namun dalam perjalanan waktu, ikan gabus diintroduksi (dimasukkan) ke wilayah Indonesia Timur.

Pada beberapa daerah yang dilalui aliran sungai besar seperti di Sumatera dan Kalimantan, ikan gabus seringkali terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui "berjalan" di daratan—khususnya di malam hari di musim kemarau—mencari tempat lain yang masih berair. Ikan gabus bisa bertahan hidup tanpa air karena bisa bernapas menyerap oksigen bebas menggunakan alat bantu pernapasan berupa "labirin".

Adapun yang membuat gabus bisa "berjalan" di daratan adalah sirip dada dan sirip perut yang digunakan untuk "melangkah".

Pengendalian
Biasanya ikan ini menyambar mangsa di permukaan sehingga jika masuk ke kolam kehadirannya dapat segera diketahui. lkan gabus yang akan menyambar mangsa biasanya berdiam diri di sekitar tanaman air (sehingga tidak terlihat oleh mangsanya) dan secara tiba-tiba meluncur cepat ke arah mangsanya dan langsung menelannya. Mulutnya yang besar memungkinkan untuk itu.

Pada musim kawin, ikan gabus jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di antara tumbuhan di tepi air. Anak-anak ikan berwarna jingga merah bergaris hitam, berenang dalam kelompok yang bergerak bersama-sama kian kemari untuk mencari makanan. Kelompok muda ini dijaga oleh induknya. Ini merupakan saat yang paling baik untuk menangkap/mengusir gabus dari kolam.

Untuk mencegah masuknya gabus ke kolam, pada saat pengolahan, dasar kolam harus benar-benar kering sampai retak-retak sehingga tidak memungkinkan gabus bertahan hidup. Biarkan dasar kolam dijemur sinar matahari selama beberapa hari. Pada bagian saluran pemasukan, dipasang saringan dari ijuk yang sangat rapat sehingga benih dan telur gabus tidak ikut masuk ke kolam bersama aliran air.

Jika di dalam kolam sudah terdapat ikan gabus, harus segera ditangkap. Biasanya populasinya tidak begitu banyak. Gabus dapat dipancing dengan mengggunakan umpan berupa ikan kecil, anak kodok atau eating. Cara pemancingannya cukup unik, yaitu dengan menggerak-gerakkan umpan di permukaan air. Umpan yang bergerak biasanya disambar gabus karena disangka mangsanya. Gabus yang tertangkap dapat dikonsumsi karena memang rasanya enak dan menjadi makanan favorit di beberapa daerah baik dalam bentuk segar maupun kering/asin.

sumber : Khairul Amri dan Toguan Sihombing, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008 

fish blogs